I Choose You!

I Choose You!
Karena Aku Mencintaimu



'Apa yang aku lihat ini? Kenapa dia duduk di atas kursi roda dan menggunakan kacamata hitam? Apa yang terjadi padanya selama setahun terakhir ini?' batin Alona.


Alona melihat adiknya juga di belakang Kenzie.


'Lita? Kenapa Lita juga ada di sini?'


"Andre! Di mana Alona? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Kenzie masih dengan kepanikannya.


"Andre, Vegas? Kenapa kalian diam saja. Apakah kalian semua sudah bisu? Katakan padaku, di mana Alona dan bagaimana keadaannya?" imbuhnya.


Andre dan Vegas sama-sama tidak menjawab karena disana sudah ada wanita yang dicari oleh Kenzie. Alona menatap heran pada Vegas yang di mana memang ia belum tahu bahwa Vegas adalah adik kandung Kenzie.


"Apa kalian tidak dengar pertanyaan sederhana dariku ini? Apa Kalian juga tidak tahu betapa khawatirnya aku ketika mendengar suara teriakan gadis yang sangat aku cintai?"


"Tak tahukah kalian betapa inginnya aku memeluknya? Kalian sudah aku perintahkan untuk menjaganya, ke—" ucapannya terhenti karena Alona menyentuh tangannya.


Air mata Alona tak bisa ditahan lagi, banjir deras sampai menetes di tangan Kenzie yang ia sentuh. Seketika pikiran negatif selama 1 tahun terakhir tentang Kenzie pudar.


Tatapan yang begitu dalam itu Alona tunjukkan untuk Kenzie yang diam merasakan hangatnya tangan mungil Alona. Mulut dari tadi itu seperti terkunci, menangis namun tidak bisa mengeluarkan suara, Lita pun mencoba menenangkan sang kakak, tapi ia tahan karena takut merusak suasana.


"Alona?" Kenzie mengenali tangan Alona.


"Alona? Apakah itu—kamu?" tanyanya lagi dengan sejuta harapan jika seseorang yang menyentuh tangannya adalah wanita yang ia cintai.


Suara Alona masih tertahan di bibirnya, ia tak bisa berkata apapun selain menangis di bahu peia bertubuh bidang itu. Ya, Alona memeluk Kenzie dengan erat, begitu juga dengan Kenzie membalas pelukan kekasih hatinya karena telah mengenali siapa yang memeluknya.


"Alona, maafkan aku," akhirnya Kenzie bisa mengatakannya. "Kamu janganlah menangis. Tak tahukah kamu, jika aku sangat terluka ketika mendengarmu menangis seperti ini?" imbuhnya.


"Kenapa kamu menjauhiku, Kak?" Alona mulai memukul kecil dada Kenzie yang bidang.


"Kak ... kenapa tiba-tiba kamu pergi. Lalu undangan itu ... Apakah kakak tahu, jika undangan itu telah menyakiti perasaanku?"


Kalau nama saya memukul kecil tubuh Kenzie sebagai rasa sakitnya menahan rindu selama satu tahun lebih.


"Lebih sakit lagi ketika kamu juga melaranganku untuk menghadiri pernikahanmu," lanjut Alona.


"Kak, ini hidupku dan hidup adikku kamu yang menanggung. Tapi kamu tidak pernah sedikitpun mengabariku akan keadaanmu yang seperti ini,"


"Kenapa, Kak, kenapa? Apa aku salah memintamu berbakti kepada Nenekmu? Setidaknya putuskan hubungan kita secara baik-baik, jangan menyakitiku dengan cinta dan rindu yang berat ini, hiks, hiks, hiks," Alona terus menangis, hanya itu yang bisa Alona lakukan.


Memang Kenzie belum bisa menceritakan semua yang terjadi padanya, karena saat itu cintanya masih dalam keadaan menangis. Semua yang ada di dalam apartemen itu memilih untuk keluar, mereka memberi keduanya waktu supaya bisa menyelesaikan masalah dan kisah cinta mereka yang tertunda.


Alona memberanikan diri menggenggam kembali tangan Kenzie, kemudian mengajak sesuatu yang sampai membuat Kenzie meneteskan air matanya.


"Kak, tak tahukah kamu bahwa aku sangat, sangat mencintaimu? Aku bahkan hampir gila karenamu. Aku sangat takut jika kau benar-benar telah menjadi milik orang lain. Apakah kamu tahu betapa sakitnya perasaanku, Kak?" suara Alona sampai terbata-bata.


"Kak, Aku ingin sekali bisa menjadi bagian dalam hidupmu. Tapi aku juga tidak ingin menjadikanmu sebagai anak yang durhaka karena tidak mendengar perintah dari nenekmu,"


"Tapi sungguh-sungguh aku ingin sekali menjadi pendamping hidupmu," Alona terus saja mengatakan hal itu.


Lenguhan panjang terdengar dari mulut Kenzie. Pria dewasa ini tak banyak bicara, tapi tetap mencoba menjawab setiap pertanyaan dari Alona. "Katakan padaku, kenapa kamu mau menjadi pelengkap kekuranganku, Alona? Kamu mampu mendapatkan yang lebih dariku," katanya.


"Karena aku mencintaimu," bisik Alona dengan suaranya yang lembut.


Jantung Kenzie sampai berdebar hebat, seketika seperti waktunya terhenti. Alona juga lalu menciumi tangan Kenzie seraya mengatakan kata 'Aku mencintaimu' secara berkali-kali.


"Saat kamu menjauh dariku, aku merasa kesepian, separuh jiwaku seperti mati, Kak. Apa kamu tahu itu?" sambung Alona.


"Saat kamu acuh padaku, aku merasakan pedih yang tidak pernah bisa aku gambarkan. Lalu, saat kamu memutuskan untuk pergi dengan wanita lain, yah ... Meskipun itu hanya pura-pura saja, aku seperti mati rasa seketika itu. Kamu mencintaimu, aku mencintaimu,"


"Lalu, apalagi yang membuat kita tidak bisa bersama? Wanita yang seharusnya menjadi istrimu juga telah pergi jauh darimu,"


Banyak hal yang mereka bicarakan malam itu, bercanda bersama, menceritakan masa lalu, dan menceritakan saat mereka terpisah. Meski mereka sudah bersatu kembali, Kenzie tetap menjaga kehormatan Alona dengan hanya membiarkannya tidur bersama Lita malam itu.


Malam itu, setelah setahun lamanya, akhirnya Kenzie bisa tidur nyenyak. Vegas, sebagai adiknya juga turut bahagia melihat kakaknya bahagia seperti itu, kini hanya mencari pendonor yang cocok untuk sang kakak supaya bisa melihat dunia lagi.


"Kak, akhirnya aku bisa melihat senyummu kembali. Sudah sejak lama ketika ayah dan ibu tiada, kamu tidak bisa terlihat tersenyum seperti ini," gumam Vegas lirih.


"Sebenarnya aku juga merasakan hal lain terhadap Alona. Tapi dia milik kakakku, jadi aku tidak mungkin meneruskan rasa ini,"


***


Pagi hari, Alona sudah rapi dan wangi. Hari itu Alona akan bolos kuliah untuk menghabiskan waktu berdua dengan Kenzie saja, sebelum Kenzie kembali. Alona begitu semangat menyambut pagi dan bersikap layaknya remaja yang sedang jatuh cinta.


Alona akan mengajak Kenji jalan-jalan menikmati suasana di Singapura hari itu.


"Alona," panggil Kenzie.


"Iya, Kak Ken?"


"Apa kamu tidak malu jalan bersama orang buta sepertiku?" tanya Kenzie, minder.


Alona menghentikan langkahnya. Lalu ia tiba-tiba memeluk Kenzie dengan erat serta mengatakan bahwa dirinya mencinta Kenzie. Kemudian, ia berlari dan menyanyikan lagu cinta untuk Kenzie di depan sja orang.


Ia memperkenalkan Kenzie pada semua orang, bahwa Kenzie adalah kekasihnya. Membuat Kenzie terharu karena tak menyangka saja jika wanita yang ia cintai bisa mencintainya dengan tulus.


"Suaramu merdu sekali. Tidak kusangka kamu mengalami peningkatan cepat ini," sanjung Kenzie.


"Aku juga tidak menyangka, rupanya pria yang aku cintai ini memiliki agensi yang cukup besar di Cina. Begitu juga dengan kebohongan tentang pernikahan yang bersama dengan Kak Jean," balas Alona.


"Apa kamu tahu, Kak Ken?" lanjut Alona.


"Apa?" tanya Kenzie.


"Sebenarnya aku marah sekali ketika kamu ingin menikahi Kak Jean," ungkap Alona.


"Mengapa demikian?" tanya Kenzie lagi.


"Ya karena ...."