I Choose You!

I Choose You!
Pertemuan Mengharu deru



Sebelum mendapatkan telepon dari Alona, Kenzie memang beberapa hari terakhir selalu memikirkan tentang Alona yang sudah sangat lama sekali tidak berkomunikasi dengan lancar.


Alasan Kenzie jarang sekali menerima telepon dari Alona, dia hanya tidak ingin mengganggu usaha Alona yang sedang meraih cita-citanya.


Namun ketika Kenzie sedang melamunkan tentang Alona, tepat sekali Alona meneleponnya dan entah kenapa Kenzie langsung menjawab telepon tersebut tanpa memikirkan apakah Alona akan terganggu dengan suaranya.


Sebab, Alona sendiri selalu mengatakan jika dirinya tidak pernah fokus belajar lagi akibat suara Kenzie yang terdengar seksi baginya.


***


Bruak!


Pintu kamar didorong keras oleh Andre dan Justin. Mereka akhirnya menemukan Alona yang di mana dia sudah setengah tanpa busana dengan bekapan tangan Tom.


"Sialan!" umpat Andre..


"Kau, dasar pria basuk!" imbuh Justin.


"Siapa kalian? Kenapa kalian mengusik kesenanganku?" Tom belum tahu saja siapa Andre dan Justin.


"Kesenangan matamu!" Andre tersulut emosi.


Pria itu langsung menarik lengan Tom dan mencekik lehernya, sedangkan Justin memberikan handuk dan menyelimuti tubuh Alona yang sudah setengah tanpa busana itu.


"Kak Justin, aku takut—" ucap Alona, berada dalam pelukan Justin.


"Tenang, Alona. Aku dan Andre sudah ada di sini. Kamu tenang ya ... Akan aku bantu kamu masuk kamar mandi dan segeralah bersih-bersih," ucap Justin dengan lembut, memapah Alona ke kamar mandi, begitupun membantu Pearl untuk segera memakai pakaiannya di kamar mandi.


Tom menyeringai, ia hanya tahu jika Andre itu adalah seniornya di kampus, sama seperti Vegas kedudukannya.


"Huh, senior,"


"Alona memang bukan wanita sembarangan. Sungguh kecantikannya tiada tara, bukan? Tak kusangka saja, dibalik kepolosannya itu, rupanya dia ..."


Raut wajah Tom ini menunjukkan jelas jika dirinya sedang menghina Alona sebagai wanita yang tidak baik karena bisa dibela atau dekingannya adalah seorang Andre dan Justin. Di mana Tom juga tahu bahwa Andre dan Justin ini bersahabat dengan seorang pemilik dari agensi besar yang berada di Cina, yakni Kenzie.


Bug!


Satu pukulan dari Andre. "Ini karena kamu sudah melucuti pakaian Alona,"


Plak!


Satu tamparan dari Justin. "Ini untuk satu hinaan yang kamu lontarkan pada Alona. Diam itu emas, jadi lebih baik jika kamu diam saja sebelum aku mengirimmu ke rumah sakit saat ini juga!" desisnya.


Tamparan keras di lontarkan oleh Andre yang saat itu masih mencekik leher Tom, membuat Tom sendiri kewalahan. Justin dan Andre pun mengikat Tom di kursi meja makan, ia akan diadili dulu oleh Kenzie yang katanya sebentar lagi akan datang.


"Diikat saja," perintah Andre. "Hei, untuk apa kamu membawa kain lap juga?" tanyanya.


"Ya apa lagi? Menyumpal mulutnya supaya diam lah! Aku muak dan jijik dengan suaranya itu," celetuk Justin.


Andre menganggap jika Justin mang suka random seperti itu.


Mendapat kabar keributan dari security-nya, Vegas dan Danish langsung berkunjung juga ke apartemen Alona. Pria yang hanya bisa berjalan menggunakan kursi roda ini masih sempat dan menyaksikan semua perkara.


"Untuk apa kalian mengikatnya di sana?" tanya Vegas.


"Seperti biasa ... Jika ada yang menyinggung seorang Tuan Kenzie, maka dia akan diadili oleh Tuan Muda kita," jawab Justin. "Apa kau lupa itu, Vegas?"


Mata Vegas langsung membelalak bulat. "Kakak mau datang kemari?" tanyanya.


Justin mengangguk sok cool.


Vegas juga meminta Danish untuk menjemput Kenzie di Bandara. Ia memerintahkan Danish meski ia sendiri sudah tahu jika kakaknya selalu membawa asisten pribadinya.


"Kamu ke Bandara sekarang. Tidak peduli Kakak membawa berapa banyak orang, tapi dalam kondisinya saat ini, kakakku harus dalam pengawasan penuh," perintah Vegas.


"Haih, adik yang baik," celetuk Justin.


"Kakak tampanmu itu akan baik-baik saja, Vegas. Tenang saja, kita tunggu saja kehadiran bintang kita Itu," Justin benar-benar santai sekali.


***


Semua sudah menunggu kedatangan Kenzie di apartemen Alona tanpa Alona ketahui. Semangat Justin yang baik hatinya tidak pernah tanggung-tanggung, dia malah mengantar Pearl pulang ke kosnya terlebih dulu. (Hari itu juga Justin mencarikan kos yang bagus untuk Pearl)


"Apa? Kak Ken akan datang?" tanya Alona, terkejut.


Vegas dan Andre mengangguk bersamaan.


Info kedatangan Kenzie membuat jantung Alona terasa berdebar sangat kencang, setelah setahun lebih lamanya mereka akan bertemu kembali.


'Kak Ken? Akan datang? Bagaimana ini? Jantungku ... kenapa berdebar-debar?' batin Alona.


Tangan Alona pun juga ikut bergetar, ia sangat gugup jelas terlihat. Rasa-rasa jantungnya sudah ingin meledak saja baginya. Ia juga ingin rasanya menangis, dan bahkan ingin teriak sekencangnya.


Melihat kegugupan Alona, Vegas pun menghampirinya. Kemudian meraih tangannya serta menggenggamnya. Dengan suara lembut, "semuanya akan baik-baik saja, tenanglah ..." katanya lirih.


Andre tersenyum sengit, ia tidak menyangka saja jika Vegas memiliki perasaan terhadap Alona. Andre sangat tahu betul bagaimana Kenzie jika hal miliknya direbut secara halus.


"Alona, kemari lah ..." panggil Andre.


Saat Alona hendak pergi ke Andre, Vegas mencegahnya dan menggenggam tangannya semakin erat. "Tetaplah di sini," pintanya.


"Kamu akan jauh lebih tenang jika tetap di sini bersamaku, Alona. Percayalah ..." ucap Vegas lirih.


Alona tidak tahu apa yang terjadi antara Andre dan juga Vegas. Dia menjadi bingung dan tidak tahu harus patuh dengan siapa karena keduanya sama-sama telah berbaik hati padanya.


Tapi ketika Alona kebingungan ingin memilih siapa, ia seperti mendengar langkah Kenzie yang semakin dekat.


'Jantungku ...'


Langkah kaki Kenzie semakin dekat, membuat jantung hati Alona semakin berdebar hebat. 'Apa ini? Kenapa aku seperti mendengar langkah kakinya Kak Ken, ya?'


Perasaan cemas dan juga kan saya dihalangi oleh Allah adalah bentuk jika dirinya masih mencintai Kenzie seperti dahulu.


'Apakah Kak Ken sungguhan kau datang? Jantungku terus saja tidak mau tenang,' batinnya.


Pintu terbuka, Alona berbalik melihat ke arah pintu, bertanya-tanya dalam hati, siapa gerangan yang datang, tapi langkah kakinya tidak terdengar.


"Haih, siapa yang ..." melihat Kenzie duduk di kursi roda dan memakai kaca mata hitam, pandangan Alona terus tertuju pada pria yang masih dicintai itu.


"Bagaimana keadaan Alona, Andre? Apakah dia baik-baik saja? Pastikan dia baik-baik saja, aku tidak ingin mendengar dia terluka sedikitpun!" tega Kenize.


"Tenang saja, Ken. Gadismu baik-baik saja dan dalam keadaan sehat tanpa terkuras sedikit," jawab Andre.


"Katakan padaku, di mana dia sekarang? Pastikan dia baik-baik saja, aku sangat takut jika terjadi apapun padanya, karena ia menelpon seperti sedang dibuka oleh seseorang," akhirnya Kenzie membuka kaca mata hitamnya


Air mata Alona menetes, mulutnya menganga lebar karena saking terkejutnya melihat kenyataan yang ada di depan matanya. Kenzie menjadi buta, bahkan Alona selama ini memang tidak tahu. Lalu duduk di kursi roda pun, Alona tidak tahu kenapa yang terjadi pada pria sempat dan masih ia sukai.


Sebenarnya kaki Kenzie memang baik-baik saja, supaya tidak memakan banyak waktu saja karena Kenzie tidak bisa melihat, makanya ia pun harus duduk di kursi roda.


'Kenapa dia berada di atas kursi roda. Oh Tuhan, aku—' Alona sempat ngefreez.