I'M Pregnant, Let'S Get Married

I'M Pregnant, Let'S Get Married
Part 17



Sebelum Baca Vote Dulu...


Happy Reading...


(Sebelumnya)


"Kau harus melupakannya?" Ucap Austin yang sepertinya tidak menyukai jawaban Fany.


"Kenapa?"


"Karena kau akan segera menikah denganku." Ucap Austin lalu setelah itu masuk kedalam rumah meninggalkan Fany yang masih termenung mencerna perkataan Austin.


"Keputusanku tidak salah salah. Mungkin dia yang terbaik untuk Putriku. Ayah akan menyetujui pernikahanmu, nak." Ucap Thomas yang ternyata memperhatikan kedekatan putrinya itu dengan Austin.


***


Hari Pernikahan pun kini sudah tiba. Dengan sedikit permintaan dari ayah Fany, pernikahan itu diadakan di kota Shanghai. Meskipun begitu pernikahan Austin diadakan secara private sehingga para awak media tidak ada yang datang untuk meliput pernikahan orang kaya tersebut. Pernikahannya diadakan disalah satu villa. Ruang pernikahan ditata dengan sedemikian rupa agar nampak indah dan rapi.


Dari kejauhan, Alex terlihat tidak senang. Ia hanya bisa diam sambil menahan amarah melihat Adiknya akan menikah hari ini.


Dilain tempat, Thomas dan Delila datang menemui Fany disalah satu ruang tempat Fany berhias. Kedua pengantin dipisah dan ditempatkan diruang berbeda. Sementara halaman villa yang cukup luas dipakai untuk acara pernikahan dan pemberkatan pengantin.


Ayah Tiffany minta maaf pada Ibu Austin karena tidak bisa membantu untuk menyiapkan pernikahan ini. Semuanya terlalu mendadak dan cepat. Delila mengatakan tidak apa-apa.


Tiffany hanya bisa tersenyum dan terharu mendengar apa yang dikatakan calon Ibu mertuanya. Delila sangat murah hati.


Keceriaan tak tampak diwajah Austin sama sekali. Dia menatap cincin yang seharusnya dia berikan pada Sesilia untuk acara lamaran. Tapi sekarang cincin ini akan di kenakan Fany .


Tokyo


Sesilia tampak sedang serius dengan penelitiannya dilaboratorium tapi tetap membawa ponselnya. Tapi Entah kenapa perasaannya tidak enak dan ingin segera menghubungi dan berbicara dengan Austin


Sesilia tersenyum. Austin menelponnya, mereka seperti terkontak batin.


Dengan segera Sesilia langsung menerima panggilan itu.


Sesilia langsung keluar dari ruang laboratorium agar tak mengganggu. Dia ingin bicara dengan Austin walau hanya sebentar. Sesilia berkata kalau dia sudah sangat merindukan Austin. Rasanya tersiksa sekali.


“Halo Sayang.” Ucap Sesilia. Austin hanya diam tak menjawab perkataan Sesilia.


"Aku minta maaf sayang." Ucap Austin.


"Kenapa kau minta maaf sayang. Akulah yang seharusnya minta maaf karena telah membuatmu menunggu dan mengacaukan acara lamaranmu." Ucap Sesilia. Austin hanya diam.


Sesillia berkata dan minta maaf karena sudah meninggalkan acara lamaran itu. Austin meminta Sesilia untuk tidak meminta maaf padanya, karena itu malah membuatnya semakin merasa bersalah. Sesilia memberitahu kalau dirinya sedang melakukan penelitian di laboratorium. Austin hanya bisa memberikan semangat untuk Sesilia dan meminta dia melakukan yang terbaik untuk penelitiannya.


Telepon terputus. Austin tahu mungkin akan susah mencari waktu selain hari ini untuk memberitahu Sesilia kalau dia akan menikahi wanita lain.


***


Pernikahan akhirnya dilaksanakan juga. Austin sudah berdiri di altar pernikahan dan menunggu kedatangan pengantin wanitanya. Semua yang hadir mengatakan bahwa Austin terlihat tampan dan gagah dengan tuxedo hitamnya.


Tidak dengan Alexander Lee yang menatapnya penuh kebencian.


Alunan musik yang merdu mengiringi Tiffany yang berjalan menuju altar.


"Ayah. Aku sangat gugup." Ucap Fany berbisik sambil mengandeng tangan Ayahnya berjalan menuju altar.


"Tidak perlu gugup Putriku. Ini adalah pernikahanmu jadi kau harus rileks saja." Ucap Thomas.


"Baik Ayah," ucap Fany sambil tersenyum.


Semua yang hadir pun memuji kecantikan Fany. Wanita cantik itu hanya bisa tersenyum malu menanggapi pujian dan tepukan tangan yang tertuju padanya. Semua menyebut kalau dirinya bagaikan dewi.


"Cantik." Gumam Austin.


Kini kedua pengantin sudah sampai di altar dan siap bertukar janji pernikahan.Kini pendetalah yang memimpin kedua pengantin tersebut.


“Tiffany Lee. Apa kau berjanji untuk menerima Austin Nero sebagai suamimu yang sah, dalam suka maupun duka? Mencintainya sepenuhnya sampai maut memisahkan kalian?” Ucap Pendeta.


Tiffany sempat melirik ke arah Austin sejenak.


"Ya." jawab Fany.


Kini pendeta juga bertanya hal yang sama pada Austin .


“Austin Nero Apakah kau Austin berjanji untuk menerima Tiffany Lee sebagai istrimu yang sah, dalam suka maupun duka? Mencintainya sepenuhnya sampai maut memisahkan kalian?” ucap Pendeta.


Austin terdiam sebentar, tapi kemudian dia berdeham dan pun berkata “Ya.”


Semua orang pun mendengar kalimat Austin tadi. Ayah Tiffany sampai tertawa mendengar pernyataan menantunya itu.


"Dia terlalu bersemangat sekali. Ya kan Alex?" Ucap Thomas dan bertanya pada Putranya.


‘Cih. Aku tidak peduli. Yang jelas aku akan tetap membalaskan dendamku dan itu tentunya tidak akan melukai adikku.’ Batin Alex.


Semua bertepuk tangan senang mendengar  kata “Ya” dari Austin yang luar biasa jantan karena di dengar seluruh tamu yang hadir. Kini adalah saatnya bertukar cincin.


Austin menyemat cincin yang seharusnya berada di jarinya Sesilia. Begitu juga dengan Fany menyemat cincin pada jari manis Austin. Saat acara tukar cincin ternyata Roy disuruh Delila untuk bertugas mengabadikan momen tersebut.


Austin menatap cincin yang ada di jari manis Fany karena dia tahu cincin itu harusnya ada di jari manis Sesilia. Fany yang merasa Austin tengah menatap ke arah tangan kirinya pun menjadi merasa tak enak. Dia ingat kalau yang harusnya menikahi Austin adalah wanita yang dia cintai.


Prosesi pernikahan pun berakhir, yang di akhiri adegan ciuman di mana Austin mencium bibir Fany dengan kecupan saja.


Kini, setelah pernikahan selesai. Austin bersiap balik ke kota.


"Aku akan ganti pakaian dulu." Ucap Fany.


"Hmm. Tapi jangan lama-lama." Ucap Austin.


“Iya.”


Fany pun pergi keruangan ganti baju.


"Aku titipkan Putriku ya. Tolong jaga dia." Ucap Thomas.


"Baik Ayah. Percayakan semuanya padaku." Ucap Austin.


"Aku harap kau tidak menyakitinya Austin. Kalau hal itu sampai terjadi maka kau akan berurusan denganku."Ucap Alexander.


"Itu tidak akan terjadi Alex." Ucap Austin sambil tersenyum.


"Semoga saja Austin." Ucap Alex sambil tersenyum terpaksa.


‘Kau tersenyumlah Austin. Aku akan mengambil semua hartamu melalui Adikku. Aku yakin dia akan setuju dengan semua rencanaku nantinya dan kau akan merasakan bagaimana menjadi orang susah.’ Batin Alex.


Sementara itu Austin tampak berdua saja dengan Roy. Mereka sedang menunggu Fany.


"Selamat akhirnya kau menikah juga." Ucap Roy. Austin hanya diam. Dia tengah melamun jadi tidak mendengarkan apa yang Roy katakan.


Austin tersadar dari lamunannya ketika Roy memukul pelan lengan pria itu. "Aku pikir dia cantik juga dan rasaku dia lebih cantik dari Sesilia." Ucap Roy yang berkata jujur.


"Kau mau mati." Ucap Austin yang marah dengan perkataan Roy tadi.


***


Charles memanggil Della ke ruangannya. "Ada apa tuan memanggil saya ke sini?" Ucap Della.


"Kau teman dekatnya Fany. Apa kau tahu kabarnya gadis itu?” Charles to the point dengan maksudnya memanggil Della keruangannya. John memberitahu kalau Della sangat dekat dengan Fany.


"Dia baik-baik saja, Tuan." Jawab Della.


"Kau bilang dia sedang pulang ke kampung halamannya."


"Benar Tuan."


"Tapi ini sudah lebih dari seminggu. Aku hanya khawatir kalau terjadi sesuatu padanya."


"Beberapa hari lagi dia akan kembali dan bekerja tuan. Dia baik-baik saja. Mungkin dia terlalu rindu pada keluarganya setelah beberapa tahun tidak bertemu, makanya liburnya sedikit lama,”


"Oh begitu. Baiklah, aku jadi tenang kalau dia baik-baik saja."


“Tidak ada lagi kan yang tuan ingin tanyakan?”


“Tidak ada.”


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan."


"Hmm."


Della pun keluar dari ruangan bosnya


‘Kenapa tuan Charles khawatir sama Fany? Apa jangan-jangan tuan Charles menyukai Fany?’ Batin Della.


"Semoga saja iya." Ucap Della.


🌷🌷🌷


To Be Continued...


Jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya


**Insani Syahputri


^^^31-01-22**^^^