
...Hello Everyone......
...HAPPY READING...
...Tapi...
...Sebelum baca...
...Jangan lupa kasih like, vote ya guys...
***
Kini Fany sudah sampai dikontrakannya yang terlihat sederhana. Lalu Fany membayar uang ongkos pada sopir taksi itu dan pergi kedalam rumah kecilnya itu.
“Nasibku sangat sial sekali. Kacau!” Ucap Fany saat sudah ada didalam kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Kini dia hanya menatap langit-langit kamarnya.
Dddrrrt...Dddrrrtt...(Suara Handphone Fany berbunyi).
“Halo,” ujar Fany saat sudah mengangkat panggilan itu.
“Bukain pintu rumahmu. Aku sudah ada didepan rumah,” ujar seseorang bernama Della. Ternyata gadis itu sudah ada didepan rumah Fany. Jika didengar dari suaranya, tampaknya Della lagi marah.
Fany sontak langsung mengakhiri panggilan itu lalu berlari keluar dari kamar. Fany heran kenapa Della datang kerumahnya? Ada apa? Bukankah seharusnya Della ada dikantor hari ini? Entahlah. Fany tidak mau ambil pusing memikirkan hal itu. Yang terpenting adalah dia harus segera membukakan pintu rumahnya sebelum Della benaran ngambek dengannya.
“Della. Maaf ya karena kelamaan bukain pintunya,” ucap Fany sambil menarik Della masuk kedalam rumahnya dan segera menutupi pintu itu.
“Kenapa kau ada disini? Apa hari ini kau tidak pergi ke kantor?” Tanya Fany sambil mengikuti langkah Della yang berjalan kekamar Fany.
“Aku ambil cuti dua hari. Aku kesini ingin mengabari kalau lusa kau sudah bisa bekerja, ”ucap Della sambil membaringkan badannya di kasur milik Fany.
“Aku sudah tau. Tadi aku mendapat pesan e-mail dari pihak manajer HRD,” balas Fany.
“Baiklah. Lusa kita harus berangkat sama-sama,” ucap Della.
“Hufft. Baiklah.” Kata Fany sambil merapikan buku- buku yang terlihat berantakan di meja itu.
Seharian ini Della menghabiskan waktunya bermain dirumah Fany. Gadis itu sepertinya terlihat baik-baik saja. Bagaimana bisa dia ambil cuti sakit? Bagaimana jika saja orang diperusahaan tau, mungkin Della pasti akan ditegur, atau bahkan bisa dipecat. Tidak. Mereka jangan sampai tau.
***
Hari ini terlihat Fany sudah ada di kantor tempat dia bekerja. Bahkan dihari pertama bekerja, Fany sudah ada di depan komputernya. Ia bertekad untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Saat akan sedang serius mengetik, Tiffany tiba tiba di kejutkan dengan suara yang sangat dia kenal. Siapa lagi kalau bukan Della.
“Selamat bekerja Fany,” pekik Della.
Tiffany sepertinya harus ekstra sabar kalau setiap bekerja dikantor. Fany yakin dirinya pasti akan mendapatkan serangan jantung dari Della sahabatnya itu. Gadis itu selalu datang tiba tiba tanpa ada suara dan itu mampu membuat jantung Fany mau copot tak karuan.
Fany kembali fokus pada pekerjaannya. Della yang melihat Tiffany yang masih serius dengan pekerjaan hanya bisa cemberut.
"Fany. Serius sekali kerjanya. Kau mengabaikanku," ucap Della memasang wajah cemberut. Fany mendengarnya tapi matanya fokus pada layar komputernya.
"Nanti siang kita makan bersama ya. Kau kan sudah janji mau traktir aku," ucap Della yang bersungut-sungut.
“Iya Della sayang,” jawab Fany kini menatap kearah Della. Merasa direspon, Della pun tersenyum puas.
***
Kini sudah waktunya jam istirahat, Della dengan wajah bahagianya meraih tangan Fany dan membawa Fany menuju ke kantin yang ada di perusahaan tempat mereka bekerja. Saat sudah tiba dikantin, mereka pun memesan makanan. Sesuai dengan janji Fany, nanti gadis itulah yang akan membayar semua makanannya yang dipesan oleh Della.
Ketika Fany dan Della sudah mendapat tempat duduk. Telinga mereka menangkap sebuah berita, dimana karyawan yang ada disebelah meja mereka sedang bercerita mengenai Ceo mereka akan diganti dengan Ceo yang baru.
"Kau tau tidak? Kalau bos kita sudah menjual perusahaan ini pada seseorang, lebih tepatnya diakuisisi," Ucap Della saat sudah mendengar berita hangat itu.
"Tidak tau Della. Aku karyawan baru disini. Memang kenapa?” Fany memang tidak tau mengenai berita itu.
"Aku tidak tau apa penyebabnya, tapi yang jelas perusahaan ini sudah dibeli dan secara otomatis kita juga akan mempunyai bos yang baru lagi," jawab Della sambil menguyah makanan.
"Kau kalau makan ya makan dulu, jangan sambil berbicara." Decak Fany kesal karena Della berbicara tidak jelas.
"Oke,"
Mereka pun menghentikan pembahasan dan kembali lanjut makan. Beberapa saat kemudian saat sudah selesai makan, Della kembali melanjutkan pembicaraan mereka tadi.
"Oh ya Fany. Nanti malam akan ada acara penyambutan disini untuk menyambut kedatangan Ceo baru kita. Maaf aku lupa memberitaumu," ucap Della memberitahu mengenai kabar kedatangan bos baru mereka.
"Malam ini?" Tanya Fany dan Della pun mengangguk kepala sebagai jawaban.
"Baiklah. Aku akan pergi juga. Kau jemput aku nanti malam ya. Kau tau kan kalau aku tidak punya kendaraan." Fany memberikan kode keras pada Della agar mau menjemputnya.
"Kalau itu pastilah. Aku akan menjemputmu kok." Ucap Della.
"Makasih sayang. Aku semakin cinta deh sama kamu." Fany sambil memeluk Della dengan erat.
"Fany aku tidak bisa bernafas." Della sontak membuat Fany melepas pelukannya.
“Sorry.” Fany hanya tertawa melihat Della yang kesal kepadanya. Mereka pun kembali pergi menuju tempat kerja karena jam istirahat mereka sudah selesai.
***
Dimalam hari Della menjemput Fany. Terlihatlah Fany sudah sangat cantik dengan balutan drees sampai diatas lutut berwarna cream dengan rambut yang dibiarkan terurai.
"Kau sangat cantik Fany. Aku jadi iri saja lihatnya." Della sangat memuji kecantikannya Fany.
"Kau juga terlihat cantik, Della.” Balas Fany kembali memuji sahabatnya itu.
"But you so gorgeous. More. Aku yakin boss kita akan tercantol hatinya padamu kalau melihat penampilanmu malam ini," saut Della.
“Tidak mungkin. Aku tidak bisa membayangkan. Bagaimana kalau bos kita itu sudah tua? Secara aku belum pernah menemuinya,”
"Kau tenang saja. Bos kita masih muda, tampan, cool dan ah aku tidak bisa membayangkan lagi." Della berkata sambil membayangi bos baru mereka.
"Della. Sadarlah. Ayo kita berangkat, nanti kita bisa telat kalo kamu terus-terusan mengkhayal yang tidak jelas," ucap Fany tau kalau teman itu pasti sedang mengkhayalkan bos baru mereka nanti.
"Baik bos," saut Della dan langsung melajukan mobilnya.
***
Saat mereka sudah tiba diparkiran. Della dengan antusiasnya mengajak Fany untuk segera masuk kedalam gedung perusahaan itu. "Ayo cepat Fany, nanti aku tidak bisa melihat wajah tampannya bos baru kita." Ucap Della yang sudah turun dari mobil dan menarik tangan Fany.
"Oh God. Jika saja tadi aku pake Highheels, mungkin aku sudah terjatuh. Kau terus menarikku dan menyuruhku berjalan cepat," gerutu Fany karena kesal dengan tingkahnya Della malam ini yang terlalu agresif.
"Maaf sayang. Aku hanya tidak ingin melewati kesempatan untuk melihat wajah tampan bos kita,” ucap Della kini sudah melambatkan laju jalan mereka .
Fany hanya bisa menghela nafasnya. Dia hanya bisa berdoa agar apa yang ada didalam benak Della mengenai bos mereka itu benar adanya. Kalau saja bos mereka itu berwajah jelek apalagi sudah berusia tua. Fany yakin seratus persen, dia pasti akan menjadi korban dari kekesalannya Della.
Semua pekerja yang ada di kantor itu sudah berbaris dan menatap kearah pintu masuk untuk menunggu dan menyambut kedatangan bos baru mereka.
Benar saja saat ini Della merasa kesal karena dia berbaris paling belakang, ternyata semua pekerja wanita sudah datang dari awal dan berebut untuk berbaris paling depan hanya untuk melihat wajah bos baru mereka.
Maklumlah karena selama ini mereka sudah bosan melihat wajah bos mereka yang lama. Dimana Ceo yang sebelumnya itu terlihat sudah tua. Setelah mengetahui kalau bos baru mereka ternyata masih muda, hal itu langsung membuat para wanita yang bekerja disitu merasa sangat senang. Mereka pun mempercantik diri hanya untuk menarik perhatian sang pemimpin saat acara penyambutan nanti. Mereka bahkan rela berebut bahkan sampai bertengkar demi berbaris paling depan untuk menarik perhatian sang Ceo.
"Yang sabar ya Della," ucap Fany sambil mengusap bahu Della.
"Kalau saja aku tau mereka datang lebih awal, aku pasti tidak akan pulang kerumah. Lebih baik aku mandi di kantor ini dan bersiap siap disini juga," ucap Della semakin kesal.
Tiba tiba Fany menutup telinganya ketika mendengar teriakan para wanita saat melihat Bos mereka sudah berdiri di pintu masuk itu. Bodyguard yang mendampingi pria itu menyuruh semua yang ada di ruangan itu untuk diam. Setelah mereka diam barulah bos mereka itu mulai berbicara. "Selamat Malam semuanya,” sapa pria itu.
"Dia sangat tampan," puji para wanita yang ada dalam kerumunan itu, sedangkan pekerja pria hanya menatap heran kearah lawan jenis mereka.
"Hn," Pria itu berdeham agar mereka diam dan dia bisa melanjutkan pembicaraannya.
"Mulai hari ini saya adalah Pimpinan diperusahaan ini karena secara kepemilikan perusaahan ini sudah resmi jadi milik saya," ucap pria itu.
"Dan perkenalkan nama saya Charles Addison. Saya harap kita semua bisa membangun kerja sama yang baik untuk memajukan perusahaan ini," ucap Charles tersenyum.
Setelah kata penyambutan itu selesai, mereka semua yang ada di gedung kantor itu pun berpesta ria. Charles terlihat sudah duduk ditempat khusus yang sudah sediakan sebelumnya.
Dan para wanita itu hanya bisa menatap wajah tampan Charles dari kejauhan.
Tidak ketinggalan dengan Della yang merasa senang sekali karena apa yang pikirkannya ternyata lebih baik dari luar ekspetasinya. Hal itu juga membuat Fany senang, karena jika saja bos mereka itu sudah tua pasti Della akan merasa kesal. Della pasti melampiaskan rasa kekesalan gadis itu pada dirinya.
"Kini kita sambut Fany. Salah satu karyawan baru di perusahaan ini. Come on girl. Bawakan satu lagu untuk kita," ucap pembawa acara itu. Hal itu pun membuat Fany terkejut. Sedangkan Della, bukannya menolong malah mendorong Fany untuk naik ke atas panggung, dimana sudah tersedia sebuah piano.
Fany mau tidak mau pun harus terpaksa menyanyi malam ini. Kalau dia turun pasti semua orang-orang akan menyorakinya. Fany paling benci hal itu. Saat sudah naik keatas panggung, Fany langsung duduk dikursi dekat piano itu.
Fany menghela nafas. Kini terlihat jari lentiknya sudah bersiap untuk mengalunkan musik. Malam ini Fany akan membawa sebuah lagu yang berjudul Fight song yang mana lagu itu memang menjadi penyemangat hidupnya
Di saat jari Fany sudah memainkan piano itu, terlihat Charles menatap kearah gadis yang sedang ada di panggung itu. Charles menatap Fany dengan lekat sekali.
*Fany*
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
"Wah suaranya sangat merdu sekali!"teriak orang-orang yang ada di tempat itu sambil mendengar musik dan nyanyian Fany.
*Fany*
Losing friends and I'm chasing sleep
Everybody's worried about me
In too deep
Say I'm in too deep (in too deep)
And it's been two years I miss my home
But there's a fire burning in my bones
Still believe
Yeah, I still believe
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
A lot of fight left in me
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong '(I'll be strong')
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
Know I've still got a lot of fight left in me
“Clap...clap...Suara tepuk tangan memenuhi ruangan itu setelah Fany selesai menyanyikan semua penggalan lirik lagu itu.
"Ahhhhhhh... Kau hebat teman!" Ucap Della berteriak sambil mengacungkan jempolnya ke arah Fany.
Bukan hanya Della yang merasa kagum terhadap Fany. Ternyata Charles sedari tadi juga ikut memperhatikan dan merasa kagum mendengar suara merdu Fany. Tanpa di sadari olehnya, Charles menyunggingkan senyumannya kearah Fany.
***
To Be Continued...
Jangan lupa beri like dan komentar kalian.
Dan aku harap kalian akan menyukai novelku ini.
Terima kasih karna sudah mampir untuk membaca karya ku ini
Saranghae...
Salam ku pada kalian
Insani Syahputri
^^^25 Januari 2022^^^