
Kirana terkejut dengan ucapan Aditya yang tiba-tiba dan seenak udelnya sendiri itu.
"Astaghfirullah, nggak usah jauh-jauh bang khayalannya......Main jeplak aja!!"
"Aku serius Na!"
"Mau lo serius apa kagak, gue belum mikir kearah sono....." jelasnya
Aditya tidak menganggap itu hanya gurauan, karena dia juga tidak ada keinginan untuk main-main dengan gadis ini.
®®®
Beberapa hari setelah perbincangan Aditya dan Kirana itu, Adit jarang bahkan hampir tidak melihat gadis yang menurutnya adalah pacarmu. Adit merasa apakah ada yang salah dengan ucapannya kala itu? Kalau benar salah kenapa Kirana tidak bisa dihubungi dan tidak masuk kuliah beberapa hari?
Rumah Kirana tidak ada tanda-tanda ada kehidupan didalamnya karena lampu rumah menyala disiang hari yang terik ini.
Aditya semakin frustasi, saking frustasinya semakin jelas ia melihat warna berpencar ditubuh setiap orang yang dia temui.
Minggu lalu Aditya sudah memutuskan untuk tidak konsultasi ke Spikolog lagi karena dia menganggap apa yang ia alami tidak berpengaruh dengan kondisi fisiknya.
Dia sudah minta wejangan sama mbah google juga, dan itu tidak akan membuat dirinya mati dalam waktu dekat.
"Bang, bantuin emak ngangkat jemuran! Emak lagi goreng ikan takut gosong!!!!"Seru ibunya dari dapur
"Iya Maakkkkk!!!!"
Adit mendengus kesal, mengutuk adiknya yang selalu sibuk dengan kegiatan ekskul nya diakhir pekan.
Akhir pekan dirumah main game online, punya pacar tapi berasa jomblo. Aditya menghentikan kegiatannya karena mengingat gadis yang dia akui adalah pacarnya, meski dia tidak ada persetujuan atau hanya anggukan dari Kirana saat Adit mengajaknya berpacaran. Tapi juga tak ada penolakan.
Senyum geli tersungging dibibir Aditya kala itu. Bagaimana keadaan Kirana saat ini dia tak tahu.
®®®
Setelah seminggu absen Kirana pun muncul di kampus kembali. Dan raut wajahnya terlihat sedikit kusut, tak luput dari perhatian Sivia sahabat karibnya itu. Sebenarnya Sivia tau dimana Kirana selama seminggu ini, namun ia mendapat pesan agar tidak memberitahu siapapun di kampus kecuali dosen. Sivia tetap bungkam saat Aditya bertanya tentang keberadaan Kirana. Alasan kenapa Kirana tak mau ada yang tau kemana dia selama seminggu terakhir karena dia tak ingin teman-teman sekampusnya tau seberapa buruk dirinya.
Saat Kirana duduk dibangkunya selang beberapa saat ada suara yang tak asing menyapanya.
"Selamat pagi pacarku sayang....."
Mendengar itu sontak seisi kelas menatap ke arah Kirana. Memandang dengan tatapan penuh tanya dan beberapa dari mereka menatap dengan tatapan siap membunuh.
Ngeri dirasakan Kirana kala itu.
Kenapa si bego ini bicara sembarangan sih. Nggak bisa jaga mulut embernya, cowok tapi mulutnya selemes akun gosip Lambe Dower.
Kirana penampakan muka marah dan siap menghabisi Aditya, dia masih kesal pria itu tidak memikirkan nasibnya setelah gosip gila ini tersebar. Padahal dia sudah berhati-hati selama ini agar tidak tersandung masalah selama kuliah. Semua usahanya ini sia-sia karena cowok ceroboh ini. Namun seberapa kesal dan dinginnya dia menanggapi ucapan Aditya dia tidak ambil pusing.
Tak ada respon dari Kirana karena tak lama dosen masuk untuk memulai kuliah hari ini. Kuliah yang membuat pusing dan dalam waktu dekat mereka harus magang. Aditya berharap Kirana mau ia ajak magang di Rumah Sakit yang sama dengannya.