I'M Pregnant, Let'S Get Married

I'M Pregnant, Let'S Get Married
Part 47



Warning typo berserakan


Sebelum baca Like dan Vote Guys


Happy Reading


***


Hari ini Charles mengunjungi kediaman Austin.


Austin turun ke lantai bawah dan melihat siapa yang sedang berkunjung. Ternyata si benalu.


“Ada apa kesini?” Tanya Austin  tidak suka tapi Charles tidak menjawab, justru pria itu  menatap malas pada leher dan dada Austin.


‘Apa dia dia mencoba memamerkan itu padaku,’ batin Charles yang dalam mode kesal.


Sedangkan Austin tersenyum puas melihat raut wajah Charles yang merasa begitu kesal. Ternyata tidak sia sia memakai baju asal asalan hanya kerena ingin bertemu dengan tamunya itu.


Karena menjalin hubungan baik dalam bisnis mereka.  Maka kali ini Austin bermurah hati untuk menjamu tamunya dengan menyajikan minum di ruang tamu.


“Terima kasih bibi.” Ucap Charles pada Delila.


“Sayang. Ibu pulang dulu,”


“Baiklah buk. Hati hati. Maaf tidak bisa mengantarmu.” Tentu saja karena ada tamu tidak di undang datang ke mansion miliknya.


“Tidak apa apa. Ada Roy yang mengantarkan kami pulang.” Delila tersenyum lalu memanggil seseorang.


“Kami?” Charles tidak mengerti.


Seorang gadis datang mendekati Delila. Dia adalah Yasmin yang kini ikut bersama dengan Delila untuk ikut bersama dengan wanita paruh bayah itu.


Charles melihat wanita itu dan menatapnya dengan lekat, begitu juga dengan Yasmin.


“Ayo kita pergi,” Ucap Delila kala Yasmin hanya termenung.


“Ah. Baik bibi.”


“Tuan. Saya pergi bersama bibi. Terimakasih karena sudah menolong saya,” ucap Yasmin lalu diangguki oleh Austin.


“Siapa dia? Dia terlihat asing dan aku tidak pernah melihatnya disini? ” Tanya Charles saat ibu austin sudah pergi bersama dengan gadis yang dimaksud Charles.


“Yasmin.”


“Apa kau ingin menyakiti Fany lagi.” Charles memicingkan matanya tajam ke arah Austin.


“Jauhkan pikiran kotor itu dari kepalamu. Aku sangat mencintai Fany dan tidak berniat untuk menyakitinya lagi.”


“Jadi kenapa ada wanita asing di dalam mansionmu?”


“Ceritanya sangat panjang.” Austin pun menceritakan kejadian semalam pada Charles.


Mendengar itu tetap membuat Charles masih was was.


‘Yasmin. Aku akan mengawasimu,’ Batin Charles.


“Aku akan mengawasimu Austin. Aku tidak akan segan untuk membawa Fany jauh pergi darimu jika kau menyakitinya lagi.”


Charles meneguk Kopi buatan Ibu Austin tadi. “Kau tidak perlu mengawasiku. Aku tau apa yang harus kulakukan. Aku tidak akan mau meninggalkan Fany yang sudah seperti emas bagiku demi mendapatkan perak yang tidak berguna.”


Charles yang mendengar itu hanya mendecih tidak suka. “Ada apa kau datang kesini?” Tanya Austin cepat.


“Aku hanya ingin bertemu dengan Fany. Semalam Fany menyuruhku datang kesini.” Semalam sore Fany memberi pesan padanya agar datang kemansion untuk menemui wanita itu. Charles tentu senang dan akan mengabulkan perkataan Fany.


“Benarkah?” Austin seperti tidak percaya.


“Kau tidak tau. Apa Fany tidak memberitaumu? Kalau iya, apa alasannya?” Charles mencoba mamanasi Austin.


Seperti Austin terpancing. Ia sepertinya kesal, terlihat dari pria itu yang langsung meminum kopi itu sampai habis dan meletakkan gelas itu dengan keras diatas piring kecil. Sehingga bunyi benturan itu terdengar nyaring. Untung gelasnya tidak pecah.


“Kau terlihat sedang marah.” Charles terkekeh.


“Dimana Fany?” Tanya Charles karena sedari tadi ia tidak melihat keberadaan wanita itu.


“Dia masih tidur karena kelelahan akibat pergulatan kami tadi malam,” Sepertinya Austin melakukan serangan balik pada Charles.


“Oh begitu.” Charles tidak berkata apa apa lagi membuat Austin tersenyum penuh kemenangan.


Charles sudah menghabiskan kopi miliknya. Ia ingin pulang. Untuk apa dia berada lama lama disitu jika orang yang ia ingin temui tidak ada alias lagi tidur.


“Besok aku akan kembali kesini.”


“Tidak perlu. Untuk apa kau kesini lagi . Urusan kerja itu dikantor bukan disini.” Bantah Austin.


“Aku tidak ingin membahas soal kerja datang kesini. Aku kesini dengan alasan pribadi.”


“Aku tidak mengijinkanmu masuk.”


“Benarkah? Kita lihat saja besok. Apa kau bisa membantah perkataan istrimu,” Charles pun pergi setelah berkata seperti itu. Ia tidak ingin berdebat dengan Austin. Tidak ada habisnya.


Melihat Charles yang sudah pergi, Austin memilih untuk bergabung tidur lagi dengan istrinya yang masih pulas dalam tidurnya.


***


Di Sebuah mansion bermodel klasik, Delila tengah duduk manis di sofa mahal miliknya. Ia duduk bersama dengan Yasmin disana. Mereka sudah baru tiba dari mansion Austin tadi.


“Yasmin. Maaf jika aku menyinggung perasaanmu. Tapi kuharap kau jangan mendekati Austin.”


Delila langsung to the point. Yasmin terkejut. Sebenarnya gadis itu terkagum dengan sosok Austin karena telah menolongnya semalam. Pria itu terlihat gagah saat berkelahi dengan para komplotan yang mengejarnya.


“Kau tau kan kalau dia sudah memiliki istri. Aku tau dari tatapanmu semalam kau terlihat seperti menyukai putraku.”


“Bibi. Jadi karena itu alasannya bibi mengajakku kesini. Kuakui bibi sangat pintar. Benar aku sangat mengagumi putramu itu. Tapi bibi tenang saja. Aku tidak ada niat untuk menyakiti wanita semalam. Dia terlihat sangat baik.” Ujar Yasmin. Melihat keberadaan Fany semalam dan telah mengetahui status wanita itu membuat Yasmin mundur.


***


Hari ini suasana hati Austin sedang tidak baik. Saat ini, didalam ruangannya, Austin mencium rangkaian bunga yang terletak di atas meja kerjanya. Semuanya itu pemberian dari para karyawannya. Hari ini adalah hari yang sangat terpenting bagi Austin. Ia berulang tahun tepat pada hari ini.


Untuk karena itulah semua pekerja di kantornya pada memberikan bunga dan ucapan selamat, tapi tidak dengan Fany. Kenapa dengan wanita itu? Apa dia benar benar tidak tau atau bagaimana? Austin jadi sedih. Istrinya tidak ada memberikan ucapan selamat padanya.


Karena kesal Austin pun lalu membuang rangkaian bunga yang ada di meja itu sampai jatuh berhamburan ke lantai.


Dilain tempat, Fany tertawa bersama dengan Ibu mertua serta adik iparnya karena dia berhasil membuat Austin merasa kesal dengan berpura-pura tidak mengetahui kalau hari ini adalah hari ulang tahun suaminya.


"Apa yang akan kau rencanakan hari ini, nak?" Tanya Delila.


Fany pun mengatakan secara detail apa yang akan dia lakukan untuk suaminya itu. Fany ingin membuat dinner romantis untuk suami tercintanya.


"Sayang. Apa itu tidak terlalu berlebihan?” Tanya Delila.


"Apa ada yang salah Ibu?"


"Tidak salah. Seharusnya Austin yang melakukan itu padamu. Itu tugas seorang pria, bukan wanita. Kita hanyalah menerima perlakuan manis itu."ucap Delila.


Ronald kesal mendengar perkataan Ibunya. "Apa kami sebagai seorang pria tidak boleh merasakan hal itu juga Ibu," ucap Ronald.


"Ayolah Ibu. Inilah yang dinamakan percintaan yang harmonis. Lagi pula ulang tahun kakak itu datang hanya sekali dalam satu tahun. Jadi  apa salahnya kakak ipar membuat perlakuan yang begitu spesial utnuk kakak?" Ucap Ronald yang membela Austin.


Delila pun bertanya pada Fany, "apakah suamimu ini akan menyukai hal yang itu?" Delila jadi kurang yakin karena putra itu sedikit aneh orangnya.


Ronald pun menjawab " Tentu saja Ibu.  Lihatlah, Apakah ada seseorang yang tidak menyukai kejutan? Apakah kalian tau bahwa pria akan merasa terharu saat melihat wanita yang dia cintai memberikan kejutan yang sangat spesial untuknya."


"Bocah ini benar-benar mengetahui cara untuk membalas perkataanku." umpat Delila.


"Ayolah kakak ipar aku akan mendukungmu," ucap Ronald yang sepenuhnya mendukung rencana Fany.


Tiffany pun tersenyum dan berkata," terima kasih adik ipar."


“Oh ya bu. Yasmin dimana? Kenapa dia tidak ikut kesini?” Tanya Fany karena ia menyadari kalau Yasmin tidak ada bersama mereka.


“Dia tidak mau ikut. Padahal ibu sudah memaksa tadi.”


“Dia sibuk mencari lowongan kerja kakak ipar,” timpal Ronald.


“Lowongan kerja? Apa di kantor tidak ada lowongan kerja?” Tanya Fany pada Ronald.


“Ada tapi Yasmin menolak.” Jawab Delila.


“Biarkan saja dia berkembang biak.” Ujar Ronald.


“Ibu. Aku ke kantor dulu. Nanti kakak curiga padaku,” lanjut Ronald yang ingin pergi.


“Kau benar. Ya sudah cepatan pergi sana.” Jawab Delila.


***


Di kantor,  Roy datang menemui Austin dan berkata,"Kemana bocah tengil itu?" Roy menanyakan keberadaannya Ronald.


"Dia izin untuk datang telat karena Ibuku meminta bantuannya untuk pesta nanti malam," ucap Austin.


"Apa Fany tahu kalau hari ini kau berulang tahun? Apa yang kau minta padanya? Minta dia untuk membelikan sesuatu yang mahal untukmu." Cerocos Roy. Ia terlihat cerewet sekali hari ini.


Seketika mata Roy tertuju pada lantai tempat dimana terdapat rangkaian bunga yang sudah berhamburan.


"Apa kau sudah menerima bunga darinya?"


"Jangankan bunga sedangkan ucapan selamat ulang tahun saja tidak terucap dari mulutnya. Aku merasa kesal hari ini karena dia tidak mengetahui kalau aku sedang berulang tahun," Austin terlihat menyedihkan.


Flashback


Mereka sudah bangun tapi terlihat tidur bermalas malasan di atas kasur. Austin sedang menonton sesuatu di ponselnya. “Istrinya romantis sekali,” tutur Austin tiba tiba dan itu membuat Fany menatap heran pada Austin.


“Siapa?”


“Ini sayang. Lihat.” Austin menunjukkan video yang ia tonton tadi.


“Suaminya lagi berulang tahun, jadi wajar saja dia melakukan itu untuk menyenangkan suaminya,” ujar Fany.


"Apa kau ada inisiatif untuk merayakan pesta ulang tahunku? Seperti dia," Tanya Austin spontan lalu jarinya menunjuk pada wanita yang ada di video itu.


‘Hehe. Kita kasih kode dia,’ batin Austin. Ia juga ingin menjadi seperti pria dalam video itu. Dimana sang istri membuat kejutan pada sang suami lalu berlanjut dengan dinner romantis hanya berduaan saja.


"Memang kapan kau berulang tahun?" Tanya Fany yang berpura-pura tidak tahu.


"Apa kau tidak tahu?" Wajah Austin terlihat datar. Tidak ada ekspresi lagi ketika mendengar istrinya tidak tahu kapan hari ulang tahunnya.


"Aku tidak tahu," ucap Fany.


“Aku mau mandi dulu,” Austin beranjak dari kasur dan pergi ke kamar mandi.


Diam-diam Fany tertawa sendiri melihat tingkah Austin sekarang.


Flashback End


***


To Be Continued


Thanks sudah mampir membaca novel ini


Salam manis dariku


Insani Syahputri


^^^09 Maret 2022^^^