Hogo No Yujin (Protective Friend)

Hogo No Yujin (Protective Friend)
Episode 25~ Takana Utsuki vs Aprilia-sensei



____________________________________________


****


"Takana. Kau sudah datang? Sekarang bantu kami!" teriak Tanaka.


"Baik, Onii-chan!"


Takana dalam wujud Dylan saat ini akan membantu kedua kakaknya untuk membereskan masalah. Oni yang berbentuk seperti teman-temannya Dylan itu sebenarnya bukanlah Oni biasa. Mereka ini bukanlah Oni yang merasuki tubuh manusia. Tetapi, Oni-oni itu adalah sosok bayangan yang mirip seperti teman-temannya Dylan.


Jadi jika Takana melawan Oni itu sekuat tenaga, bahkan sampai membuat Oni itu hancur, maka Oni itu akan bangkit kembali menjadi tubuh baru. Jadi, percuma saja jika mereka serang terus menerus. Para oni itu akan hidup kembali.


Salah satu cara untuk menghilangkan semua sosok itu adalah dengan cara mengalahkan langsung pembuat Oni-oni tersebut. Yang pasti, pembuatnya adalah Aprilia-sensei. Itu hanya dugaan Takana saja.


"Eh, ngomong-ngomong, di mana Aprilia-sensei bersembunyi?" Takana celingak-celinguk mencari keberadaan sosok gurunya tersebut. Makhluk itu sangat kuat, bahkan Takana tak sanggup melawannya tadi.


"Baiklah! Aku akan waspada. Oni itu pasti buatan Aprilia-sensei. Dan si pembuatnya pasti tidak jauh dari sini. Dia pasti sedang bersembunyi di suatu tempat! Tapi aku tidak tahu di mana."


Takana dan kakaknya akan bekerja sama. Mereka berdua yang akan menghancurkan Oni-nya. Sedangkan Fely yang akan menahan dan menangkap mereka semua dengan kekuatan Benang Merah Pengejut yang dimilikinya.


WLUUUURRR....


Fely mengeluarkan banyak benang dari semua jarinya. Bahkan, ia juga sampai mengeluarkan seutas benang besar dari telapak tangannya. Otomatis, benang merah itu akan mengarah ke target yang akan ditangkapnya dengan bantuan dari otaknya.


Semua benang merah itu berhasil menangkap banyak Oni. Sekarang saatnya sengatan yang mengejutkan dari benang merah itu. Fely mengeluarkan cahaya merahnya yang akan dialirkan melalui benang merahnya itu. Cahaya merah itulah yang akan menjadi kekuatan listrik pengejut yang biasanya digunakan untuk melumpuhkan para Setan.


Sudah banyak yang wanita itu kalahkan. Sekarang, tinggal sisahnya biar Takana dan Tanaka saja yang urus.


Takana mengeluarkan bola api birunya dari telapak tangan. Mengarahkannya ke Oni sasarannya, dan.... BOM!


Kena! Lalu, Bom! Bom lagi, dan lagi! Takana menganggapnya menyenangkan sekali bisa mengalahkan banyak setan-setan itu.


"Eh?!" Takana terkejut melihat aksi kakaknya.


Kalau soal menyerang itu, Tanaka lah ahlinya. Dia menggunakan semua tentakelnya yang bisa bergerak secepat kilat itu. Memotong tubuh Oni, lalu menghancurkannya menjadi abu.


Mereka pikir, semuanya telah selesai. Tapi ternyata, belum. Oni yang telah hancur menjadi abu itu, serontak bergabung kembali. Mereka hidup lagi, dan Takana pun harus menyerang mereka lagi.


"Ini tidak ada habisnya. Mereka hanya menguras tenaga kita saja!" geram Fely yang ada di samping Takana.


Lelaki kecil itu menimpali perkataan Fely. "Iya. Seharusnya, kita mencari Aprilia-sensei."


"Eh? Siapa Aprilia-sensei?" tanya Fely. "Eh?! Maksudmu, Bu April? Guru Dylan itu?"


Takana mengangguk.


"Oh, itu pasti Oni bertentakel yang tadi, ya?" tanya Tanaka.


"Eh, kau tahu Tanaka-kun?!" Fely menengok ke arah lelaki itu.


"Iya. Dia tadi bertarung denganku. Tapi tenang saja. Dia bukan Oni yang berbahaya. Kekuatannya sangat lemah." Tanaka mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum. Ia sepertinya menyepelekan kekuatan yang dimiliki Aprilia-sensei itu.


Seharusnya tidak boleh seperti itu. Aprilia-sensei adalah Oni yang lumayan kuat. Tapi, jika Aprilia-sensei dengan Tanaka bertarung, entah siapa yang akan menang.


Tanaka adalah seorang Oniroshi terkuat yang pernah dilihat dan ditemui Takana. Juga sebagai orang yang paling disayangnya karena saudara kandung.


Kekuatan Tanaka itu benar-benar kuat. Apalagi dengan kekuatan tersembunyi yang ada di tentakelnya itu. Tapi, dengan kelebihan dalam pertahanan dan kekuatannya, Tanaka malah menjadi buruan para Oni.


Tanaka pernah tertangkap dan itu semua gara-gara ulah Takana. Saat ini Takana berjanji tidak ingin kejadian itu terulang lagi pada kakaknya. "Tidak akan! Aku akan menebus semua kesalahanku dengan cara selalu membantu dan melindungi dirinya."


"Hei, ngomong-ngomong, kenapa mereka ini bisa berwujud seperti teman-temannya Dylan?" tanya Fely mengejutkan Takana. Fely ternyata bertanya padanya. Tapi Takana hanya diam saja. Lalu, tak lama kemudian, Tanaka lah yang menjawabnya.


"Mereka hanya meniru saja."


"Bagaimana bisa?"


"Mereka pasti pernah bertemu dengan anak-anak itu. Dan sekarang, tubuh mereka yang asli diletakan di mana? Aku tidak tahu. Dengan penjelasan singkat, Oni itu pasti telah membuat sebuah bola karet yang digunakan untuk mengurung tubuh asli si korbannya. Lalu, setelah tubuh itu terperangkap di dalam bola karet yang para Oni buat, maka Oni itu bisa meninggalkan bola karetnya dengan menggunakan wujud dari korban yang ia tangkap. Apa kau mengerti?" jelas Tanaka.


Fely seketika mengerutkan keningnya. "Kau menjelaskannya terlalu cepat! Aku jadi tidak mudah mengerti dengan maksudmu itu!" bentaknya.


"Ah, sudahlah! Intinya, tugas kita sekarang adalah mengalahkan si guru Dylan itu, lalu mencari tubuh asli anak-anak itu! Ayo bergerak sekarang!"


"Iya! Ayo maju!" Takana sangat bersemangat sekali. Energinya masih banyak dan ia pun belum menggunakan energi milik Dylan. Takana akan menggunakannya saat keadaan genting saja.


DEG!


"Eh?! Tunggu dulu." Tiba-tiba saja, Takana merasakan aura yang sangat mencekam dan berbahaya. Ia mulai terangsang dengan keberadaan makhluk lain yang lebih berbahaya dari Oni itu.


Matanya dengan cepat melirik ke sekitar. Mencari asal aura mencekam tersebut. Ia harus secepatnya menemukan pemilik aura itu. Tapi sayangnya, matanya kurang fokus jika mencari sesuatu.


BUK!


"KYYAAAA!"


"FELY-CHAN!"


Takana terkejut. Tiba-tiba saja, seseorang yang tidak terlihat baru saja memukul Fely sampai terpental jauh. Tapi untungnya, wanita itu masih bisa bertahan. Ia bangkit kembali walaupun siku kanannya sedikit terluka.


Takana masih mencari keberadaan seseorang yang telah memukul Fely. Akan ia cari dia dan akan dihajar langsung. Auranya semakin dekat dan semakin kuat. Dia pasti tidak jauh.


"Wah, wah..., ketemu!"


Takana melirik ke arah Tanaka. Sepertinya dia melihat sesuatu. Lelaki itu melesat dengan cepat, lalu kembali mengeluarkan tentakelnya.


BRUAK!


"Akh! Sialan. Tidak dapat dipercaya! Bagaimana bisa kau menemukan aku?!"


Tanaka berhasil menemukan sosok yang telah menyerang Fely tadi. Dugaan Takana benar. Ternyata, orang itu adalah Aprilia-sensei. Dia kembali menunjukkan sosoknya di depan mereka semua.


Namun sebenarnya, jika Tanaka tidak menyerangnya, Aprilia-sensei tidak akan keluar dari persembunyiannya.


Setelah puas memukul Aprilia-sensei dengan tangannya, Tanaka pun berjalan santai ke arah Aprilia-sensei yang sudah terjatuh di tanah. Lelaki itu memang hebat! Dia bisa langsung melumpuhkan lawannya hanya dengan satu kali serangan.


Namun kelemahannya yang paling fatal adalah, saat dirinya sudah terjatuh. Ia akan mudah dikalahkan jika dirinya sudah kena serang oleh lawannya. Kekebalan tubuhnya agak kurang.


Takana berharap, kakaknya tidak akan ceroboh untuk saat ini. Aprilia-sensei mungkin saja bisa menyerang di saat dirinya sedang terlihat lumpuh. Bisa saja dia berpura-pura, lalu mendadak dia malah menyerang


"Sudah siap untuk menyerah?" tanya Tanaka dengan senyum miringnya itu.


"Heh, seharusnya aku yang bertanya seperti itu." Aprilia-sensei berdiri kembali. "Ku akui kekuatanmu itu hebat. Tapi sekarang, aku tidak akan menyerah begitu saja, kok!"


"Oh..., jad kau ingin melawanku lagi? Ayolah. Akan aku ladenin!"


"Tidak. Aku tidak ingin menantangmu. Aku hanya ingin menantang dirinya." Aprilia-sensei menunjuk ke arah Takana. Lelaki yang ditunjuk pun tersentak kaget. "Takana Utsuki, aku menantangmu. Lawan aku kalau kau bisa!"


Setelah berpikir sejenak, Takana pun mengangguk. "Baiklah! Aku terima! Ayo kita selesaikan ini."


"Tenang saja, Onii-chan! Aku akan berusaha sekuat tenagaku." Takana berusaha untuk tersenyum pada kakaknya. "Pokoknya, kali ini aku harus menang melawan Monster ini!"


"Hoho~ Mentalmu kuat juga, ya, anak kecil~" Aprilia-sensei terkekeh. Lalu setelah itu, ia pun mulai menggeliatkan kembali beberapa tentakelnya yang sudah bertumbuh lagi. Takana menatapnya dengan tajam. Dia sudah seperti setan mengerikan baginya.


****


Chapter 25: [ Takana Utsuki vs Aprilia-sensei ]


****


"Tenang saja, Takana! Kau masih punya kekuatan tambahan yang dibantu dari Dylan-san. Pokoknya sekarang, fokus saja dengan lawanmu!"


Setelah Takana menenangkan diri, ia akan memulai pertarungan itu. "Ayo! Cepatlah!"


"Eittsh..., nanti dulu! Sebelum itu, ayo kita mulai permainan yang iannya." Aprilia-sensei mengangkat tangan kanannya, lalu seketika tangannya itu mengeluarkan cahaya berwarna hijau terang.


"GRROOO...!"


Beberapa Oni lainnya muncul lagi dari bawah tanah. Kali ini lebih banyak. Takana mengira kalau Aprilia-sensei pasti mengeluarkan setan-setan itu untuk membantu dirinya agar bisa memenangkan pertarungan ini.


Tapi ternyata tidak.


Para Oni itu mengepung Tanaka dan Fely. Mereka berdua pun sudah menyiapkan pertahanannya. Tanaka menengok ke arah Takana. Ia berteriak pada adik kecilnya dari tempat ia berdiri. "Takana-Chan! Semangat lah. Jangan mempedulikan kami! Berjuanglah!" Teriakan itu membuat Takana jadi tambah percaya diri dan tidak takut lagi. Ia tidak sabar ingin memenangkan pertarungan tersebut.


"Ayolah, Takana...! Persiapkan dirimu!"


WUUUSHHH....


Beberapa tentakel besarnya mulai menjulur ke arahnya. Takana pun menghindarinya dengan melompat. Lalu, dengan cepat, ia juga akan menyerangnya dengan bola api biru. Ternyata, Aprilia-sensei juga masih bisa menghindarinya.


"Sabar, Takana ... Ini baru permulaan. Aku harus menghemat kekuatanku." Sepertinya, akan lebih baik jika Takana menggunakan teknik pertahanan seperti Tanaka saja. Yaitu, dengan cara membuat lawan menjadi kelelahan sendiri.


Tugasnya hanya menghindari serangannya, sampai lawannya itu kelelahan sendiri. Saat itulah Takana baru akan menggunakan kekuatannya untuk membalasnya dan memenangkan pertarungan itu sampai akhir!


"Aku tahu kau pasti sembunyi di dalam tubuh temanmu lagi, Takana! Sekarang, keluarlah dari sana!" bentak Aprilia-sensei.


"Tidak bisa! Dylan-san adalah Darling-ku. Kita harus tetap bersatu agar jadi lebih kuat!"


"Cih! Terkadang, manusia seperti kalian ini aneh, ya? Dengan cara bersatu, bisa nambah Kekuatan. Kau tahu? Kekuatan itu berada langsung di dalam diri seseorang tanpa campur tangan orang lain!"


"Tapi setidaknya, dengan cara bersatu, kami jadi bisa berkerja sama dan bertambah kuat!"


"Omong kosong apa itu? Mati saja kau!"


Sekarang Takana akan lebih waspada terhadap serangannya. Aprilia-sensei selalu mengandalkan tentakelnya untuk menyerang Takana. Hanya tentakel saja yang membuatnya jadi kuat. Tapi, pada nyatanya, tubuhnya yang lain tidak ia pergunakan.


Yang pastinya, menggunakan kekuatan yang berlebihan itu dapat menguras energi terlalu banyak, sampai akhirnya, dirinya mulai berhenti untuk menyerang lawannya karena kelelahan.


Aprilia-sensei tidak memiliki super power. Dia hanya memiliki senjata berupa tentakel lengket itu. Memang kegunaannya sangat banyak. Tapi Takana yakin, tentakel itu pasti sangat berat jika digunakan secara terus menerus.


Bola api biru miliknya itu juga membutuhkan banyak energi. Untungnya, Takana masih memiliki gabungan kekuatan dengan Dylan. Jadi, ia tidak perlu takut kalah dengan Aprilia-sensei.


Dia masih sibuk menyerang Takana. Beberapa tentakel itu terus terusan menjulur tanpa henti. Dan Takana juga sibuk untuk menghindari semua serangan itu. Tapi, sesekali ia juga menangkis seranganya dengan pelindung cahaya biru jika ia lengah sedikit.


"Cish! Bagaimana bisa seranganku tidak pernah mengenainya? Dia sangat cepat. Apa yang harus aku lakukan, ya?" batin Aprilia-sensei.


"Eh? Aprilia-sensei berhenti menyerangku? Apa dia sudah mulai kelelahan? Tidak mungkin. Itu tidak mungkin. Karena, ini baru saja dimulai. Tidak mungkin dia bisa berhenti secepat itu. Pastinya, dia sedang memikirkan rencana." batin Takana.


Karena disangka Aprilia-senssi tak bisa melawan lagi, Takana juga akan menggunakan kesempatan itu untuk mencari kelemahan dari Aprilia-sensei. Saat diperhatikan tidak ada yang mencurigakan. Apa Takana harus serang tentakelnya saja sekarang?


"Khu~khu.... Dia sepertinya sedang lengah. Kalau begitu, ini saatnya!"


ZLUUURR....


"Ah, mendadak sekali!" Di saat Takana sedang berpikir, lawannya sempat saja menyerang. Tapi untungnya, serangan tadi tidak mengenai Takana. "Haha..., untung saja!" Takana langsung menghembuskan napas lega.


GREP!


"EH?!"


"Jadi dia sudah merencanakannya dengan baik. Aku lagi-lagi ceroboh! Aku tidak melihat pergerakannya."


"Haha..., akhirnya tertangkap juga!"


Dia menggunakan cara lain. Aprilia-sensei memiliki 6 buah tentakel. 5 tentakelnya itu ia gunakan untuk menyerang Takana dan mengalihkan perhatiannya. Di saat itu, tentakel ke-6 nya menggali tanah sampai ke dalam, lalu menembus keluar. Tepatnya, keluar dari tanah di tempat Takana berdiri.


Saat di situ lah, dia bisa menangkap sasarannya. Takana merasa kesal. Ia terlalu fokus dengan lima tentakelnya saja.


"Kau sudah kalah, Ta-ka-na-san! Dan sekarang, haruskah aku membunuhmu? Atau aku akan membunuh temanmu yang lain?"


Tentakelnya semakin melilit tubuh Takana. Lalu, secara perlahan, salah satunya mulai mendekati leher. Tentakel yang satu itu akan mencekiknya sampai mati.


"Ta–Takana-Chan!"


BRUK!


Fely berteriak padaku. Tapi, karena dia lengah, akhirnya salah satu Oni itu berhasil memukulnya. Tapi untungnya, Tanaka sempat datang dan mengalahkann Oni itu.


"Tetap fokus, Fel! Takana pasti tahu apa yang akan dia lakukan! Pokoknya, kita lawan mereka dahulu!"


"Tapi, tidak ada gunanya melawan mereka!"


"Aku tahu. Guru itu pasti sengaja mengeluarkan Oni yang banyak ini untuk menguras tenaga kita. Makanya, untuk melawan mereka ini, kita hanya perlu menyerangnya dengan fisik saja. Jangan keluarkan kekuatanmu." Tanaka menjelaskan itu sambil tersenyum manis pada Fely. Wanita itu mengeluarkan ekspresi malu dengan wajahnya yang sedikit memerah.


Lalu, tak lama kemudian, Fely pun mengangguk untuk menanggapi penjelasan Tanaka. Setelah itu, mereka berdua bersiap kembali untuk melawan musuh-musuh mereka. Tanaka menyembunyikan tentakelnya kembali, dan kali ini juga Fely tidak akan menggunakan benang merahnya.


Para Oni itu kembali menyerang mereka. Tapi, mereka berdua akan melawannya dengan tangan kosong. Sesekali, Fely juga menggunakan senjata berupa batang kayu untuk memukul para setan itu.


Pertarungan mereka akan selesai jika Takana bisa mengalahkan Aprilia-sensei. Tapi, saat ini, ia sudah tidak bisa bergerak. Mau bagaimanapun juga, ia harus mengeluarkan semua tenaganya yang tersisah untuk menggunakan Aoi hi no bakuhatsu!


Aoi hi no bakuhatsu, adalah kekuatan yang dimiliki Takana untuk pertahanan diri di saat yang genting. Dengan menggunakan kekuatan itu, ia bisa melepaskan diri dari sana dengan mudah. Karena, tubuhnya akan meledak seperti bom yang akan menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya. Hanya saja, memerlukan banyak energi.


Tapi tenang saja, Takana masih memiliki energi Dylan untuk penyelesaiannya!


"Haruskah aku menggunakan kekuatan itu?"


*


*


*


To be Continued-