INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Masa Lalu 2



#Cerita ini hanya Fiktif belaka, Semua adegan, nama tokoh, organisasi, tempat, kerajaan adalah fiktif dan murni hasil imajinasi sang Author, so mari membaca dengan hati agar kalian bisa menghayati ceritanya eaaa#


*Tak, tak, tak!


Leo berusaha melarikan diri untuk menghindari api yang melalap habis lukisan itu.


*Grep!!!


Tiba-tiba seorang lelaki menarik lengannya hingga ia terjatuh ke sebuah bukit.


"Dimana lagi ini??"


"Arrrrrghhh!!" Ia segera bangkit dan mengikuti lelaki yang membawanya ketempat itu.


"Oii!" seru Leo


"Oi, sebenarnya kau mau membawaku kemana!" seru Leo mencoba meraih tangan lelaki itu


Pria tak bergeming dan terus berjalan melewati perbukitan. Tidak lama kemudian ia berhenti disebuah desa kecil. Leo begitu ternganga saat melihat sosok dua anak lelaki yang sedang beradu mulut. Ia terus memperhatikannya dan mencoba melerainya, namun kedua bocah itu tak menghiraukannya dan malah berkelahi. Leo kembali berusaha melerai keduanya namun tetap saja ia tak bisa memisahkan kedua bocah yang berseteru itu.


"Ah sial, dasar bocah selalu saja begitu!" gerutu Leo


Ia kemudian meninggalkan kedua bocah itu dan kembali mengikuti lelaki itu.


Kali ini Leo kembali terkejut saat melihat sosok lelaki yang mirip dengannya ada di tempat itu.


"Bukankah dia lelaki yang begitu mirip dengan ku...." ucap Leo


"Dan lelaki yang satunya bukankah itu Mas Arya??"


"Benar Pangeran Adipala Sayuti dan Wira Andika memang saudara selalu bertengkar saat masih kecil. Namun lambat laun Pangeran Adipala Sayuti baru sadar jika Wira Andika yang merupakan adik tirinya adalah penyelamat hidupnya. Seumur hidup Wira Andika akan selalu setia melindungi Sang Pangeran meskipun Nyawa yang menjadi taruhannya." ucap lelaki itu


"Apa anak kecil yang aku lihat sebelumnya adalah aku dan Arya?" tanya Leo


Lelaki itu kemudian mengangguk dan tersenyum padanya.


"Kenapa aku harus melindungi Arya seumur hidup ku?" tanya Leo


"Karena kau begitu menyayanginya, dan tidak ada yang lebih menyayangi Adipala Sayuti selain dirimu."


"Kenapa aku begitu menyayanginya, bukankah kau bilang aku hanya adik tirinya. Kenapa bukan adik kandungnya saja yang melindunginya?" tanya Leo lagi


"Pangeran Adipala Sayuti sebenarnya adalah lelaki yang lemah, sebagai seorang putra mahkota tentu saja ia harus memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Namun itu semua tak dimilikinya. karena sering sakit-sakitan tentu saja kursi mahkota diberikan kepada pangeran Lingga Buana. Namun keserakahan dan sikap semena-mena Lingga membuat Raja Bre Aryo Penangkaran begitu khawatir dengan masa depan kerajaan Medang akan hancur ditangan sang putra kedua. Ia kemudian meminta petunjuk Sang Hyang Widhi Wasa untuk memberikan jalan keluar masalahnya, dan akhirnya sang Dewata memberikannya sebuah petunjuk dengan memberinya sebuah benih anak laki-laki. Namun karena sang Ratu sudah sangat tua untuk hamil lagi maka sang Raja meminta ijin kepada permaisurinya untuk mencari seorang selir untuk mengandung benihnya. Sang Ratu akhirnya menyetujui. Ratusan wanita silih berganti menjadi selir sang Raja namun tak satupun yang mampu mengandung benih pemberian sang Dewata. Karena putus asa Sang Raja kembali melakukan Tapa untuk meminta petunjuk Sang Hyang Widhi Wasa lagi. Sang Dewata Agung kemudian memerintahkan kepada Sang Raja untuk menemui seorang wanita penghibur di sebuah lokalisasi. Sang Raja kemudian bertemu dengan seorang wanita Putri Sekar Wangi, meskipun ia seorang wanita penghibur sebenarnya ia adalah seorang Dewi yang sedang menjalani hukuman karena melanggar aturan khayangan. Ia harus menjalani kehidupan sebagai seorang wanita penghibur selama tujuh kehidupan. Itulah sebabnya hanya dia yang mampu mengandung benih dari sang Dewa. Dari Putri Sekar Wangi lahirlah seorang pangeran tampan bernama Wira Andika. Merasa terancam kedudukannya karena kelahiran Wira Andika membuat Pangeran Lingga Buana berusaha menyingkirkan Putri Sekar Wangi dan putranya dari istana. Namun rasa welas asih Pangeran Wira Andika membawanya kembali ke Istana untuk melindungi kakaknya untuk mendapatkan kembali singgasananya dari tangan Lingga Buana. Jika kau masih bertanya kenapa Wira Andika begitu menyayangi Pangeran Adipala Sayuti itu karena mereka adalah satu. Sang Hyang Widhi sengaja mengambil separuh jiwa Pangeran Adipala Sayuti dan meniupkannya kedalam jiwa Wira Andika. Kau dan kakakmu bukan hanya saling melindungi satu sama lain, kalian bahkan memiliki kisah yang sama dalam beberapa hal." terang lelaki itu


"Apakah itu alasannya kenapa aku selalu menempel pada Arya Tejo?" tanya Leo


"Benar putraku, kelak kau juga yang akan menyelamatkan kakakmu saat waktunya tiba," jawab lelaki itu kemudian menghilang dari hadapan Leo


*************


Sementara itu Suzy mencoba membuka pagar rumah Arya setelah beberapa kali ia menekan bel rumah itu.


"Sebenarnya kemana sih si Luci, kenapa ia tak segera membuka pintunya?, apa dia sakit atau sekarat??" ucap Suzy


"Yes akhirnya bisa!" seru Suzy begitu bahagia saat berhasil membuka pintu gerbang rumah Arya Tejo.


"Apa yang kau lakukan disini!" seru Guntur menyeret gadis itu keluar


"Awww, lepasin gue!" seru gadis itu


"Katakan padaku, kenapa kau berusaha masuk di rumah itu tanpa ijin?" tanya Guntur lagi


"Aku hanya ingin menjenguk Luci, aku takut dia kenapa-napa. Soalnya sudah tiga hari dia tidak masuk ke kampus tanpa kabar. Aku juga sudah mencoba menghubunginya namun ia tidak pernah mengangkat telpon dariku atau membalas pesan singkat ku. Aku takut dia sakit atau mungkin sudah mati di dalam rumah itu," jawab Suzy


"Apa benar begitu, apa kau tidak ada maksud lain?" tanya Guntur lagi


"Benar Pak Satpam masa aku bohong sih, meskipun aku membenci Luci tapi aku juga sangat peduli dengan keadaannya, aku harus memastikan keadaannya agar bisa mengabari Mas Arya dan mendapatkan simpati darinya," jawab Suzy menyunggingkan senyumnya


"Dasar gadis licik, tetap saja kamu tidak pernah tulus kepada Luci,"


"Tulus ataupun tidak biarlah Tuhan dan aku yang tahu, setidaknya sejahat-jahatnya aku toh masih peduli sama Luci daripada lo sebagai kekasihnya," tandas Suzy


"Apa maksudmu?" tanya Guntur


"Lo, apa lo tidak khawatir dengan Luci setelah tiga hari ia tak pernah keluar rumah saat majikannya ke luar negeri Aku takut dia bunuh diri setelah tahu Mas Arya ke luar negeri untuk bertunangan dengan Kak Dona. Atau dia sakit parah dan sekarang sedang sekarat karena tak punya uang untuk berobat," jelas Suzy


"Kalau begitu ayo kita periksa bersama-sama," jawab Guntur segera melepaskan Suzy


"Awww, ah dasar satpam sialan selalu saja kasar denganku awas saj kau!" seru Suzy kemudian menyusul Guntur masuk kedalam rumah.


Guntur segera memeriksa kamar Luci, namun ia tak menemukan Luci di sana. Ia kemudian segera naik ke lantai dua untuk memeriksa di kamar Arya dan kamar rahasia.


"Di sini juga tidak ada!" ucapnya lesu


"Kalau di sini juga tidak ada, apa dia?" matanya membelalak mengingat kamar rahasia di rumah itu.


Ia segera berlari keluar dari kamar Arya dan menuju kamar rahasia.


"Apa dia ada di dalam??, apa aku harus menolongnya??"


Guntur yang semakin penasaran segera memasuki kamar itu saat pintu kamar itu terbuka dengan sendirinya.


*Aaarrrggghhhh!!!


*****


Halo Readers tersayang, kali ini Zahra ingin mengucapkan selamat hari raya idul Fitri kepada semua pembaca setia INHUMAN KISS, Semoga di bulan Syawal ini kita bisa meningkatkan ibadah kita.


Ikan Hiu makan papeda


Ikan ****** Makan nasi kebuli


Jika Zahra ada salah-salah


mohon maaf dan jangan masukan ke hati


Sekali lagi Happy Ied Mubarak, mohon maaf lahir batin ya muaaach.