INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Terseret Ombak



Sekarang kau bisa merasakan bagaimana jantung ku berdegup tak beraturan saat bersamamu, rasanya seperti hendak meledak. Apa kau masih belum percaya juga jika aku benar-benar menyukaimu?" tanya Ary


"Aku percaya kok ...tapi...."


"Kalau begitu deal kita jadian!" ucap Arya


"Tapi...akan aneh bukan jika kau tiba-tiba menjadi kekasih ku, bagaimana kalau kita pendekatan dulu, untuk saling mengenal satu sama lain lebih jauh. Aku tidak mau baper untuk kedua kalinya," jawab Luci


"Aku tahu kamu pasti mengira aku hanya memanfaatkan mu seperti Guntur, baiklah deal kita pedekate dulu," sahut Arya


"Terimakasih sudah mau mengerti aku,"


"Tentu saja, aku akan mencoba memahami mu mulai sekarang," ucap Arya kemudian menggandeng lengan Luci dan mengajaknya kembali ke Villa.


"Sekarang tidurlah," ucap Arya mengusap lembut kepalanya


Luci mengangguk dan segera bergegas masuk ke kamarnya.


Leo kemudian menghampiri Arya yang duduk di beranda villa.


"Apa kau yakin akan mengakhiri pertunangan dengan Diana?" tanya Leo


"Hmmm,"


"Lalu bagaimana dengan perusahaan mu?" tanyanya lagi


"Aku akan mengikhlaskan jika harus kehilangan perusahaan ku, tapi aku tak bisa kehilangan Luci, aku begitu takut kehilangan dia," jawab Arya


"Lalu kau akan menyerah begitu saja?"


"Aku sudah hidup terlalu lama di dunia ini, tidak sulit bagiku untuk membangun perusahaan lagi dengan harta yang aku punya, kau jangan khawatir," sahut Arya


"Bukan begitu caranya jika kau ingin hidup sebagai manusia normal Arya. Kau harus berusaha mencari tahu apa yang sudah membuat perusahaan mu collapse dan membangkitkannya lagi. Setidaknya lakukan sesuatu untuk para karyawan mu yang sudah mengabdikan hidupnya di perusahaan itu, jadi jangan biarkan GREENLAND INDONESIA hancur karena kau tak butuh uang," terang Leo


"Baiklah, aku akan mencobanya," sahut Arya


"Kalau begitu kita mulai dari perampok semua tender kita," jawab Leo


"Gili??"


"Benar, bukankah kalian dulu bekerjasama, kenapa sekarang dia menikung mu?" tanya Leo


"That's right, kenapa tiba-tiba dia menyerang ku, padahal aku tidak pernah mengusiknya. Apa aku perlu menemuinya?" jawab Arya


"Tepat sekali baby, lebih cepat kau menemuinya akan lebih baik," sahut Leo


"Sekarang??"


"Besok dong Bro, sekarang sudah malam gak mungkin kan bertamu malam-malam gini," sahut Leo


"Ok,"


Pagi itu Luci sengaja pergi menuju ke pantai untuk melihat sunrise. Gadis itu pergi seorang diri manakala semua orang masih terlelap di villa.


Setibanya di Tepi pantai ia segera menggelar kertas koran dan dan segera duduk bersila.


Tidak lama datang seorang pemuda menghampiri Luci.


"Halo," sapanya begitu rama


"Halo juga," jawab Luci mengernyit


Gadis itu tidak asing dengan wajah lelaki yang menyapanya. Ia mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu dengannya. Ia menyunggingkan senyumnya manakala mengingat siapa pemuda itu.


"Mas Gili?" ucapnya sumringah


"Syukurlah kau masih mengingatku Lu," sahut pemuda itu kemudian duduk di sampingnya


Keduanya kemudian bercengkrama sembari menunggu sunrise di bibir pantai.


Sementara itu Gili terus menghirup aroma wangi dari diri Luci. Pemuda itu terus menatap lekat Luci tanpa sepengetahuan gadis itu.


Ternyata benar yang diucapkan Ki Brojo tentang gadis itu, dia benar-benar balung wangi. Pantas saja Arya tidak mau kehilangan dirinya,


"Oh ... lihatlah mataharinya sudah muncul!" seru Luci


Gadis itu segera beranjak dari duduknya, dan mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya.


"Sini biar aku bantu mengambil gambar mu," ucap Gili menawarkan bantuan.


Luci segera memberikan ponselnya kepada lelaki itu. Gili kemudian mengarahkan Luci untuk melakukan gaya sesuai arahannya. Ia kemudian mengambil beberapa gambar gadis itu dengan berbagai sudut dan pose.


Luci begitu senang saat melihat hasil bidikan kamera Gili. Gadis itu benar-benar tak percaya jika pemuda itu pandai mengambil spot-spot photo terbaik seperti seorang photographer profesional.


"Wah bagus sekali photo-photonya, makasih ya Mas," ucap gadis itu sumringah


"Miami Lu," jawabnya singkat


"Dih so imut banget deh jawabnya, hahaha!" sahut Luci terkekeh


"Emang aku gak imut ya?" tanya Gili


"Entahlah," jawab Luci mengangkat bahunya


"Unncchh cute banget sih, gemes banget deh!" ucap gadis itu memonyongkan bibirnya


Tanpa disadari Arya memperhatikan keduanya dari kejauhan.


Lelaki itu begitu geram hingga mengepalkan tangannya saat melihat kedekatan keduanya.


Ia kemudian berjalan menghampiri mereka.


"Lama tak bertemu apa kabar Gi?" sapa Arya dengan senyum khasnya


Luci segera melepaskan tangannya, dan menyingkir dari keduanya.


"I'm Good, bagaimana denganmu?" sahut lelaki itu dengan entengnya


"Bad, kamu tahu kan perusahaan ku sedang kacau karena ulah mu. Beruntunglah kita bisa bertemu di sini jadi aku tak perlu lagi mencari mu untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah kau lakukan padaku?" jawabnya


Arya mendekati lelaki itu dan kemudian segera mencekiknya.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya lelaki itu dengan wajah bengisnya


Gili hanya tersenyum menanggapi kemarahan Arya.


"Kenapa kau begitu marah padaku, sebenarnya apa yang sudah aku lakukan padamu hingga membuat mu begitu murka?" tanya Gili


"Jangan bilang kau cemburu karena melihat ku bersama Luci?" imbuhnya sinis


Gili seakan tahu kemarahan Arya hingga ia sengaja memprovokasi pemuda itu di depan Luci. Ia sadar jika dirinya bukan tandingan Arya, Untuk itulah ia sengaja membuat lelaki itu kesal dan mencari tahu kelemahannya.


Arya semakin naik pitam saat Gili terus menyinggung tentang Luci dan membawa gadis itu masuk ke dalam permasalahan keduanya. Karena tak tahan ia kemudian mendorong tubuh Gili hingga ia tersungkur ke pasir.


Luci yang mengira keduanya bertengkar karena dirinya mencoba melerai keduanya.


"Sebaiknya kau kembali ke Villa, berbahaya jika kau terus berada di sini," ucap Arya


"Tapi,"


"Percayalah padaku, aku bukan tipe lelaki pencemburu, aku hanya ingin menyelesaikan masalah ku dengannya. Aku harap kau jangan terlibat karena itu bisa membahayakan dirimu," ucap Arya mencoba menjelaskan kepada Luci


"Dasar Asu sialan!" Gili segera bangkit


Ia mengambil segenggam pasir dan menghampiri Arya.


Lelaki itu kemudian melemparkan pasir itu ke wajah Arya.


"Arrgghhh!" pekik Arya segera memejamkan matanya


Gili segera menarik Luci yang berusaha menghampiri Arya untuk menolongnya.


"Sekarang tidak ada yang bisa menolong mu lagi balung wangi?" ucap Gili


"Apa maksudmu??"


"Kau memang benar-benar naif Lu," jawab Gili kemudian mendorong Luci hingga gadis itu terhempas ke tengah lautan.


Gili segera melepaskan pukulannya saat melihat Arya hendak mengejar Luci.


"Kau tidak akan bisa menolongnya lagi Arya Tejo, aku akan menjadikannya sebagai tumbal agar aku bisa hidup abadi seperti dirimu," ujar Gili menggilas kepala Arya


*Byuuurr!!!


Balung wangi!!


Tiba-tiba Air laut seketika surut saat gadis itu tercebur ke tengah laut, namun saat Luci berusaha bangun dan melangkahkan kakinya tiba-tiba sebuah ombak besar langsung menggulungnya dan menyeret gadis itu menuju ke dasar Laut.


Gili tertawa terbahak-bahak saat melihat Luci yang terseret ombak. Melihat Luci dalam bahaya seketika Arya langsung mengaum begitu keras.


"Auuuuuu!!!"


Seketika puluhan anj*ng berdatangan ke tempat itu dan menyerang Gili.


Arya kemudian bangkit dan menyeret tubuh Gili yang sudah babak belur di gigit puluhan anj*ng liar.


"Sebenarnya siapa kamu dan kenapa kau mengusikku!" seru Arya


Gili hanya tertawa melihat kemarahan Arya, hingga membuat pemuda itu semakin geram dan melemparkannya kearah anj*ng-anj*ng liar.


Saat lelaki itu meraung-raung karena gigitan hewan liar itu sesosok bayangan hitam muncul dan membawanya pergi.


"Sial!" seru Arya


Saat lelaki itu hendak mengejarnya, Leo langsung menghentikannya.


"Sekarang bukan saatnya mengurusi bajing*n itu, sebaiknya kau selamatkan saja Luci," ujar Leo


Arya mengangguk setuju, dan secepat kilat lelaki itu melesat ke tengah laut untuk mengejar Luci.


Ia berusaha meraih tangan gadis itu, saat berada di pusara yang menarik tubuhnya. Saat Arya berhasil meraih tangannya sebuah ombak besar kembali datang dan menghempaskan tubuh Arya hingga ke daratan.


"Tejoooo!!"