Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 30



Hari pertama di Rumah Sakit sudah membuat Aditya tak karuan. Melihat Kirana yang begitu santai berbincang dengan dokter Charless tanpa ada kecanggungan sama sekali.


Cemburu? Sudah pasti. Pasalnya baru dengan Charless istrinya terlihat nyaman mengobrol dengan pria lain selain dirinya.


Pikirannya tak tenang, menunggu sang istri tak kunjung datang. Diraihnya handphone miliknya lalu menghubungi sang istri.


Tuuttt tuuuttt


"Iya halo.."


"Kamu dimana sayang?"


"Aku diruanganku masih ngobrol sama Charless."


"Cepat lah kesini, aku bosan."


"Iya, aku akan segera kesana bersama Charless.."


Panggilan berakhir


Hahhhhh masih dengan Charless? Dia lupa dengan suaminya dan malah asik berbincang dengan pria lain?


Aditya mendengus mengetahui kelakuan istrinya yang berbeda jauh saat bersamanya.


Bahkan dihadapannya mereka bicara sangat santai seperti tak ada dirinya disana.


Hari ini tidak terlalu sibuk, karena memang masih bisa ditangani oleh dokter muda lainnya. Beberapa perawat kagum saat melihat Aditya berjalan melintasi mereka, namun tatapan sinis mereka tujukan kepada Kirana yang berjalan disampingnya.


Aditya tidak perduli dengan kasak kusuk para perawat tentang dirinya. Namun tidak untuk Kirana, tatapannya sangat dingin membuat para perawat itu beringsut menghindar.


Melihat kelakuan istrinya, Aditya hanya tersenyum sambil lalu.


®®®


Hari berlalu sangat biasa, hingga pada saat Aditya datang ke rumah sakit tanpa ditemani Kirana. Ada dokter muda yang cantik mendekat kepadanya.


"Good morning Sir!"


"Morning." Aditya hanya menjawab singkat kemudian berlalu meninggalkan dokter cantik itu.


Merasa diabaikan Zenith mengejarnya, dan mengimbangi langkah lebar Aditya. Aditya menghentikan langkahnya dan


"Ada apa anda mengikuti saya?"


"Hanya ingin mengenal anda lebih dekat."Jawabnya enteng


"Kalau sudah kenal lalu anda mau apa?" Dengan mata tajam Aditya menatap dokter cantik itu. Namun baginya wajah Zenith biasa saja


"Yaaa menjadi pacarmu mungkin."


"Apakah anda akan menjadi perusak rumah tangga?"


"Tentu tidak!" Jawab Zenith yakin


"Kalau begitu jangan sok akrab dengan saya."Tegasnya


"Memang saya tidak merusak rumah tangga orang kan?" Zenith masih kekeh mengikuti Aditya


"Dengan niat anda ingin memacari saya, itu sudah awal rencana anda merusak rumah tangga orang lain."Aditya kembali memperjelas perkataannya


"Anda sudah menikah?"


"Ya!"


"Lagi pula istri anda tidak disini, tidak masalah bagi anda untuk bersama saya kan?"


PLAAAKKK


Sebuah tamparan mendarat di pipi Zenith. Dia bingung kenapa Kirana menamparnya tanpa sebab. Hendak ingin protes, Zenith melihat Aditya memeluk pinggang Kirana dan tersenyum manis padanya. Berbeda saat bersama Zenith, Aditya tak pernah tersenyum sama sekali.


"Anda sudah paham sekarang? Mungkin tamparan dari istri saya bisa menyadarkan anda agar tidak terlalu genit kepada sembarang pria." Jelas Aditya kemudian meninggalkan Zenith yang sangat malu, dilihat banyak perawat disana.


Baru kali ini Zenith ditolak. Kasak kusuk para perawat yang menyaksikan kejadian itu pun banyak yang terkejut dengan kelakuan Zenith yang baru mereka tau. Padahal dia terkenal ramah, dan lembut kepada semua orang.


"Tak disangka, ternyata dokter Zenith seperti itu. Murahan banget ya.."


"Aku juga kalau jadi ibu Kirana akan murka melihat suaminya di goda seperti itu."


Diruangan Aditya sudah ada Charless dan beberapa tetua disana hendak membicarakan hal penting dengan Aditya dan Kirana.


Setelah rapat usai, Charless masih duduk disana.


"Tidak kusangka Zenith yang pendiam bisa menjadi genit dengan adanya suamimu Na!"


"Apakah dia pendiam? Gadis pendiam berani mengajak suami orang berpacaran? Itukah standar pendiam di London Charless?" Kirana sanksi dengan pengakuan Charless.


"Benar, selama bekerja disini. Dia sangat pendiam. dan murah senyum. Hingga banyak dokter pria yang tergoda oleh pesonanya..."


"Termasuk kamu?" Tanya Adit


"Tentu tidak, ingat! Aku sudah beristri, dan aku sangat mencintai istriku. Pasti Zenith sangat malu mendapat tamparan dari wanita berhati dingin sepertimu."


"Salah siapa berani menggoda suamiku? Dia milikku, itu hak ku mempertahankan milikku."Dengan tegas Kirana mengucapkan kata milikku


"Tak disangka gadis kecil yang dulu sangat angkuh setelah menikah menjadi wanita pesesif seperti ini.."ucap Charless dengan tawa


"Tandanya dia sangat mencintaiku, jika dia biasa saja justru aku sangat terpukul." Aditya bangun dan memeluk Kirana dari samping


"Oh ya, kapan kamu ajak Lucy makan bersama kita?" Kirana menatap Charless penuh harap


"Ayolah aku tak punya teman disini, Kami akan lama disini karena kami sambil kuliah.."


Tok Tok Tok


"Masuk!" Aditya menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk segera masuk. Setelah tau siapa yang datang, wajah Aditya yang tadinya ceria kembali masam.


"Ada apa anda kesini nona Zenith?" Tanya Aditya dengan nada dingin


Zenith melihat disana ada Charless dan juga Kirana yang berada dipelukan Aditya.


"Saya minta maaf pak, bu. Karena saya sangat lancang." Zenith terdiam setelah mengutarakan maksudnya mencari Aditya


"Sudah?" Tanya Aditya lantang yang hanya dijawab anggukan oleh Zenith


"Kalau begitu keluarlah! Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan disini!" Seru Aditya dengan kesal


Hah!!! Gadis pendiam? Lugu? Kalian tidak tau seperti apa wajahnya saat dia menggoda ku tadi! Itu membuatku sangat muak!


Tak disangka Zenith bukannya keluar malah berlari ke arah Aditya dan memeluk kakinya.


"Apa yang kau lakukan!!!! Lepaskan!" Aditya mencoba melepas kakinya dari pelukan Zenith


"Saya mohon Pak Bu, jangan pecat saya.."Pintanya dengan penuh haru


"Siapa yang mau memecatmu?" Tanya Kirana


"Bukannya tadi kalian rapat untuk memecat saya?"


HAHAHAHAHAH


Charless bangun dan menghampiri Zenith,


"Ternyata kamu juga bodoh ya! Ku kira kamu gadis yang tegas dan kuat." Charless membantu Zenith bangun dan memintanya duduk di sofa


"Dari siapa kamu dapat kabar kalau kami akan memecatmu?" Kembali Kirana bertanya


"Semua staf dan perawat membicarakannya." Jawabnya pelan


"Memang siapa kamu? Memecatmu harus adakan rapat?"Jelas Aditya


"Kami tidak akan memecatmu, itu hanya karena kamu terlalu gegabah dalam bertindak!" Ucap Kirana menjelaskan


"Kamu boleh keluar, dan satu hal. Jangan kamu ulangi sikap kamu tadi. Lebih baik kamu selidiki dulu apa status pria yang ingin kamu dekati jika tidak ingin berakhir lebih buruk dari sekedar tamparan." Kirana memperingatkan Zenith agar lebih hati-hati


"Sebenernya gue masih takut kalau tu anak nggak bisa dibilangin, Charless. Apakah benar dia gadis baik?" Kembali Kirana bertanya kepada Charless


"Setauku selama ini dia selaku bersikap baik, tidak pernah dia membuat masalah. Bahkan beberapa dokter muda yang mengajaknya berkencan dia tolak dengan halus. Aku juga heran, kenapa dia tertarik pada pria yang salah. Sudah beristri, berhati dingin bahkan istrinya lebih dingin."


"Sialam kamu!"


"Charless mendapat dua tinjuan ringan dari Kirana dan Aditya berbarengan. Setelah Zenith pergi, mereka segera menuju ruang pengawasan. Mengawasi kinerja dokter baru yang sedang membantu operasi pengangkatan sel kanker. Dibalik kaca hitam pekat, berkumpul dokter-dokter senior. Aditya melihat ada kejanggalan dalam operasi itu.