
Hello Everyone...
Sebelum baca Vote dulu
Jangan lupa kasih like nya guys
***
(Sebelumnya)
"Ada apa keperluan apa tuan memanggil saya ke sini?" Ucap Tiffany.
"Saya menyuruhmu ke sini karena ingin merekomendasimu untuk menjadi sekretaris saya!" Ucap Charles.
"Apa!" Tiffany tentu saja terkejut. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan dijadikan sekretaris oleh tuannya. Kenapa harus dia? Pikir Fany. Padahal masih banyak karyawan yang lebih berkompenten darinya. Dia hanya takut akan pandangan karyawan lain mengenai dirinya jika dia menerimanya.
***
"Ada apa? Apa kau tidak senang?" Tanya Charles sedikit heran ketika melihat ekspresi wajah Fany. Reaksi macam apa itu.
"Tidak begitu tuan! Hanya saja kenapa harus saya yang menjadi sekretaris tuan?" Tanya Fany.
"Sementara saya hanya karyawan biasa disini. Tuan mungkin tau kalau kantor ini masih banyak orang yang mau bersedia menjadi sekretaris tuan bahkan mereka juga terlihat lebih baik dari saya," lanjut Fany lagi.
"Tapi saya hanya kamu yang menjadi sekretaris saya!" Tegas Charles.
"Tapi saya tidak bisa tuan Charles!" Fany menolak dan masih tetap pada pendiriannya.
"Saya tidak suka di bantah jadi saya ingin kau menjadi sekretaris saya. Tidak ada kata penolakan," ucap Charles masih bersikeras untuk menjadi Fany sebagai sekretarisnya.
"Atau___" Charles menjeda perkataanya.
"Atau apa tuan?" Ucap Fany yang sangat ingin tau apa yang akan dikatakan Charles selanjutnya.
"Kau bisa untuk mengambil surat pemecatan pada HRD sekarang juga!" Ucap Charles dengan sedikit mengancam.
"Tidak tuan___Anda tidak bisa melakukan ini! Saya tidak akan memiliki pekerjaan lagi jika saya keluar dari perusahaan ini," Ucap Fany terkejut.
"Kenapa tidak. Saya bos disini! Saya sudah menawarkan pekerjaan yang lebih baik tapi anda menolaknya Nona Lee," balas Charles.
"Sekarang semua keputusan tergantung padamu Nona Lee," lanjut Charles.
"Baiklah tuan Charles. Saya akan menerima permintaan anda," Fany pasrah.
"Good choice Nona Lee!" Ucap Charles sambil tersenyum senang.
"Kalau begitu saya pamit keluar tuan Charles karena masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan," ucap Tiffany yang sudah berdiri dari kursi.
"Baiklah Nona Lee___ Mulai besok anda sudah boleh memindahkan barang-barang anda ke meja itu." Charles menunjuk ke arah meja yang dimaksud pria itu. Charles telah memperkerjakan seseorang untuk meletakkan meja kerja sekretarisnya tepat di sebelah meja miliknya meski jaraknya agak sedikit jauh. Ya. Mereka akan satu ruangan mulai besok.
Charles memang sengaja melakukan itu karena dia ingin sekretaris barunya bersebelahan dengannya agar lebih mudah untuk saling berkomunikasi dan mempermudah melakukan pekerjaan. Charles sebenarnya diam-diam ingin mengenal Fany lebih jauh.
"Saya mengerti pak!" Ucap Fany lalu melangkah kakinya keluar dari ruangan.
"Gadis yang menarik! Malah aku dipanggil bapak lagi! Apa aku setua itu?" Ucap Charles sambil tersenyum.
🌷🌷🌷
"Kau dari mana saja? Aku dari tadi mencarimu, Fany" Ucap Della saat melihat Fany baru datang diruangan mereka..
"Aku dari ruangannya pak Charles!" Ucap Fany saat mendudukan dirinya pada kursi kerjanya..
"Apa! Ruangan pak Charles? Ngapain Fany?" Tanya Della yang terlihat begitu antusias. Penasaran lebih tepatnya.
"Tuan Charles menyuruhku untuk menjadi sekretarisnya," jawab Fany secara gamblang dengan nada malas dan orang akan tau kalau gadis tidak menyukainya hanya dengan mendengar nada bicaranya.
"Kenapa kau sepertinya tidak terlihat senang? Seharusnya kau senang dan kita patut merayakannya," ujar Della terlihat bahagia.
"Bagaimana mungkin aku harus senang? Aku justru bingung dan sedikit takut. Kau tau, aku akan takut sekali pada orang-orang di kantor ini. Bagaimana nanti tanggapan mereka jika tau kalau aku tiba-tiba jadi sekretarisnya pak Charles! Mereka pasti tidak akan suka dan akan menceritakan yang tidak-tidak mengenai diriku," ucap Fany lalu membenturkan kepalanya ke meja kerja itu.
"Kenapa kau harus takut Tiffany? Kau tidak usah pedulikan perkataan mereka!" Ucap Della.
"Kau tau aku hanya karyawan bawahan dan tiba-tiba jadi sekretarisnya pak Charles padahal masih banyak yang lebih baik dariku yang pasti mau menjadi sekretarisnya tuan Charles." Fany berkata sambil menangis kecil. Dia merasa menjadi sekretarisnya Charles adalah beban yang terasa berat dipundaknya saat ini.
"Fany. Dengar aku! Jangan bersedih!" Ucap Della sambil memegang wajah Tiffany sehingga mereka saling bertatapan.
"Kau tidak usah pedulikan apa kata-kata orang nanti! Ini adalah keberuntunganmu Fany. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kau hanya perlu lebih bekerja keras lagi untuk menunjukkan pada mereka semua bahwa kau bisa melakukannya juga," ucap Della terlihat serius.
"Benarkah? Apa aku bisa melakukannya?" Ucap Tiffany yang ternyata kurang percaya diri terhadap kemampuanya.
"Kau pasti bisa Fany. Pokoknya kau harus bekerja dengan giat dan aku pasti akan selalu mendukungmu," ucap Della dengan tersenyum untuk memberi semangat kepada Fany.
"Terimakasih Della. Kau memang teman terbaikku!" Ucap Fany sambil memeluk Della.
🌷🌷🌷
Seorang pemuda tampan keluar dari mobil mewahnya Roll Royce warna hitam dan masuk ke dalam gedung yang bertuliskan Addison Corp.
"Silakan tuan Austin. Anda sudah ditunggu oleh tuan Charles di ruangannya!" Ucap Repsesionis itu sambil memberikan jalan dan mengantarkan Austin ke ruangannya Charles. Sejujurnya para repsesionis itu juga terpesona dengan wajah tampan Austin. Siapa juga yang tidak jatuh hati pada pria tampan, gagah dan kaya raya ini. Sama halnya dengan bos mereka. Pikir Repsesionis itu.
"Tuan Charles. Tuan Austin sudah tiba disini," ucap Jack memberitahu kedatangan Austin pada Charles.
"Hmm. Aku sudah tau!" Ucap Charles terlihat sibuk dengan laptopnya.
Tiba- tiba ada suara ketokan pintu terdengar oleh telinga Charles dan Jack."Itu pasti dia!" Ujar Jack lalu berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut.
"Senang bisa berjumpa denganmu tuan Austin!" Ucap Charles saat melihat keberadaan Austin didalam ruangannya..
"Tidak perlu terlalu bicara dengan formal tuan Charles!" Balas Austin.
"Begitu pula dengan anda Austin!" Ucap Charles terkekeh pelan.
"Baiklah. Apa kita bisa mulai rapatnya?" Tanya Austin.
"Tentu saja bisa Austin!" Jawab Charles. Mereka pun memulai rapat mengenai kerja sama bisnis Mereka. Pembicaraan mereka terdengar serius sehingga tak terasa sudah satu jam lebih lamanya mereka berada didalam ruangan milik Charles.
"Semoga kerja sama ini bisa saling menguntungkan untuk perusahaan kita Austin dan senang jika perusahaan saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan anda!" Ucap Charles sambil menjabat tangan.
"Begitu pun dengan anda Charles. Senang bisa bekerja sama denganmu,"ucap Austin.
"Kalau begitu aku pergi dulu," Ucap Austin yang ingin meninggalkan ruangan kantor Charles.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu sampai ke lift," ucap Charles hendak berdiri dari sofa yang di dudukinya.
"Tidak perlu repot Charles! Kau lanjut saja pekerjaanmu yang lain. Aku akan pergi sendirian saja," Ucap Austin.
"Baiklah. Kalau itu mau!" Ucap Charles kembali duduk di sofa berwarna hitam yang terletak tak jauh dari meja kerja miliknya.
"Kalau begitu saya pergi dulu," ucap Austin.
"Hmm, iya. " Ucap Charles.
***
Tiffany terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia terlihat lemas, bahkan wajah gadis itu juga pun terlihat pucat basi. Di saat dia sedang tengah serius bekerja tiba-tiba ada wanita yang datang dan menjambak rambut Tiffany.
"Hei kau. Apa yang kau lakukan sama tuan Charles sampai-sampai kau bisa jadi sekretarisnya?" Ucap wanita yang bernama Shinta smith.
"Hah. Sakit!" Ucap Fany refleks memegang rambutnya.
"Sialan. Apa-apaan sih kamu tiba-tiba datang dan main jambak aja," ucap Della dan langsung mendorong tubuh Shinta sampai terjatuh. Ya Della datang membela Fany yang mendapat perlakuan yang keji dari wanita tak tau diri itu. Shinta namanya.
"Dasar wanita ******!" Ucap Shinta bangkit dan mendorong tubuh Della.
"Shinta. Apa kau punya masalah denganku?" Tanya Fany sambil membantu Della untuk bangkit saat tersungkur tadi karena ulah Shinta.
"Menurutmu?" Ucap Shinta langsung menampar pipi Fany.
"Seharusnya aku yang jadi sekretaris tuan Charles bukan kau!" Ucap Shinta lagi.
"Aku minta maaf. Aku tidak tau apa-apa Shinta! Aku juga terkejut saat pak Charles memintaku untuk menjadi sekretarisnya," ucap Fany sambil memegang pipinya yang merah akibat bekas tampar Shinta.
"Kau jangan mengarang cerita Fany atau jangan-jangan kau sudah tidur dengan Charles ya," tuduh Shinta yang ingin mempermalukan Fany di depan karyawan lainnya
"Wacth your mouth, *****.” Ucap Della langsung menampar pipi Shinta.
"Kau.” Ucap Shinta yang ingin membalas tamparan Della. Tiba-tiba semua orang yang ada di situ langsung berkumpul menyaksikan pertengkaran hebat itu. Shinta ingin mendorong tubuh Della tapi di halau oleh Fany sehingga Fanylah yang terjatuh dan tubuh membentur meja.
Mendadak kepala Fany terasa pusing. Tak lama kemudian gadis itu pun tidak sadarkan diri.
Tak jauh dari tempat pertengkaran terlihat Austin yang berjalan melewati lobi kantor. Tiba-tiba pria itu melihat ada kerumunan. Austin terlihat sangat penasaran dengan apa yang terjadi di sana. Kemudian Austin pun memutuskan untuk pergi melihatnya.
Di saat dia pergi ke sana, semua orang terkejut dengan kedatangan Austin. Siapa yang tidak kenal dengan Austin. Ceo muda dari Nero Corp yang terkenal akan ketampanan dan pesona pria itu. Semua orang pun membungkuk hormat kepada Austin dan memberikan akses jalan kepadanya. Austin terkejut ketika melihat wajah wanita yang tidak sadarkan diri di hadapannya itu.
“Fany.” Gumamnya pelan. Ya siapa lagi kalau bukan Tiffany Lee. Refleks Austin berjalan mendekati tubuh Fany.
"Dia kenapa bisa seperti ini?" Ucap Austin terlihat marah.
Austin tiba-tiba teringat perkataan Ibunya yang mengatakan bahwa Fany kini tengah hamil dan itu membuat dia semakin khawatir.
🌷🌷🌷
Hai readersku jangan lupa beri tanda jempolnya banyak-banyak ya
Dan jangan lupa komen juga untuk memberiku saran dan ide kalian
Jangan lupa beri vote kalian juga ya
Thank you
Love banyak-banyak untuk kalian
^^^28-01-22^^^