
Happy Reading
***
Satu bulan kemudian
Yasmin dan Della berkunjung ke mansion Austin. Tentu saja itu karena permintaan Fany yang tiba-tiba mengundang mereka untuk berkunjung kesana.
Saat ini mereka tengah membuat kue karena Charles akan berulang tahun. Jadi atas saran Fany mereka akan membuat kue untuk pria itu.
Yasmin belum kepikiran sampai ke sana. Tapi setelah berperang dengan egonya, akhirnya Yasmin memutuskan membuat kue untuk Charles. Bagaimana Charles sudah menjadi suaminya. Setelah mengenalkan dirinya pada keluarga Charles, akhirnya tanggal pernikahan mereka sudah ditetapkan oleh kakek Charles. Dua minggu setelah pertemuan dengan kakek Charles akhirnya mereka resmi menjadi suami istri.
Saat ingin mengambil tepung untuk membuat adonan, suara Fany membuat Della dan Yasmin langsung bergegas mendekati wanita itu.
"Argghh..." ucap Fany yang tiba-tiba merasakan sakit pada perutnya.
"Kau kenapa Fany?" Tanya Della yang terlihat khawatir sekali.
“Iya, jangan buat kami khawatir.” Tutur Yasmin yang tak kalah khawatir dari Della.
"Tidak tahu. Tapi aku rasa sudah saatnya aku mau melahirkan." Ucap Fany sambil memegang perutnya.
Della dan Yasmin terkejut.
"Ketubanmu sudah pecah," ucap Yasmin yang melihat cairan yang sudah mengalir di jenjang kakinya Fany.
Della pun langsung meminta tolong pada pelayan dan sopir di mansion itu untuk membantunya membawa Fany ke rumah sakit. Saat sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, Yasmin mencoba menghubungi Charles dan Delila, sedangkan Della langsung menelpon Ronald untuk memberitau Austin agar mereka bisa datang dan melihat Fany akan melahirkan.
Kini Della dan Yasmin sedang berdiri di depan ruangan Fany yang sedang bersalin, tiba-tiba datanglah Austin dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Mana istriku? Apa bayi kami sudah lahir?" Ucap Austin sambil mengatur nafasnya.
"Dia ada di dalam," ucap Della.
Saat Austin hendak menuju ke pintu itu, tiba-tiba dia mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu.
"Bayiku sudah lahir," ucap Austin yang menitikkan air mata.
"Aku sudah menjadi ayah" ucap Austin lagi.
***
Di dalam ruangan, bayinya Austin sudah selesai dimandikan. Kemudian pria itu bergegas menuju ruangan bayi bersama dengan Roy dan Ronald. Ada rasa bahagia, haru serta rasa yang tak tergambarkan lagi ketika melihat putranya yang baru lahir itu. “Dia sangat mirip denganku,” katanya pada Ronald dan Roy.
“Ya. Dan aku sangat memprihatinkan itu,” celetuk Roy.
“Ibunya yang sudah susah payah mengandung dan melahirkanya. Tapi dia, wajahnya mewarisi wajahmu,” saut Roy lagi.
“Tapi aku juga ikut bekerja membuatnya,” kata Austin tak terima.
Roy dan Ronald hanya mengendikkan bahu.”Siapa namanya?” Tanya Mereka.
“Axel Lucard Benero,” jawab Austin.
“Apa Fany sudah tau?”
“Belum. Tapi aku yakin kalau dia akan menyukai nama itu juga,”
“Tuan. Putra anda sudah bangun,” ujar perawat itu karena ketiga pria itu tak menyadarinya karena asik bicara.
Perawat itu membawa Baby Axel keluar dari brankar bayi itu dan memberikannya pada ayah sibayi. Austin terlihat senang dan tidak sabaran. Bahkan senyumannya sedari tadi tak pudar kala menatap manik mata biru laut putranya itu yang sudah terbuka.
Tapi tiba-tiba senyum Austin seketika luntur saat melihat ekspresi putranya yang tengah dalam gendongannya itu menampilkan wajah cemberut. Baby Axel terlihat badmood di hadapan Austin.
Tentu saja Roy dan Ronald tak kuasa menahan tawanya ketika mereka juga sama-sama melihat bagaimana ekspresi Baby Axel saat digendong oleh Austin.”Lihat. Dia sepertinya tidak menyukaimu,” ujar Roy dengan nada mengejek. Austin langsung menatap tajam kepada Roy.
“Kau benar,” saut Ronald sembari tertawa saat melihat kakaknya yang kini menatap datar dan nanar ke arah bayi itu
Pintu ruangan itu terbuka. Hal itu membuat ketiga pasang mata menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Seketika Austin menatap tak suka pada orang yang datang barusan,” Untuk apa dia kesini?” Ucapnya tak suka.
“Tentu saja ingin melihat bayinya Fany” ujar Charles kemudian muncul Yasmin yang juga datang bergabung bersama mereka.
Yasmin yang tidak sabaran langsung mendekat ke tempat Austin berdiri.”Boleh aku menggendongnya?” Tanya Yasmin meminta ijin pada Austin.
Austin menyetujuinya dan ia pun memberikan Baby Axel pada Yasmin dengan dibantu arahan sama perawat yang masih ada diruangan itu.
“Dimana Della?” Tanya Austin saat tidak menyasari keberadaan wanita itu.
“Dia sedang menuggu ibu dan mertua kakak di lobi rumah sakit.” Jawab Ronald.
“Siapa namanya?” Tanya Charles sambil mengelus pipi bayi itu yang berada dalam gendongan calon istrinya.
“Axel Lucard Benero.” Itu suaranya Ronald. Karena Austin hanya diam tak menjawabnya.
“Baby Axel. Kamu tampan sekali, baby.” Ujar Yasmin.
“Tentu saja. Dia itu putraku,” jawab Austin yang kembali membuka suara.
“Charles. Coba kamu gendong,” saran Yasmin. Bagaimana pun Charles pasti akan segera merasakan hal itu. Jadi apa salahnya dia mulai belajar dari sekarang. Setidaknya mulai dari cara menggendong bayi.
Charles terlihat senang dan antusias. Dengan cekatan ia mengambil alih Baby Axel. Mata Austin sukses membulat kala melihat senyum lebar dari bibir putranya ketika digendong oleh Charles.
“Siapa sih bapaknya? Kenapa Axel terlihat lebih bahagia digendong sama Charles?” Roy sengaja membuat Austin kesal.
Austin yang kesal ingin mendekati Charles tapi langsung ditahan oleh kedua human itu. “Ini baby, mau minta dijitak atau gimana,” kesal Austin.
Lagi-lagi Roy dan Ronald hanya tertawa puas sembari masih menahan dan memegang lengan pria yang sedang kesal bercampur marah itu.
“Papa ini lebih tampan darinya. Bahkan mamamu tergila-gila pada papa, tapi kenapa kau tidak senang saat papa peluk? Ck. Baru lahir saja sudah bikin kesal. Sudah masuk lagi sana ke rahim mamamu,” gerutu Austin. Semua yang ada diruangan itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan Austin pada putranya. Fany tidak mendengar itu lantaran wanita itu masih belum sadarkan diri setelah melakukan persalinan yang cukup lama.
***
Delila dan Thomas serta Alexander pun sudah tiba di rumah sakit. Sedangkan Roy dan Charles serta Yasmin sudah permisi pulang duluan.
"Ibu. Kini aku sudah menjadi Ayah. Anakku sudah lahir, bu." Ucap Austin sambil memeluk Ibunya dengan erat.
"Selamat Nak,"ucap Delila.
Alex dan Thomas juga ada di sana karena sudah seminggu ini mereka sudah berada di New york untuk melihat keadaan Fany yang akan segera melahirkan.
"Dia sangat mirip denganmu," ucap Delila sambil menggendong cucunya.
"Ya Bu,"ucap Austin.
"Siapa nama cucu kami ini, Nak?" Tanya Thomas.
"Axel Lucard Benero," ucap Austin dengan mantap.
"Nama yang bagus," ucap Delila.
"Bagaimana sayang? Kau suka namanya?" Tanya Austin pada Fany. Beruntung drama tadi tidak diketahui oleh Fany. Kalau Fany tau, Austin jamin wanita ini pasti akan marah padanya.
"Aku suka. Aku hanya berharap kelak dia akan menjadi anak yang sifatnya sama dengan mu. Penyayang dan pekerja keras," ucap Fany.
"Keinginan pun pasti akan terkabul sayang." Tutur Thomas sambil mengelus puncak kepala putrinya.
"Terima kasih Ayah dan Kak Alex sudah datang ke sini untuk melihat anakku," ucap Fany.
"Apa sih yang tidak buat keponakan paman. Meskipun tempatku jauh, aku pasti akan datang untuk melihat keponakanku ini," ucap Alexander.
"Kapan kau akan menikah dan memberikanku cucu pada Ayah?" tanya Thomas.
"Tidak akan lama lagi Ayah," ucap Alex.
"Kau jangan terlalu lama melajang," ucap Thomas.
"Itu juga bukan keinginanku Ayah. Hanya saja saat ini jodohku yang belum datang juga," ucap Alex. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu tertawa mendengar perkataannya Alex.
***
6 tahun kemudian
Fany dan kedua anaknya sudah ada dibandara. Mereka terlihat antusias menunggu kehadiran seseorang yang sangat penting dalam hidup mereka. Austin hanya pergi 3 Hari ke London untuk perjalanan bisnis yang mengharuskan ia ikut kesana. Tapi lihatlah anak keduanya ini, dia menganggap Austin itu seperti pergi dalam waktu yang lama. Bagaimana dengan Axel? Bocah kecil itu hanya bersikap biasa saja.
“Daddy.” Teriak anak perempuan kecil itu ketika menyadari keberadaan Austin.
“Allura. Jangan lari sayang. Nanti kau jatuh,” Peringati Fany saat melihat Allura berlari kecil mendekati kearah Austin dan Roy.
Benar saja bocah kecil itu langsung jatuh membuat Austin berlari mendekati putri kecilnya itu.
“Baby. Kenapa lari-lari sayang? Kan jadi jatuh,” Austin mengusap kaki putrinya itu dan dengan segera mengendongnya.
“Daddy. I miss you So much.” Allura tidak memperdulikan dirinya yang terjatuh, melihat daddy yang ada didekatnya membuat rasa sakit itu hilang.
“Daddy juga sangat merindukanmu, princess.” Austin mengecup pipi gemas Allura berulang kali. Fany dan Axel sudah mendekat dengan mereka.
“Mom juga sangat merindukanmu. Dad,” Bisik gadis cilik berusia 4 tahun itu.
“Benarkah?”
Allura langsung menganggukinya.
Cup...
Austin mengecup pipi Fany secara tiba-tiba membuat wanita itu tersipu malu. Sungguh ia ingin menghilang dari muka bumi saat ini juga. Apa Austin tidak tau tempat? Fany merutuki tingkah Austin suaminya itu. Lihatlah Roy. Sungguh ia sangat malu pada pria itu. Roy berdiri di belakang Austin sambil memegang dua koper milik mereka.
Austin menurunkan Allura dan beralih pada Axel putranya. “Hello Boy. What’s wrong?” Austin memeluk putranya itu.
“Oh come on Dad. Aku sangat bosan berdiri disini. Kapan kita pulang?” Axel ternyata sudah merasa kebosanan.
“Kita akan pulang, tapi kita singgah dulu ke rumah bibi Yasmin. Apa kau tidak ingin melihat Arin sayang,” goda Fany.
“Lusa Yasmin ingin merayakan ulang tahun Arin, tapi dia menyuruhku untuk singgah ke sana sebentar, tidak apa-apa kan?” bisik Fany pada Austin.
“Oke. Baiklah kita akan kerumah paman Charles sebentar,” ujar Austin pada kedua anaknya.
Austin mengusap kepala bocah berusia 6 tahun itu. “Boy. Setelah itu kita akan pulang ke rumah. Austin kembali menggendong Allura dengan tangan kanannya dan tangan kirinya memegang tangan Axel. “Ayo kita pergi.”
Fany tersenyum menyaksikan itu, dia pun langsung menggengang tangan kiri Axel dan berjalan bersama-sama menuju mobil mereka. Sungguh keluarga yang harmonis.
***
Tamat
Hai teman teman
Gimana dengan Novel ku, kalian suka ga? Aku harap kalian menyukainya.
Akhirnya selesai juga.
Jangan lupa tekan tanda love ❤ nya banyak banyak ya
Jangan lupa untuk memberi vote kalian.
Terima kasih karena sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya ini
Sehat selalu, doaku untuk kalian🙏
Sekali lagi terima kasih ya teman teman Readersku
Salam manis dariku
insani syahputri
^^^04/04/2022^^^