
#Cerita ini hanya Fiktif belaka, Semua adegan, tokoh, setting, alur adalah murni imajinasi author, so harap bijak dalam membaca.#
Setelah menerima sms dari Luci Arya kemudian menghubungi Leo. Seperti biasa Arya meminta tolong pada sahabatnya itu untuk menjaga dan melindungi Luci selama ia tidak ada di rumahnya.
"Tolong ikuti dia ke pesta dan pastikan tidak ada seorangpun lelaki yang mendekatinya," tutur Arya
"Siap 86," jawab Leo bersemangat
"Lagi-lagi perintah untuk menjadi bodyguard, apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih keren untuk diriku. Apa memang tampang ku. ini seperti seorang sekuriti, ah sial!" gerutu Leo
*******
Malam itu Luci terlihat cantik dengan gaun berwarna hitam yang membalut kulit kuning langsatnya. Oktavia tiba di rumahnya dan segera membawa gadis itu pergi menuju ke tempat pesta.
"Ah sial, kenapa Arya selalu saja menyuruhku menjadi mata-mata yang harus mengawasi dan Menjaga Luci. Sebenarnya apa istimewanya gadis itu sehingga ia begitu tergila-gila padanya. Padahal secara fisikly Dona lebih segalanya dari Luci. Selain cantik dia juga kaya raya dan pewaris tunggal perusahaan ayahnya, tapi kenapa Arya malah melabuhkan cintanya kepada Luci bukan kepada Dona. Cinta selalu datang disaat yang tepat tanpa syarat. Cinta akan merubah pribadi seseorang untuk merebut hati sang pujaan hati." Leo segera melajukan mobilnya mengejar Oktavia yang membawa pergi Luci.
"Apa disini pestanya?" Leo kemudian memarkirkan mobilnya dan segera turun.
"Sepertinya aku sangat familiar dengan tempat ini??, apa aku pernah ke tempat ini sebelumnya?" Leo menatap sekelilingnya rumah mewah itu. Matanya terus berselancar mencari sesuatu yang begitu mengusik jiwanya.
Ia kemudian menghentikan langkahnya.
"Kenapa dia ada disini??, apa yang sebenarnya dia lakukan??" Leo terhenyak saat melihat Juleha dihadapannya.
"Lama tak bertemu, apa kabar Leo?" sapa Juleha mendatanginya
Saat Leo akan menyapa wanita itu tiba-tiba seorang lelaki langsung menggandengnya dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Itu pasti suami barunya, atau kekasihnya atau pelanggannya, ah sudahlah kenapa aku masih memikirkannya," Leo kemudian segera masuk kedalam rumah itu dan mencari keberadaan Luci.
"Dimana mereka, kenapa sepi, kemana perginya orang-orang itu??" Leo terus mencari keberadaan Luci namun ia tidak menemukan gadis itu meskipun sudah mengelilingi seluruh bangunan itu.
"Apa aku perlu menelponnya?"
Leo kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Luci.
"Halo, kamu dimana?" tanya Leo
"Aku ada dibelakang mu," sahut Luci kemudian menepuk pundak lelaki itu
"Astaga, kau mengagetkan aku saja," sahut Leo
"Lagian, kamu ini kenapa sih dari tadi seperti orang linglung, bolak-balik gak jelas. Memangnya lagi cari apa?" tanya Luci
"Aku nyari kamu," sahut Leo
"Emangnya ada apa mencari ku?" tanya Luci lagi
"Arya memintaku untuk menjagamu,"
"Oh begitu, baiklah selamat bersenang-senang Leo," ucap Luci kemudian meninggalkanya
Aneh, aku yakin tempat ini tadi begitu sepi, kenapa sekarang jadi ramai sekali, apa aku salah lihat atau ada sesuatu yang tak beres di sini. Entahlah, sebaiknya aku mencari tahu dulu.
Leo kembali mengelilingi bangunan itu untuk memastikan penglihatannya tidak salah.
Lelaki itu kemudian mengamati satu demi satu lukisan yang terpasang di dinding rumah itu.
"Dari semua lukisan yang ada di rumah ini kenapa semuanya berisi wanita, tidak bada satupun lukisan pria di rumah ini. Apa pemilik rumah ini seorang playboy seperti aku hingga gemar sekali melukis wanita pujaan hatinya," ucap Leo tersenyum tipis
Lelaki itu terlihat begitu tampan dan elegan, hampir semua tamu undangan terpesona oleh ketampanannya. Karena parasnya yang begitu rupawan membuat semua tamu menggunjingkannya.
"Menurut mu apa dia tampan?" tanya Vie
"Biasa saja," jawab Luci
"That's right Luci, di biasa aja, bahkan gue lebih tampan dari dia," sahut Leo
"Biasa apanya, lihat saja dia begitu tampan bahkan membuat para pria yang ada di tempat ini begitu iri dengan ketampanannya," ucap Vie kembali memujinya
"Kata siapa, gue gak iri, bagi gue tidak ada lelaki yang lebih tampan di dunia ini selain diriku sendiri nomor dua arya dan mungkin dia nomor tiga. Itulah sebabnya aku disebut sebagai the prince of the year oleh majalah pria dewasa di Indonesia, bukankah itu keren?" jawab Leo menyombongkan dirinya
"Kata siapa Lo keren, menurut gue Alvin tetap yang paling keren . Andai saja di menjadi kekasih ku, aku pasti akan memberikan segalanya padanya," ucap Vie
"Ah jangan begitu, kamu tidak tahu kan kalau ketampanannya itu palsu, asal kau tahu sebenarnya di itu memakai jimat pengasihan agar terlihat tampan." bisik Leo
"Darimana kau tahu?" tanya Luci
"Aku bisa melihatnya dengan indra keenam ku," jawab Leo
"Sejak kapan kau punya Indra keenam?' tanya Luci
"Sejak keluar dari Alas Ijen, sejak itulah aku merasakan jika diriku memiliki kekuatan supranatural yang bisa melihat mahluk gajb dan sejenis," jawab Luci
Vie yang kesal dengan Leo kemudian meninggalkan lelaki itu.
Ia kemudian mendekati Alvin untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
"Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak??"
"Dimana Luci, Diman dia??" kenapa dia menghilang lagi??" Leo seger berlari memeriksa setiap ruangan di rumah itu.
"Luci kamu dimana, jangan sampai kamu hilang lagi, aku bisa kena marah Arya jika sampai kehilangan dirimu,"
"Astaga!" teriak Leo saat Alvin tiba-tiba berada di depannya.
"Ah mengagetkan saj, oh ya kalau boleh tahu dimana para tamu dan juga sahabat ku Luci, jangan bilang kau sengaja menyembunyikan mereka?" tanya Leo
Lelaki itu tersenyum sinis menatap Leo, "Sebaiknya kay pergi dari sini dan ikhlaskan teman wanita mu itu menjadi milikku." jawab lelaki itu
"Jangan pernah bermimpi mengambil Luci dari Arya Tejo, asal kau tahu siluman jelek seperti dirimu tidak akan bisa memiliki balung wangi seperti Luci," sahut Leo
"Sekarang katakan padaku dimana dia atau aku akan menghancurkan istanamu ini?" tanyanya lagi
"Ternyata kau bukan manusia biasa kau bahkan bisa tahu jika aku seorang siluman. Tapi...selama ini belum ada seorangpun yang berani mengusikku, kecuali jika kau bosan hidup!" sahut Alvin
Lelaki itu seketika menghempaskan tubuh Leo hingga ia terperangkap masuk kedalam lukisan.
"Tamatlah riwayat mu sekarang anak muda," ucap alvin kemudian membakar lukisannya.
Jangan lupa bantu like komen dan Favoritkan ya guys. Kasih gift juga jika kalian suka Sam ceritanya.
Yuks berikan komentar Terbaik mu di kolom komentar, dan nantikan kejutan dari Author.
Salam sayang dari Zahra.. muaaaach!!!