HIDDEN WIFE

HIDDEN WIFE
Menyambut Dengan ....



Malam harinya ....


Setelah tadi menggelar resepsi pernikahan dengan konsep pesta yang sederhana, masih terlihat sisa-sisa kesibukan di rumah Mama Diana. Beberapa pelayan juga masih terlihat membersihkan di beberapa sudut rumah.


Sedangkan Mama Diana masih mengobrol dengan beberapa saudara yang lama tak bertemu di ruang keluarga.


Dan, bagai sebuah kejutan indah. Apa yang dikhawatirkan Lula ternyata tidak terjadi. Wanita itu sempat mengira keluarga besar Mahendra tidak akan menerimanya mengingat latar belakang keluarga Lula yang menurutnya kurang sepadan dengan keluarga Mahendra dan juga tentang pernikahan siri yang sempat mereka sembunyikan dari semua orang. Namun, jauh di luar perkiraannya, seluruh keluarga menyambutnya dengan terbuka.


Kini, Lula tengah berada di kamar pengantinnya bersama suster Vira yang sedang membantunya membersihkan diri.


"Ibu butuh sesuatu lagi?" tanya Suster Vira yang berdiri di belakang Lula dan menyisir rambut panjangnya.


"Tidak ada, Suster," jawabnya ramah diiringi senyum. "Terima kasih untuk hari ini. Maaf sudah merepotkan."


"Tidak apa-apa, Bu. Ya sudah kalau Ibu tidak butuh sesuatu lagi, saya mau ke bawah dulu."


Lula mengangguk seraya tersenyum. "Iya, Suster."


Setelah Suster Vira keluar, ia beranjak menuju jendela dan menarik tirai. Senyum tipis pun terbit di sudut bibirnya ketika menatap ke sekeliling. Ini adalah malam pertamanya berada di kamar suaminya.


"Mas Dirga kemana ya? Kenapa belum pulang juga?"


Lula menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Meraih ponsel yang berada di atas meja dan menghubungi suaminya. Beberapa kali ia mencoba, namun tak kunjung tersambung.


"Jangan-jangan ngambek karena baju zebra," gumamnya seraya terkekeh.


Wanita itu pun berjalan menuju lemari pakaian. Menatap beberapa pakaian tipis miliknya yang menggantung.


"Kenapa aku merinding melihat baju-baju ini?"


.


.


.


Langkah kakinya terhenti saat tiba di ruang keluarga. Tampak Mama Diana tengah bercengkrama dengan beberapa anggota keluarga lain. Ada beberapa yang akan menginap, sementara yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing.


"Kamu sudah pulang?" tanya Mama Diana begitu menyadari keberadaan putranya.


"Iya, Mah," jawabnya seraya tersenyum ramah kepada beberapa anggota keluarga. Pandangan Dirga berkeliling mencari, namun tak menemukan sosok Lula di antara mereka.


"Oh ya ... Lula mana, Mah?"


"Sudah ke kamar sejak tadi. Katanya capek, mau istirahat," jawab Mama Diana.


"Ya sudah, Mah. Aku ke kamar ya. Mau istirahat juga."


"Iya."


Pria itu segera menuju kamar yang biasanya ditempati Lula, yaitu di sebelah kamar Mama Diana. Tetapi begitu memasuki kamar tersebut, Lula tak terlihat di sana. Hanya ada Suster Vira yang tampak sedang membenahi lemari pakaian Baby Zav.


"Zav sama ibu di mana, Sus?" tanya Dirga.


"Ibu sama Zav kan di kamar atas, Pak," jawab wanita itu.


"Oh ..." Dirga baru tersadar. Ia pun segera keluar dari kamar, dengan senyum tipis di sudut bibirnya. Kemudian beranjak menuju lantai atas.


Begitu memasuki kamar, tampak Lula berdiri membelakang menatap keluar jendela, yang kemudian spontan menoleh ke belakang saat mendengar suara pintu terbuka.


"Kamu sudah pulang, Mas?"


Dirga tersenyum lebar. Lula menyambutnya dengan tatapan penuh cinta. Selain itu, ia tampak sangat cantik mengenakan pakaian tipis yang menampilkan bentuk tubuhnya.


"Sayang, kamu ...."


****