
"Dylan-san!!" Aku berteriak memanggil namanya. Sedari tadi aku belum bisa menemukan dirinya. Padahal dia hanya berjalan lurus di trotoar ini saja, kan?
Haduh... dia ke mana, sih?
Aku terus berlari sambil terus memanggil nama Dylan-san. Tidak peduli semua orang yang ada di jalan dekatku itu memperhatikan diriku dengan bingung. Aku hanya ingin mengetahui keadaan Dylan-san saja!
DRRRRTTT... DRRRTT....
Eh? Aku merasa ponselku bergetar di dalam saku sweater-ku. Aku merogohnya dan mengambil ponsel kecilku dari dalam sana. Saat kubuka layarnya, aku melihat ada nama kakaknya Dylan-san, Fely-chan di sana.
"Onee-chan? Ada apa?" Setelah menjawab teleponnya itu, dengan ragu aku bertanya. Aku sedikit takut dengan Onee-chan. Takut dia merasa sedih kalau aku telah kehilangan Dylan-san.
Dia pasti ingin bertanya padaku tentang keberadaan Dylan-san. Karena tadi saat kami pergi, kami tidak sempat berpamitan dengannya. Dylan-san sudah pergi begitu saja. Saat ditanya Onii-chan, kami hanya menjawab, "ingin keluar sebentar".
Haduh, dia pasti khawatir dan cemas kalau aku katakan yang sebenarnya tentang keadaan Dylan-san seperti yang Irvan lihat dalam ramalannya.
[ Takana-chan! Sekarang kau ada di mana? ]
Eh? Dia bertanya balik. Nada bicaranya terdengar tegas dan cepat. Pasti ada sesuatu yang buruk.
Dengan cepat aku menjawab, "Ah, aku tidak tahu ini di mana. Tapi saat ini aku sedang berada di pinggir jalan tak jauh dari toko buku kesukaan Dylan-san."
[ Kau masih di sana?! ] Onee-chan terdengar terkejut. Aku tidak mengerti. Sebenarnya ada masalah apa dengannya. [ Takana-chan! Cepat kembali sekarang juga! Pulanglah ke rumah! ]
"Ah, memangnya ada apa, Onee-chan?"
[ Pulang saja! Apa kau tidak merasakan sesuatu? Ada Onirida yang sedang mengintaimu tahu! ]
"Sebenarnya aku sudah tahu. Tapi sekarang ini aku harus–"
[ Tidak ada banyak waktu! Sekarang juga cepat pulang! ] Onee-chan jadi membentak padaku. Nada bicaranya seperti dia marah padaku. [ Pulang saja! Jangan sampai kakakmu bertarung dengan Onirida itu! ]
"Eh? Onii-chan tahu siapa Onirida itu?" tanyaku dengan nada tak percaya. Sambil berjalan cepat untuk kembali ke rumah, aku terus memegang ponselku sambil menatap langit dan atap gedung dan rumah yang ada di sekitarku.
[ Aku belum tahu. Tapi kata kakakmu, yang dia temukan hanya Oni saja. Dia belum menemukan Onirida itu. ]
"Tapi Dylan-san... sebenarnya dia...."
[ Jangan khawatir soal Dylan! Dia sudah pulang. Sekarang kau juga pulang! Sekarang ini semua para Oniroshi sedang bersembunyi di tempatnya masing-masing sampai mereka menemukan siapa si Onirida penyerang jarak jauh itu! ]
Aku mulai berlari. Kali ini aku sudah benar-benar ketakutan dengan Onirida yang belum diketahui oleh siapapun. Bahkan Oniroshi sehebat Onii-chan saja tidak bisa menemukan dirinya. "Onee-chan tahu kalau dia menggunakan senjata tembak jarak jauh?"
[ Bukan senjata. Tapi memang sudah elemennya. Yang kuketahui, Onirida itu memiliki semacam kulit elastis dengan bahan peledak atau apalah itu namanya. Aku pernah mengenalnya. Dia memiliki lambang cakar pada jarum yang ia tembakan pada Dylan. ]
"Lambang cakar? Tunggu sebentar!" Aku menghentikan perkataanku untuk berpikir sejenak. Sepertinya aku pernah mendengar soal lambang cakar yang pernah diceritakan Onii-chan itu. Apa jangan-jangan... Onirida itu adalah dia?!
Ah, sekarang juga aku harus cepat pulang!
Setelah di dalam gang, aku langsung melompat tinggi ke atap bangunan rumah yang ada di sampingku. Setelah itu, aku melompat ke atap lainnya sampai akhirnya aku tiba di rumah.
****
Di lain tempat saat ini, Onii-chan sedang mengejar satu Oni yang sedang berusaha untuk kabur darinya. Seekor Oni yang pernah menyerangnya dulu. Yaitu si Oni berbentuk seorang anak manusia setengah singa dengan 5 tentakel besar dari punggungnya. Tentakel itu diketahui memiliki racun dan sengatan listrik yang mematikan untuk manusia. Tapi kalau bagi Oniroshi, sengatan listrik itu hanya bisa melumpuhkan.
"Untuk sekarang ini, aku tidak ingin terkena sengatan listrik itu untuk yang kedua kalinya." Gumam Onii-chan. Ia sudah mulai bosan bermain kejar-kejaran dengan Oni tersebut. Makanya sekarang, saatnya ia mengeluarkan kekuatan kecepatannya.
"Cho no Hayakushu!" Kumpulan cahaya biru muncul di sekeliling tubuh Onii-chan. Lalu setelah itu, ia menghentakkan satu kaki kanannya di salah satu atap rumah warga di dekat sana. Setelah itu, Onii-chan melompat dengan kecepatan super miliknya yang sudah ia gunakan.
Baru sekali hentakan kakinya, ia bisa menangkap Oni yang sedang ia kejar itu. Setelah Onii-chan menangkap leher dan tubuhnya, ia langsung memukul wajah Oni itu dengan cepat.
Karena merasa kesakitan dan kehilangan keseimbangan dalam terbang di udara, Oni itu terjatuh ke bawah. Setelah terjatuh, Onii-chan melepaskannya agar dirinya juga tidak ikut terjatuh ke bawah.
Tubuh Oni yang sebesar mobil truk itu terjatuh di tengah jalan. Tepatnya ia terjatuh di kerumunan para warga yang sedang melintasi jalan.
TAP!
Onii-chan mendarat di atas salah satu gedung toko tingkat dua yang ada di pinggir jalan tempat Oni itu terjatuh. Para warga hanya merasakan sedikit getaran saat Oni itu terjatuh dan mereka tidak dapat melihat Oni. Mereka menduga kalau getaran itu hanyalah gempa susulan dari tempat lain. Jadi hanya beberapa orang saja yang berlari dari tempat kejadian.
Setelah Oni tersebut terjatuh, Onii-chan langsung mengeluarkan kelima tentakelnya. Setelah itu, ia melompat ke arah Oni itu dari atas gedung, lalu menusuk tubuh Oni tersebut dengan tentakelnya.
Si Oni hanya mengeluarkan suara erangan cepat untuk menahan rasa sakit. Setelah itu, Onii-chan mengangkat Oni tersebut dengan tentakelnya lalu menghentakkan kedua kalinya dan melompat cepat dengan kekuatannya.
Ia akan membawa Oni itu ke tempat yang jauh dari manusia agar tidak ada yang terluka saat Onii-chan akan membunuhnya. Ia membawa Oni itu ke dalam hutan kota. Pada bagian bukit dengan hamparan rumput yang luas, Onii-chan menjatuhkan Oni itu dari atas dan mulai mengalirkan kekuatannya.
Seketika tangan dan tubuh Onii-chan penuh dengan cahaya biru yang terang dan menyala-nyala seperti api yang berkobar. Kemudian, sebelum ia menembakan serangannya itu, Onii-chan akan bergumam, "Aoi hi kogeki" untuk jurusnya.
Tapi sebelum itu, Onii-chan sempat melihat ke arah Oni yang ada di bawahnya itu. Ia menghentikan penyerangannya, lalu terkejut. Oni yang sebelumnya ia lihat itu sangat menyeramkan dan besar.
Tapi sekarang, Oni tersebut telah berubah. Berubah menjadi seorang anak perempuan berambut coklat pendek tanpa busana. Setelah Oni tersebut menunjukan wujud aslinya, Onii-chan jadi tidak tega untuk menyerangnya bahkan membunuhnya.
Sekarang ini, gadis kecil itu sedang meringkuk kesakitan di atas rumput. Tapi tak lama kemudian, pergerakannya terhenti dan gadis itu langsung kehilangan kesadaran.
Onii-chan mendarat di samping gadis itu. Ia berniat akan membawanya kembali ke rumah dan mengobati gadis itu dengan bantuan dari Onee-chan.
*
*
*
To be Continued-
Follow IG: @pipit_otosaka8