Hogo No Yujin (Protective Friend)

Hogo No Yujin (Protective Friend)
Episode 49– Sel Siluman



"Tadaima...."


"Okae– Eh! Eh! Eeeeehhhh?!"


Apa itu?! Aku terkejut saat melihat sesuatu yang dibawa pulang oleh Onii-chan ke rumah. Dia menggendong seorang anak kecil yang tubuhnya dibaluti dengan kain putih.


Aku berlari menghampirinya dan bertanya, "Onii-chan! Dia siapa?!"


"Ah, kau jangan takut. Dia ini–"


"Woy! Woy! Takana-chan! Siap-siap bahaya yang datang!"


Aku dan Onii-chan sedikit terkejut dengan suara langkah kaki yang cepat dan teriakan kepanikan yang muncul. Entah kenapa Onee-chan berlari tergesa-gesa menghampiriku.


"Onee-chan! Ada apa?" tanyaku padanya yang sudah berdiri di belakangku. Napasnya terengah-engah. Ia akan menjawab setelah hembusan napasnya kembali normal.


"Huh! Apa kau tidak merasakannya?! Di dalam rumah ini tiba-tiba saja muncul hawa dari Oni berbahaya, tahu!" jelas Onee-chan dengan membentakku. Aku sedikit takut dengannya kalau dia berbicara keras padaku.


"Ooh," Onii-chan tertawa kecil. Ia mengangkat tangannya yang sedang menggendong seorang anak kecil itu. "Mungkin hawa yang kau maksud itu muncul dari anak ini."


"Eeeh?! Kau membawa masuk monster ke rumah ini?!" tanya Onee-chan dengan nada terkejutnya.


"Jangan sembarang ngomong!" Onii-chan membentaknya. Lalu ia membuka sepatunya tanpa disentuh dengan tangan sebelum masuk ke dalam rumah. Setelah itu, ia berjalan melewati Onee-chan. "Dia memang Oni. Tapi tidak sepenuhnya. Sepertinya masih ada jiwa manusia di dalam tubuhnya. Dan saat ini dia sedang terluka parah. Ini gara-gara seranganku. Tapi aku akan mencoba untuk menyembuhkannya."


"Tapi Onii-chan, bagaimana kalau dia menyerang? Kau tahu sendiri sifat Oni itu seperti apa?" tanyaku dengan nada cemas. Aku duduk di pinggiran sofa samping Onii-chan duduk. Dia baru saja membaringkan tubuh anak kecil itu di atas sofa.


"Sekarang aku mau kau menyembuhkan anak ini." Ujar Onii-chan sambil menunjuk ke arah Onee-chan. "Kumohon."


"Eh?! Kenapa harus aku?!" Onee-chan menolaknya. Lalu mengoceh. "Aku tidak mau karena dia itu Oni. Oni jahat selalu mengincar adikku akhir-akhir ini. Dan sekarang... Dylan masih belum sadarkan diri setelah ia diserang oleh Oni lain di luar sana!"


"Ah, kumohon. Tolong anak ini dulu. Dia tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi."


"Huh, biar saja dia mati. Kan dia Oni yang jahat!"


"Kau ini. Tujuanku membawa dia ke sini karena ingin mengobatinya dengan bantuan kekuatan darimu. Tapi kau malah menolaknya."


"Memangnya jika aku sudah mengobati dia, apa yang akan kau lakukan?!"


"Aku akan menjadikan anak ini sebagai petunjuk untuk kita mencari si Black Cat itu." Jawab Onii-chan. Kali ini dia berbicara dengan nada serius.


"Kau... apa?! Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?"


"Apa kau tidak mengetahuinya?" Onii-chan menoleh ke arah Onee-chan. Dengan mata kirinya, dia menatap serius pada wanita di hadapannya itu. "Manusia biasa tidak mungkin bisa menjadi Oni jika mereka tidak dirasuki oleh sel siluman. Dan Oni yang sebenarnya juga tidak akan menjadi manusia jika asal mulanya, mereka tidak pernah menjadi manusia."


"Kau... bicara apa, sih?"


"Itulah yang tidak kau ketahui!" Onii-chan tiba-tiba saja membentak. Aku jadi ketakutan mendengarnya. "Saat aku masih menjadi kelinci percobaan oleh Black Cat, aku pernah melihat sesuatu di dalam ruang laboratorium miliknya. Di sana dia menyekap seseorang. Orang itu yang akan dijadikan manusia setengah siluman oleh si Black Cat."


"Untuk pertama kali, Black Cat merobek lengan orang itu sampai mengeluarkan darah. Ah, pastinya keluar darah dong! Kan luka besar. Lalu Black Cat mengambil sedikit darah dari luka tersebut. Ia mengoles darah itu dengan Sel Siluman. Setelah itu, Black Cat memberikan sel itu dengan cara menempelkannya di luka yang terbuka tersebut."


"Kelihatannya memang menyakitkan. Karena setelah sel itu menyentuh luka tersebut, si Sel Siluman dapat bergerak dan melobangi daging manusia yang menyebabkan tambahan sakit yang luar biasa. Tapi setelah sel itu masuk ke dalam tubuhnya, orang tersebut dapat menyembuhkan lukanya sendiri tanpa bantuan dari obat manapun. Tapi... tak lama setelah itu, orang tersebut jadi merubah fisiknya menjadi sesuatu yang menyeramkan. Dia tidak terlihat seperti manusia biasa lagi."


Onii-chan terdiam. Sepertinya dia sudah selesai dengan penjelasannya itu. Tapi aku dan Onee-chan masih saja menyimak dan berusaha untuk menelaah maksud dari penjelasan Onii-chan tadi.


"Aku ingin mencoba untuk mengeluarkan sel siluman dari dalam tubuhnya." Lanjut Onii-chan. Perkataannya lagi-lagi membuatku terkejut. "Masalahnya dia ini masih anak kecil. Aku khawatir dengan fisiknya. Dia tidak akan bertahan lama."


"Kalau begitu terserah Onii-chan saja." Aku membiarkannya. Terserah lah Onii-chan mau melakukan apa saja pada anak itu. Yang penting tidak ada sesuatu yang buruk akan datang.


Onee-chan juga membolehkannya. Ia sekarang akan mulai penyembuhan cepat pada si anak kecil itu.


"Takana-chan kau mau ke mana?"


Aku menoleh ke belakang. Ternyata Onii-chan yang bertanya. "Ke kamar Dylan-san. Aku khawatir dengannya."


"Oh, oke."


Langsung saja aku pergi. Kamar Dylan-san tidak terlalu jauh. Hanya beberapa langkah aku sampai di depan pintunya.


Aku membuka pintu dan langsung masuk ke dalam. Tapi setelah aku memasukkan kepalaku ke celah pintu yang terbuka, aku sangat terkejut karena di dalam kamar Dylan-san ada Oni yang muncul di sana!


Oni yang sepertinya ingin menculik Dylan-san. Karena saat kulihat, tangan besarnya telah mengangkat tubuh Dylan. Aku tidak boleh tinggal diam. Akan aku serang dia!


Tapi saat aku hendak ingin mengeluarkan serangan api biruku, tiba-tiba saja ekor Oni yang panjang itu mendorongku dan menghempaskan tubuhku dengan cepat ke belakang.


Aku tidak terjatuh. Kedua kakiku masih bisa menahan tubuhku. Hanya saja aku sudah terdorong jauh keluar kamar Dylan-san. Kedua kakak yang sedang duduk di sofa pun langsung menoleh ke arahku setelah aku terdorong keluar kamar.


Salah satu dari mereka juga mulai bertanya. "Takana-chan! Apa yang terjadi?!"


"Onii-chan! Di dalam sana ada Oni yang menyerang Dylan-san! Tolong bantu dia!" tegasku pada Kak Tanaka.


Onii-chan dan Onee-chan pun terkejut. Keduanya langsung berdiri dari sofa dan mempersiapkan energi untuk ikut menyerang juga.


Namun untuk Onee-chan tidak diperbolehkan bergerak sekarang. Karena ia masih harus menyembuhkan anak kecil itu. Jadi sekarang biarkan aku dan Onii-chan saja yang maju!


Onii-chan bergerak cepat masuk ke dalam kamar Dylan-san. Ia bisa melihat Oni itu juga. Si Oni jahat yang ingin memakan Dylan-san. Karena saat aku kembali ke kamarnya, aku melihat Oni itu telah membuka mulutnya lebar-lebar untuk melahap tubuh Dylan-san.


Tapi aku tidak akan membiarkannya!


Aku langsung menyerang Oni itu dengan sekuat tenaga menggunakan api biruku. Tapi hanya saja seranganku tidak ada bekas apapun. Tubuh Oni ini tertutupi oleh bulu dan kulit sekuat gajah. Sepertinya akan sulit untuk Oniroshi seperti diriku bisa mengalahkannya dengan mudah.


"Takana, tetap di belakangku." Onii-chan berdiri di depanku. Ia yang akan menghadapi Oni itu sendirian? Tapi aku tidak ingin Onii-chan terluka lagi!


Aku harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan temanku! Tapi apa? Takana... ayo pikirkan sesuatu.


Oni berbulu kembali berdiri, lalu berbalik badan. Dia ternyata ingin pergi melarikan diri dengan membawa tubuh Dylan-san di... dalam mulutnya?!!


Oni tersebut ternyata tidak memakan Dylan-san. Tapi ia memasukan tubuh Dylan ke dalam mulutnya agar bisa dibawa dengan mudah. Ternyata benar dugaanku. Dia ingin menculik Dylan.


"Onii-chan!" Aku berteriak pada kakakku agar dia bisa menyelamatkan Dylan dengan cepat. Aku tidak ingin berpisah dari Dylan-san.


Onii-chan tidak menjawab. Tapi ia langsung bertindak cepat. Kakakku menggunakan salah satu kekuatannya untuk menghancurkan si Oni itu dengan cepat. Tapi saat ia pikir-pikir lagi, akan berbahaya juga jika si Oni yang Dia serang itu menyimpan tubuh Dylan di dalam tubuhnya. Karena bisa jadi Dylan yang ada di dalam tubuh Oni bisa ikut terluka juga karena serangannya.


"Rasakan ini!"


Onii-chan mengumpulkan semua kekuatannya. Lalu dengan api biru yang mengumpul di kepalan tangannya, ia langsung memukul tubuh si Oni sampai terdorong dengan kuat dan menghancurkan dinding kamar Dylan-san.


"O–Onii-chan!! Dindingnya rusak lagi, dong!"


*


*


*


To be Continued-