
#Cerita ini hanya Fiktif belaka, Semua adegan, tokoh, setting, alur adalah murni imajinasi author, so harap bijak dalam membaca.#
"Bangunlah Leo, kau tidak boleh mati di sini!" Leo segera membuka matanya dan menatap lelaki di hadapannya
"Siapa kau kenapa wajahmu begitu mirip dengan ku?" tanya Leo
Lelaki itu hanya tersenyum dan kemudian beranjak pergi meninggalkannya.
Leo yang penasaran dengan lelaki itu segera mengikutinya.
Lelaki itu berhenti di sebuah rumah tua, Leo mengikuti Lelaki itu masuk kedalam rumah tua itu.
Ia begitu terkejut saat melihat sebuah cincin bersinar terang.
"Benda apa itu??"
Saat Leo akan menyentuhnya tiba-tiba ia merasakan tubuhnya begitu panas.
"Sebaiknya kau harus segera pergi dari sini. Belum saatnya kau mengetahui semuanya. Ikuti kunang-kunang itu dan kembalilah ke soni jika kau benar-benar siap bertemu dengan ku," ucap lelaki itu kemudian menghilang.
Samar-samar Leo melihat Arya membakar hutan dan kemudian pergi meninggalkan hutan itu dengan menggendong Luci.
"Arya Tunggu aku, oiii...tunggu aku!" seru lelaki itu mengejarnya
Namun percuma saja ia mengejar Arya karena dia langsung menghilang saat api mulai menjalar dan membakar hutan.
"Api!, aku harus segera pergi dari sini, jika tidak aku bisa mati terpanggang di hutan ini. Tapi bagaimana caranya aku keluar dari sini jika aku tak tahu dimana pintu keluarnya.
Seketika Leo melihat sekumpulan kunang-kunang tak jauh darinya.
"Oh kunang-kunang!" serunya begitu senang
"Oh iya aku ingat, tadi lelaki itu bilang aku harus mengikuti kunang-kunang jika ingin keluar dari sini, baiklah... kunang-kunang bawa aku pergi dari sini!" seru Leo
Tiba-tiba pemuda itu merasakan sebuah kekuatan gaib menariknya hingga ia terlempar keluar dari ruang rahasia.
*Brakkkk!!!
"Aww, punggung ku!" seru pemuda itu kesakitan
"Oh aku sudah kembali lagi ke rumah Arya. Oh sakit sekali punggung ku," Leo kemudian segera bangun dan turun ke lantai bawah
"Bagaimana dengan Arya dan Luci, apa mereka sudah sampai, aku harus mengeceknya sendiri,"
Leo begitu bahagia saat melihat Arya keluar dari kamar Luci.
"Oh itu dia, syukurlah jika mereka sudah kembali dengan selamat. Tapi... kenapa arya meninggalkan aku, cih dasar gak setia kawin," cibir Leo
"Oi!!" seru Leo melambaikan tangannya
"Oi brengsek!, Arya Brengsek!!" seru pemuda itu kemudian berlari kearah Arya
"Oh, bagaimana kau bisa keluar dari kamar Rahasia itu?" tanya Arya mengernyitkan keningnya
"Kenapa kau panik seperti itu, pasti kau sengaja meninggalkan kan aku disana agar aku mati dimakan para lelembut penghuni hutan itu bukan, ayo ngaku saja!" cecar Leo
"Ah itu, maaf aku lupa jika aku mengajak mu tadi. Aku baru ingat dan berpikir untuk menjemput mu tapi...kau sudah kembali dengan selamat, jadi syukurlah... aku tidak perlu repot-repot kembali lagi ke hutan angker itu lagi,"
"Ah kau benar-benar gak setia kawan, teganya kau melupakan aku hanya karena seorang wanita. Ingat Bro sahabat itu lebih penting dari apapun juga di dunia ini, tanpa sahabat hidup mu tak akan bermakna. Jika kau putus dengan pacarmu maka kau bisa mencari wanita lain sebagai penggantinya. Namun jika kau kehilangan seorang sahabat kau tidak akan pernah menemukan lagi seorang yang begitu baik dan care padamu selain aku," jawab Leo
"Unnchhh, aku minta maaf bro, aku benar-benar khilaf, tolong maafkan aku sobat!" ucap Arya memeluk erat Leo
"Tentu saja aku tidak berbohong, ngomong-ngomong...setahuku belum pernah ada seorangpun yang bisa keluar dengan selamat dari alas Ijen mmm...maksudku kamar rahasia itu tanpa bantuan ku. Kalau boleh tahu siapa kau sebenarnya??, kenapa kau bisa keluar dari ruangan itu dengan selamat tanpa luka atau cacat sedikitpun. Asal kau tahu bahkan Luci sang balung wangi harus menderita luka tembak karena sudah lancang masuk ke ruangan itu," tutur Arya Tejo
"Apa itu sebabnya kau membakar hutan itu!" seru Leo
"Tentu saja, aku harus membakar kampung iblis itu agar aku bisa menyelamatkan Luci, tapi bagaimana kau bisa tahu aku membakar hutan itu untuk menghidupkan kembali Luci yang sudah mati di kampung Iblis?" tanya Arya Tejo penasaran
"Ah sial, apa kau tahu aku hampir mati terpanggang di sana, kalau bukan karena kakek tua itu aku juga mungkin sudah mati di sana," sahut Leo
"Kakek tua??" Leo langsung mengernyitkan keningnya saat mendengar jawaban Leo
"Iya, dia bilang dia kakekku, dia menunjukkan aku pintu keluar hutan itu dan memberiku cincin ini," jawab Leo menunjukkan sebuah cincin padanya
"Ah sial, ku pikir kau benar-benar bertemu dengannya ternyata kau membohongi ku!" sahut Arya langsung melemparkan cincin mainan ke wajah Leo
Leo terkekeh melihat kemarahan di wajah Tejo.
"Wkwkwkwk, makanya jadi orang jangan suka bohong, kesel kan kàlau do bohongi. Btw apa Luci benar-benar masih hidup?" tanya Leo
"Lihat saja besok, kalau dia tidak membuatkan sarapan untuk mu berarti dia mati," jawab Arya kesal
"Jangan begitu, jawablah dengan benar. Entah kenapa aku begitu mengkhawatirkan gadis itu,"
"Jangan bilang kau jatuh cinta padanya, ingat dia milikku, jadi jangan coba-coba merayunya atau aku akan mengirim mu ke Neraka!" ancam Arya Tejo
"Iya aku tahu, lagipula meskipun aku seorang player pantang bagiku menikung teman sendiri, lebih baik aku patah hati seumur hidup daripada harus menyakiti hati sahabat ky sendiri," jawab Leo
"Unncchh so sweat, jadi makin cinta deh sama kamu," ucap Arya langsung memeluk Leo
"Love you too," jawab Leo mengecup pipi Arya
"Dih gelay!" seru pemuda itu
"Wkwkwkwkwk,"
"Sekarang aku harus pergi, tolong jaga Luci," ucap Arya
"Tentu, kau juga hati-hati, jaga dirimu dan cepatlah kembali!" sahut Leo
Leo kemudian segera naik ke lantai dua setelah arya meninggalkan rumah itu.
Lelaki itu berdiri tepat didepan kamar rahasia dan menatap lekat pintu masuk ruangan itu.
"Kali ini aku harus masuk sendiri ke ruangan itu dan memastikan sendiri apakah lelaki yang kulihat di sana memang benar aku," Leo kemudian menarik gagang pintu kamar itu dan membukanya.
*Krieeet!!!
"Apa kosong, aish...tidak mungkin jelas-jelas kamar rahasia ini adalah alas Ijen, tapi kenapa sekarang berubah menjadi kamar bias?. Kemana larinya pepohonan dan para lelembut itu," Leo masuk kedalam dan memeriksa keadaan kamar itu.
"Benar-benar kosong, hutan itu benar-benar lenyap, ah ajaib...apa ini karena Arya membakarnya? atau ada misteri lain di kamar ini. Ah kenapa aku makin penasaran, lalu bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan lelaki yang mirip dengan ku itu. Ah sial...rasanya kepalaku akan pecah karena terlalu banyak pertanyaan di otakku ini. Arya cepatlah pulang, kau harus menjelaskan semua ini padaku, aku yakin kau tahu sesuatu tentang diriku," Leo kemudian keluar dari kamar itu dan menutupnya kembali
**********
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan like dan komentar terbaik kalian di kolom komentar.
Bagi yang belum memasukkan novel ini dalam rak buku kalian maka segeralah favoritkan novel ini agar kalian tidak ketinggalan jika ada up episode terbaru.
Terimakasih sudah membaca novel ini, SARANGHAE lope-lope.
Salam sayang dari Zahra mmuuaaachhh!