Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 33



Semakin lama perut Kirana membesar dengan bertambahnya usia kandungannya. Kini Aditya sudah berhenti meminta hal-hal diluar nalar.


Penampilan Kirana dengan perut gendutnya, menambah daya tarik tersendiri bagi kaum lelaki.


Ada sebagian orang berfikir bahwa wanita yang sedang hamil akan bertambah cantik dan seksi.


Kirana sudah mulai kesusahan untuk aktifitas sehari-hari. Hingga Aditya mencarikan asisten rumah tangga untuk membantunya. Dia mencari WNI yang mau bekerja paruh waktu untuk mereka saat dirinya bekerja.


"Pagi sayang..."Aditya menyapa istrinya yang baru bangun, dia tau istrinya sulit tidur dengan kondisi perut membesar.


Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Kirana dan pipinya.


"Mandi bareng yuk!"


Tanpa persetujuan Kirana, Aditya menggendongnya ke kamar mandi dan membantu sang istri menanggalkan pakaiannya.


Aditya sangat suka dengan penampilan Kirana saat ini. Membuatnya begitu bergairah di pagi hari.


Pasti ada maunya pagi-pagi ngajak mandi bareng. Mana lembut banget perlakuannya. Apa karena anak ini?


Kirana tersenyum bahagia mendapati perlakuan manis sang suami di pagi hari.


Aditya mulai sibuk dengan aktifitasnya, mencium Kirana tak terlewatkan sesenti pun dari tubuhnya.


Kedua terbakar oleh nafsu bercinta di pagi hari. Hingga keduanya bermandikan peluh meski berada di kamar mandi yang dingin.


Seusai mandi, Kirana memilih dress ibu hamil dibawah lutut. Sedangkan Aditya sedang asik bermain game di handphone nya.


Tok Tok Tok


"Mas mbak, Sarapan sudah siap." Susanti asisten rumah tangganya memanggil mereka agar segera sarapan.


"Iya teh, "Keduanya bangkit lalu menuju meja makan.


"Mbak Kirana, saya teh pamit dulu ya mau kuliah. Nanti pulang kuliah saya langsung kesini lagi...."


"Hati-hati ya teh, "Kirana memberikan beberapa lembar uang


"Ini apa mbak?" Susanti bertanya sedikit kaget


"Buat jajan."


"Tapi kan.."


"Jangan di tolak..."


"Terima kasih mbak..." Susanti menerimanya dengan sangat senang. Dan Kirana nampak puas.


Inikah perasaan memberi uang saku? Sungguh menyenangkan, meski tidak banyak. Hatiku senang melihat senyum diwajah gadis polos itu.


Kirana segera duduk disamping Aditya.


"Sayang,,,,,"Kirana bergelayut manja di tangan Aditya.


"Mmm" Masih asyik menikmati makanan di piringnya


"Aaaaa" Kirana membuka lebar mulutnya


"Kenapa?" Tanya Aditya tanpa menoleh


"Mintaa," dengan manjanya menggoyang tubuh suaminya


"Itu masih banyak..."Sambil menuding ke meja


"Maunya disuapin..."


"Ntar diambilin dulu..."Aditya beranjak dari duduknya hendak mengambil makanan untuk Kirana.Namun ditahan oleh Kirana


"Nggak mau..."


"Lah katanya minta disuapin." Ucapnya lembut


"Maunya yang dipiringmu..."ucap Kirana sambil memonyongkan bibirnya ke arah piring Aditya.


Aditya tersenyum melihat tingkah manja Kirana, dengan telaten Aditya menyuapi Kirana. Sesekali mengusap bibir Kirana karena makannya yang belepotan.


Sampai nambah 3kali baru Kirana merasa cukup.


"Kita jalan-jalan yuk..."Tiba-tiba Kirana mengajak bepergian.


Tidak biasanya Kirana seperti ini, tanpa pikir panjang Aditya pun menyeujuinya. Lalu mereka bersiap-siap untuk pergi.


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Tiga kali suara bel berbunyi, Kirana dan Aditya saling menatap penuh tanya. Keduanya berjalan menuju pintu hendak menyambut tamu yang datang. Setelah pintu dibuka,,,,kedua terkejut


"Surpriseee!!!!!!" Keempat orang yang amat mereka sayangi datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu


Sam, Agung, Adelia dan Sivia segera masuk tanpa dipersilakan oleh tuan rumahnya.


Keduanya membiarkan mereka berbuat sesuka hati. Duduk di sofa sambil menonton acara komedi, dengan Aditya tiduran di pangkuan Kirana.


"Kak!!! Siapa nih yang masak? Enak juga."Dengan mulut penuh dengan makanan Adelia menghampiri kakaknya


"Itu asisten rumah tangga." Kembali Kirana fokus pada acara di televisi.


"Abang agak gendutan sekarang, "Seru Adel sambil mencubit pipi Aditya.


Agung mendekat dengan semangkuk besar buah-buahan siap santap dengan beberapa garpu lalu meletakkannya diatas meja dekat televisi.


Sedangkan Sam dan Sivia membawa beberapa camilan bawaan mereka untuk dinikmati bersama.


"Waahhhh sahabat gue makin cantik aja perutnya monyong..."Sivia masih tidak berubah. Berbicara seadanya tanpa pilih kata yang tepat


"Coba sini tante Via pengen elus dede....."Tangan Sivia mengelus pelan perut Kirana sambil mengajak bicara sang calon bayi.


"Adek juga mau elus perutnya..."Adelia segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Kirana sambil mengusir kakaknya yang enak rebahan dipangkuan Kirana.


"Ini bayi gede masih manja aja, sono pindah tantenya mau manjain ponakan!" Adelia mendorong kakaknya untuk menjauh dari Kirana meski mendapat jitakan di kepalanya.


"Aawww abang sakit...Heran, udah mau punya anak masih sadis aja sama gue!" Seru Adelia sewot sambil melotot kearah kakaknya yang tampan itu


"Cewek apa cowok nih ponakan tante...."Adelia mengelus gemas perut gendut Adelia


"Ni bayik bakal cewek apa cowok bang?"


"Kamu maunya apa?" Aditya menatapnya


"Mau cewek biar ntar didandanin yang cantik, pake bandana imut, gaun mekar, sepatu yang cantik uuuu adek udah nggak sabar gendong bayi..." Gemas sendiri Adelia membayangkan kata-kayanya barusan.


"Adek kan bisa bikin sendiri..."Goda Kirana.


Dengan wajah merah Adelia nerocos tanpa henti "Adek juga mau, tapi kan adek masih kecil. Dan lagi kalo adek punya bayi dulu ntar emak bingung mau nengok cucu yang mana.."


"Ngapain bingung? Toh sama aja cucunya ini." Kirana tersenyum sambil mengelus perutnya


"Eeeehhhh perutnya benjoll" Adelia teriak histeris, begitu dilihatnya lagi tonjolan itu hilang


"Mana...."Sivia pun sangat penasaran


"Tadi, tapi langsung ilang mbak."


"Sakit nggak kak?" Adelia mengarahkan pandangannya ke Kirana


"Sakit tapi menyenangkan, menyadari ada yang bergerak didalam sana." Sambil menunjuk sesuatu yang ada didalam perut


"Adek juga mauuu...." Wajah mupeng Adel membuat semuanya tertawa


"Emang lu nggak pernah ngajak Adel bikin anak Gung?" Sam menodong Agung


"Gue ngajak bikin enak bukan bikin anak. Habisnya tiap ditanya bilang belum siap..." Agung melirik ke arah Adel.


"Percuma lu nikah tapi nggak bikin anak.." Kembali Sam menyindir sahabatnya itu


Aditya tak mau kalah ambil bagian, sambil menatap sahabatnya dia berkata


"Gung kalo pengen punya anak gayanya beda, tapi biasanya kalo kita bikin anak bonusnya dapet enak juga..."


Hahahaha


Sam tertawa kencang mendengar perkataan Aditya.


"Iya yang udah cetak angka, kamar lo mana Dit?" Agung bertanya sedikit memaksa


"Tuh!" Aditya menunjukkan kamarnya.


"Sayang ayo ikut" Agung meraih tangan Adelia, yang diajak pun mengekor dibelakangnya.


"Lu mau ngapain Gung?" Tanya Sam


"Mau bikin anak! Siapa tau langsung jadi kalo disini" Jawabnya enteng


Hahaha


"Parah tu anak, dikira bikin anak pake terigu kali. Main embat aja di rumah orang..."Sam menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya yang terbilang paling alim diantara dirinya dan Aditya.


"Kapan lu kasih status jelas ke Sivia?" Kembali Aditya berbincang dengan Sam.


Sedangkan Sivia dan Kirana berpamitan ke supermarket hendak belanja makanan untuk beberapa hari mereka disini.


"Secepatnya, tenang aja. Gue nggak suka jemuran. Main gantung dimana aja"


"Jangan lama-lama kasihan anak orang."


"Iya justru itu, gue takut nggak kuat nahannya. Bener juga apa yang lu bilang. Begitu udah dapet ciuman, rasanya ingin yang lebih. Dan bisa bikin frustasi juga."Ucap Sam sambil mengingat memori dimana Aditya pernah curhat hampir kebablasan saking enaknya.


"Jadi masih segelan nih Via?" Selidik Aditya


"Meski gue nakal, tapi nggak sebejat itu bro! Bagaimana pun ibu gue juga cewek. Dan gue takut kalo gue nekat bisa hancur semuanya..." Sam memandang jauh ke arah jendela