
Happy Reading
🌷🌷🌷
Yasmin membawakan Mocca panas untuk Charles. Pria itu mengunjunginya ke cafe. Entah apa yang terjadi pada diri Charles. Sore sepulang dari kantor, ia justru singgah ke cafe tempat wanita yang selama di kantor selalu mengganggu pikirannya.
Tadi saat ia masuk ke dalam, benar saja Charles melihat Yasmin ada disana dan sedang bekerja.
“Kenapa kau datang ke sini?” Tanya Yasmin sinis.
“Apa kau pemilik cafe ini? Tidak kan.” Balas Charles.
“Cepatlah. Setelah itu kau bisa pergi dari sini.”
“Apa kau ingin aku memberitau bos mu karena tidak melayani pelanggannya dengan baik?”
Sebenarnya kedatangan Charles kesitu hanya untuk meminta maaf pada Yasmin karena perkataan saat itu. Tapi egonya sangat tinggi saat ini untuk mengatakannya.
Begitu juga denganYasmin, wanita itu masih marah dengan Charles. Oleh karena itu dia malas meladeni pria itu.
Yasmin meninggalkan Charles yang sedang menikmati minum yang ia saji tadi. Lalu ia pergi meninggalkan meja yang di tempati oleh Charles.
Hari semakin gelap, Yasmin segera memasukkan barang miliknya ke dalam tas. Yasmin mencari Zendaya. Saat ingin keluar dari dapur, Zendaya menampak diri dihadapan Bella sambil memegang nampan.
“Zen. Aku pulang duluan.” Pamit Yasmin.
“Baiklah. Kau pulang naik apa?”
“Biasa, naik bis.”
“Ya sudah, hati-hati ya.”
Yasmin mengangguk dan pergi dari cafe itu. Saat sudah di luar, Yasmin terkejut mendapati Charles ada diluar seperti sedang menunggu seseorang.
“Tuan masih disini? Nunggu siapa?” Tanya Yasmin sambil melihat sekelilingnya.
“Menunggumu. Ayo masuk. Aku akan mengantarmu.” Ujar Charles.
“Tidak perlu. Terimakasih.”
Tubuh Yasmin bergerak saat tangan pria itu menarik tangannya dan membawanya masuk kedalam mobil miliknya.
“Lepaskan.” Yasmin segera menepis tangan pria itu dan pergi dari sana.
“Apa-apaan dia itu.” gerutu Yasmin.
***
Ronald membawa Della. Saat sampai disana, ia melihat raut wajah ibunya yang terlihat sedih.
“Kenapa bu?”
“Yasmin mau pergi.” Ujar Delila sedih.
“Kemana?” Tanya Ronald.
Della kenal siapa Yasmin. Dia pria yang diselamatkan oleh Roy dan Austin. Fany sudah menceritakan semuanya.
“Yasmin berencana ingin tinggal di kontrakan yang di sewa sendiri.”
“Mungkin itu sudah keputusan yang terbaik untuknya, bu. Kita tidak bisa melarangnya.”
“Kau benar. Katanya dia ingin hidup mandiri dengan penghasilannya sendiri.”
“Dia siapa?” Delila menyadari sosok Della disana.
“Dia kekasihku, bu. Kami sudah cukup lama menjalin hubungan.”
Saat ini mereka berdua bernafas lega ketika menjelaskan hubungan mereka pada Delila. Meskipun tadi Ronald sempat mendapat jeweran panas dari Ibunya. Bagaimana tidak? Delila tidak menyangka kalau putranya ternyata diam-diam sudah menjalin hubungan dengan Della. Kini ia ingat siapa gadis yang dibawa Ronald. Dia adalah teman dari Fany menantunya dan gadis itu juga bekerja di perusahann milik Addison.
Ia pikir Ronald tidak tertarik dengan namanya perempuan. Mau tak mau membuat Delila melakukan perjodohan dan gagal. Tapi lihatlah gadis yang dibawa putranya itu. Tidak masalah pikir Delila. Ternyata Ronald cukup pintar memilih kekasih.
“Soal gadis bernama Clara gimana?” Tanya Della ragu dan sedikit khawatir.
“Tidak perlu khawatir sayang. Dia sudah menelpon Ibu untuk membatalkan perjodohan itu. Awalnya Ibu sedih karena gagal mendapatkan gadis untuk Ronald . Eh Syukurlah. Tau-taunya Ronald si bodoh ini sudah punya kekasih.” Wanita itu menatap kesal pada Ronald putranya yang bodoh itu. Delila berpikir kenapa kedua putranya tidak pernah beres dalam perjodohan yang dilakukannya.
“Maaf  bu.” Tutur Ronald.
***
Seminggu sudah berlalu. Saat ini Austin sudah tiba di hotel miliknya. Malam ini adalah perayaan 50 tahun Nero Corp miliknya yang dulu dibangun oleh mendiang ayah dan kakeknya.
Ia tidak masuk kedalam saat menatap seorang gadis yang mondar-mandir di pintu utama hotel itu.
Saat mereka saling bertatap gadis itu membungkuk hormat pada Austin.
“Yasmin. Kenapa tidak masuk?”
“Saya tidak diijinkan masuk sama penjaga karena tidak membawa undangan.”
“Ayo masuk bersamaku. Fany dan yang lainnya sudah ada di dalam.” Ajak Austin. Tadi pria itu keluar lagi karena mengambil sesuatu di dalam mobilnya.
Mereka memasuki hotelnya. Sesampainya di dalam Austin langsung mencari keberadaan istrinya, sedangkan Yasmin menjumpai Delila. Gadis itu sudah menganggap Delila seperti ibunya.
***
Charles datang ke pesta itu. Tentu saja karena dirinya di undang datang ke sana.
Pria itu sedang berbicara dengan berbicara dengan pengusaha lainnya di sana.
“Bagaimana kabar orangtua?” tanya pria yang sudah cukup berumur.
“Mereka baik-baik saja di sana.”Ujar Charles.
“Aku harus mengunjunginya sesekali,” ujar Pria bernama Alberto itu sekaligus diselingin dengan tawanya.
“Dan dia pasti akan menyambutmu tuan Albert,”
“Tidak perlu formal tuan Addison,” Mereka pun tertawa.
Tak jauh dari sana Yasmin memperhatikan mereka. Wanita itu terkejut saat mendapati Charles yang menatap ke arahnya. Ia segera pergi menemui Delila.
Acara pun dimulai dengan kata sambutan dari Austin sebagai pemilik Nero corp yang pada mulanya di dirinya oleh Ayahnya terdahulu.
Kata sambutan itu berakhir ketika mengumumkan bahwa Naels hotel akan di pimpin oleh Adiknya Ronald. Itu sudah keputusan yang benar yang telah di buat Austin.Ia merasa kalau Ronald sudah cukup umur dan ilmu untuk memimpin usaha hotel miliknya.
Semua orang tengah menikmati pestanya. Theresa juga terlihat di pesta itu karena orang tuanya cukup berpengaruh di kota itu.
Dia mendekati Charles dan menawarkan segelas wine padanya. Sebenarnya Charles ingin menolaknya, tapi karena ayah Theresa datang mendekati mereka membuat Chalres mengambil gelas itu dari tangan Theresa dan meminumnya tanpa ragu.
“Kau terlihat tampan Charles.” Puji Ayah Theresa.
“Terima kasih paman atas pujiannya.” Ujar Charles.
“Kalian berbincanglah. Ayah mau kesana dulu.”
Ayah Theresa meninggalkan dua orang itu. Charles merasa ada yang aneh pada dirinya. “Kau kenapa Charles?” Theresa hendak menyentuh Charles tapi pria itu segera menepisnya.
“Menjauhlah.” Sentaknya tapi syukur tidak ada orang yang mendengarnya kecuali Theresa.
Charles segera pergi meninggalkan tempat Theresa berada. Dia ingin pergi suatu tempat untuk menghilangkan rasa aneh yang menjalar di tubuhnya.
Ketika berjalan meninggalkan pesta itu, matanya tidak sengaja menangkap sosok Yasmin berada dekat sebuah meja. Wanita itu terlihat sedang menikmati makanan yang ia ambil dari meja prasmaran tadi.
Charles berjalan mendekati Yasmin. “Ada apa?” tanya Yasmin saat melihat Charles mendekatinya.
“Ikut aku,” pria itu menarik paksa tangan Yasmin.
Ditarik secara paksa membuat Yasmin tentu memberontak untuk segera dilepaskan.
“Kau mau membawaku kemana?” tanya Yasmin saat mereka sudah ada di lorong kamar hotel.
Tangan pria itu membuka salah satu pintu kamar itu dan membawanya masuk kedalam sana.
Charles segera menguncinya dan membawa Yasmin menuju kasur besar di sana.
“Apa yang ingin kau lakukan?” Yasmin ketakutan saat Yasmin dihempaskan di atas kasur itu.
“Tolong bantu aku. Seseorang memasukkan sesuatu pada minumanku,” ujar Charles sembari membuka jas dan kemeja yang ia pakai karena kepanasan. Terlihat dari dahi dan leher pria itu yang sudah basah karena keringat.
“Tidak. Aku tidak mau.” Yasmin tentu tau kemana arah pembicaraan dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia harus segera pergi.
Tetapi usahanya gagal saat Charles berhasil menangkapnya.
“Aku sudah memohon baik-baik padamu. Tapi maafkan aku. Sungguh aku tidak tahan lagi.”
Charles menjatuhkan tubuh Yasmin ke kasur itu lagi. Dia segera naik dan mengukung tubuh Yasmin.
“Charles. Aku bukan wanita seperti itu. Aku mohon. Kau carilah wanita lain.”
“Tidak bisa. Aku hanya menginginkan tubuhmu saat ini. Aku tidak tahan lagi.” Secara tiba-tiba Charles mengecup bibir Yasmin dan mengatakan. “Aku akan memulainya, ”
Kemudian Chalres  menarik baju Yasmin secara paksa sembari kembali mencium bibir Yasmin. Charles tentu saja bisa melakukan yang dia mau karena tenaga pria itu cukup kuat dibandingkan tenaga Yasmin yang lemah. Meskipun begitu Yasmin tetap melakukan pemberontakan meskipun berakhir sia-sia.
(Adegan selanjutnya disensor)
Tiga jam sudah berlalu, Yasmin dibuat tak berdaya oleh Charles, Pria itu terus-terus menggempurnya tanpa henti. Yasmin merasa kalau rahimnya sudah penuh diisi oleh mani pria itu. Charles mengeluarkannya di dalam. Pria itu baru mengakhiri kegiatan saat mendapati Yasmin yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
***
Thanks sudah baca novel ini
Vote dan likenya jangan lupa ya
By Insani Syahputri
^^^30-03-2022^^^