
Aditya mengulurkan tangannya seraya menyebutkan nama sekaligus statusnya.
"Aditya, pacarnya Kirana.."Dengan yakin Aditya mengucapkan kata itu
Yang langsung disangkal oleh Kirana
"Bbbukan seperti itu. Hubungan kami tidak seperti itu ka...."
"Hendra, sahabat Kirana dari kecil sekaligus calon suaminya"
Hendra dengan nada lebih lugas menyambut tangan Aditya dengan mantap.
Calon suami???
Aditya tak percaya dengan apa yang diucapkan pria dihadapannya itu.
"Sayang, apa maksudnya semua ini?"
"Ya kamu denger kan? Dia calon suamiku. Calon suami!" tegas Kirana sekali lagi
"Calon suami???" Ucap Aditya tak percaya. Tapi dia rasa hubungan itu sungguh aneh. Apakah benar mereka saling mencintai? Satu hal yang membuatnya yakin, karena saat ada kata suami terucap dari mulut Hendra warna abu-abu terpancar dari tubuhnya. Kalau memang mereka saling mencintai seharusnya bukan abu-abu yang terpancar dari tubuh Hendra.
Setelah berbincang seadanya, Hendra pamit diikuti Aditya meninggalkan Kirana yang memang harus segera bekerja.
Diperjalannya menuju sebuah toko buku, Aditya masih mempertanyakan apa sebenarnya maksud dari warna tubuh Hendra. Kenapa tidak sama dengan warna yang keluar dari tubuh Kirana? Apakah Kirana ditipu? Dihipnotis? Disantet???
Astaga kenapa aku berpikiran seperti itu? Ucapan adalah do'a. Dan aku takkan pernah mendoakan keburukan untuk Kirana. Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya telah terjadi.
Aditya terus meyakinkan diri sambil mencari buku untuk bahan kuliahnya. Sepeninggalnya dari toko buku, Aditya berniat untuk nonton film dahulu. Dibarisan antrian tiket dia melihat sosok pria yang dia rasa dia kenal dengan sosok itu. Ya, dia adalah Hendra. Tapi dengan siapa dia disana, bergandengan bahkan terlihat mesra sekali. Tapi gadis itu bukan Kirana. Siapa dia? Dengan sigap Aditya mencari hapenya dan mengambil beberapa gambar secara diam-diam. Sepertinya Aditya berbakat menjadi paparazi untuk akun gosip Lambe Dower yang lagi hits di jagat maya itu.
Aditya pun tak percaya dengan hal yang dia perbuat, hal konyol yang dia lakukan ini semata karena dia tak ingin Kirana jatuh ke tangan pria gila.
Aditya dengan yakin ikut mengantri film yg akan ditonton juga oleh Hendra. Ini kali pertama Aditya berbuat hal diluar gayanya.
Dia pun tak habis pikir, seorang gadis judes bernama Kirana sanggup merubah dirinya menjadi pria konyol.
Dia memesan popcorn ukuran sedang dan segelas minuman soda ala bioskop. Film segera dimulai, Aditya segera memasuki teather tempat pemutaran film. Dia duduk tepat dibelakang Hendra dengan wanita gandengannya. Dia duduk santai di tempat duduknya. Waktu pemutaran film dimulai, dengan tergesa-gesa seorang gadis duduk di kursi sebelah Aditya.Perempuan itu sungguh berisik dan ceroboh, baru datang sudah menumpahkan camilannya. Sontak Aditya emosi dengan apa yang diperbuat perempuan disampingnya. Sedikit menoleh dia terkejut bahwa perempuan yang menumpahkan camilannya itu adalah Adelia, adiknya sendiri.
Adelia pun terkejut melihat abangnya menonton film romantis sendirian, dan itu bukan gaya abangnya. Baru saja ingin memaki adiknya yang ceroboh itu, Aditya teringat bahwa dia sedang memata-matai Hendra.
"Dek, sendirian?" ucap Aditya lirih
"Abang sendiri??"
"Kita samaan, sini abang minta popcorn mu, " Tanpa persetujuan Adelia, Adit mencomot popcorn sebesar genggaman tangannya. Yang membuat Adelia memanyunkan bibir tipisnya.
Mau ribut di tempat umum. Dah lah ikhlasin aja, abang sendiri ini. Kasihan nonton film romantis nggak bawa pacar. Lagian siapa juga yang mau pacaran sama abangnya yang super duper jail dan nggak ada manis-manisnya gitu. Ya kali abang gue samain ama air mineral.
Adelia terkekeh sendiri tanpa diketahui abangnya yang tak tau bagaimana memperlakukan wanita dengan romantis.
®®®