
Happy Reading
***
Austin sudah tiba di club. Ia akan pergi ke ruangan room private untuk menemui Charles disana, “Tuan Austin...” Panggil seseorang membuat Austin menoleh ke arah orang itu.
“Tuan. Tolong aku, orang itu mau melecehkanku,” ujar Yasmin ketakutan.
Tubuh wanita itu bergetar, bahkan pergelangan tangan wanita itu terlihat ada luka sayatan.
Tiba-tiba Yasmin memeluk Austin kala mendengar suara pria mendekati mereka berdua.
***
Flashback on
Yasmin tengah mengantarkan minuman pada pelanggan vip yang berkunjung ke club tempatnya bekerja. Sesampai disalah satu ruangan private Yasmin membuka pintu itu. Alangkah terkejutnya Yasmin ketika disuguhkan pemandangan yang sudah biasa bagi dirinya.
Yasmin melihat pria berusia cukup matang terlihat sedang bercumbu dengan seorang gadis malam. Biasalah, anak asuhan madam margaret.
Yasmin mencoba mengabaikan dan meletakkan minuman itu dengan secepatnya agar dia bisa keluar dari ruangan itu.
Saat tugasnya sudah selesai, Yasmin segera beranjak. Tapi sejenak pergerakannya terhenti___ Astaga pria bajingan itu menahan tangannya.
“Lepaskan..” Yasmin marah.
“Nona, kau garang sekali.” Pria itu mengelus tangan Yasmin yang sedang ia genggam itu dan mengecup. “Ayolah bermain sebentar disini, bersama kami.”
Bagi Yasmin itu menjijikan sekali. Yasmin tidak tahan, ia segera menepis tangan pria itu dan segera pergi.
“Hei, Mau kemana?” Pria itu segera menangkap tangan Yasmin yang hendak pergi itu.
“Lepaskan.”
“Tidak Nona. Aku akan membayarmu dengan mahal. Jadi ayolah bermain denganku.” Pria itu hendak melecehkan Yasmin.
Yasmin yang mendapat sinyal bahaya segera menampar pipi pria itu dengan keras. Tak lupa ia juga menendang bagian terlarang bagi pria itu dengan kuat sehingga membuat pria itu mendapatkan sakit yang begitu menyakitkan.
Sepertinya keberuntungan berpihak pada Yasmin ia segera keluar dari ruangan itu sebelum teman-teman dari pria itu melakukah hal leceh lagi padanya.
“Kejar dia...” Ujar Pria itu sambil menahan sakit pada bagian bawahnya.
Yasmin tau kalau ia sedang dikejar, oleh karena itu dia berlari dengan kencang menuju tempat keramaian.
Yasmin melihat ke belakang untuk memastikan orang-orang itu, tentu saja ia masih dalam keadaan sedang berlari.
Yasmin melihat kedepan. Tak sengaja matanya melihat sosok yang ia kenal berjalan menuju arah lain.
“Tuan Austin.” Yang dipanggil pun langsung menoleh ke arah Yasmin.
“Tuan. Tolong aku, orang itu mau melecehkanku,” ujar Yasmin ketakutan.
Tubuh wanita itu bergetar, bahkan pergelangan tangan wanita itu sedikit memerah.
Tiba tiba Yasmin memeluk Austin kala mendengar suara pria mendekati mereka berdua.
“Tuan. Serahkan wanita itu pada kami.”
Austin menaikkan alisnya sebelah. “Ada urusan apa kau dengannya?”
“Anda tidak perlu tau. Sekarang serahkan saja dia pada kami, atau___”
“Atau apa? Kalau aku tidak mau. Apa yang ingin kalian lakukan?” Austin menantang.
Ketiga pria itu menampilkan wajah kesalnya. Tak lama setelah itu salah satu dari mereka melayangkan sebuah bogeman ke arah Austin. Sayangnya tangan tertahan di udara karena Austin berhasil mencekalnya.
Tiba-tiba sosok Charles muncul di tempat mereka, pria itu terlihat tidak suka saat melihat tangan Yasmin yang sedang bertengger pada lengan Austin. “Ada apa ini? Austin aku sudah menunggumu? Kenapa kau berada disini?”
Charles memperhatikan Austin kemudian beralih menatap pada sosok ketiga pria itu.
“Kau pergilah.” Ucap Charles pada Yasmin ketika ketiga pria itu sudah pergi menjauh. Mendengar perintah itu membuat Yasmin segera pergi dari sana. Ia ingin pulang. Mungkin nanti ia akan resign dari pekerjaannya di club ini. Besok ia tidak mau datang ke club itu. Cukup penghasilan dari bekerja di cafe yang akan ia raup.
“Kenapa kau begitu dekat dengan Yasmin?” Charles bertanya penuh intimidasi.
“Kuharap kau tidak menyakiti Fany, Austin. Aku memperingatimu.” Tutur Charles yang tidak main-main dengan perkataannya.
“Kenapa kau berbicara seperti itu? Tentu saja aku tidak akan menyakiti istriku. Yasmin hanya meminta tolong padaku. Ketiga pria itu hendak melecehkannya.” Jelas Austin.
“Kau tau kan kalau Yasmin bekerja disini. Aku takut wanita itu bukan wanita baik-baik. Bisa saja dia menggodamu dan mungkin kau tergoda akan hal itu. Aku mengatakan ini hanya karena tidak ingin Fany tersakiti. Aku hanya memperingatimu.”
“Apa kau menyuruhku kesini hanya untuk membicarakan hal yang tidak jelas itu.”
“Membuang waktuku saja.” Cibir Austin.
“Mungkin itu membuang waktu untukmu, tapi tidak untukku. Aku akan melakukan apa saja untuk Fany.”
“Oh Ayolah Charles. Kenapa kau begitu terobsesi sekali dengan istriku. Buanglah perasaanmu itu jauh-jauh. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Kau tidak perlu ikut campur dalam hal hubungan kami. Carilah wanita lain dan buka hatimu untuk yang lain.” Austin semakin tidak habis pikir dengan kelakuan Charles. Pria itu bertingkah seolah-olah dialah suami dari Fany.
Austin tidak akan bodoh untuk menyakiti apalagi meninggalkannya. Fany itu sudah seperti berlian untuknya, untuk apa coba dia harus mencari perak di luaran sana.
“Kalau tidak ada yang dibicarakan aku pulang dulu.” Austin melangkah kakinya meninggalkan club untuk pulang. Kini pria itu sudah berada di luar club. Ia memperhatikan Theresa berada datang ke club itu. Wanita itu juga menyadari sosok Austin. Bahkan mereka saling bersitatap.
Austin tidak memperdulikannya lagi. Sesilia sudah menjadi masa lalunya begitu juga dengan wanita ular itu. Austin hanya masuk ke dalam mobil dan pergi dari kawasan club itu.
***
Yasmin memasuki ruangan Charles. Wanita itu ingin resign, tapi James menyuruhnya untuk mengatakan hal itu pada Charles. Untuk itulah alasan kenapa dia ada di ruangan Charles hari ini.
“Ada apa?”
“Saya ingin mengatakan kalau besok saya tidak akan datang kesini lagi. Saya ingin berhenti dari pekerjaan ini?”
“Kenapa?
“Apa kau sudah lelah melayani pria yang ada disini? Apa kau ingin berniat untuk bekerja di club lain?”
Mendengar hal itu membuat Yasmin marah. Dasar pria brengsek! Berani sekali dia berkata seperti itu tentang dirinya.
Chalres tidak peduli saat melihat raut wajah marah milik Yasmin.
Charles berjalan mendekati Yasmin. Wanita itu tentu jelas heran dan sedikit lengah.
Chalres langsung menarik Yasmin dan menciumnya!
Charles melepaskan ciuman itu dan berkata, “Daripada bekerja ditempat lain. Kenapa tidak jadi wanitaku saja. Kau terlihat sudah ahlinya. Aku akan membayar mahal untuk itu. Ayolah hartaku juga banyak seperti Austin.” Ujar Charles lalu memberikan selembar cek.
“Kau bisa tulis seberapa banyak yang kau mau. Tidak perlu menggunakan begitu banyak untuk menggoda para pria. Kau butuh ini kan? Aku akan memberikannya padamu.”
Yasmin tertegun, apa ini? cek?
Wanita itu sakit hati saat mendengar perkataan itu. Yasmin langsung merobek cek itu dan melemparkannya pada wajah Charles.
“Apa seperti itu pandanganmu mengenai diriku tuan Addison?” Yasmin jelas marah.
“Terima kasih. Tapi maaf kau salah besar tuan. Apa? Menggoda para pria? Yang benar saja. Aku memang membutuhkan uang tuan Addison. Tapi aku tidak melakukan hal yang kau katakan barusan apalagi sampai menjajahkan tubuhku. Aku masih menjunjung tinggi harga diriku.” Mata Yasmin berair kala mengatakan itu. Ia ingin menangis tapi ia masih menahannya.
“Terima kasih karena sudah membiarkanku bekerja disini. Dan maaf aku menolak tawaranmu yang menjijikan itu.”
***
TBC
Silakan beri like dan Vote untuk mendukung karya ini.
By. Insani Syahputri
^^^25 Maret 2022^^^