Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 27



"Sayang, sudah siap belum?Kita harus segera ke rumah Kakek!!" Aditya memanggil Kirana yang masih berada dikamar untuk bersiap-siap setelah sibuk menyiapkan sarapan.


Meski masih tinggal bersama orang tua Aditya, Kirana tidak manja. Dia membantu ibu mertuanya sebisa mungkin.


Merasa masih lama, Aditya kembali ke kamar mengecek sang istri. Saat membuka pintu kamar, didapatinya Kirana sedang memakai sepatu.


"Sayang, jangan pakai sepatu itu...."


"Emang kenapa?"


"Aku nggak rela pria lain menikmati kakimu yang indah itu..."Aditya jongkok sambil membawa sepatu yang hak nya tidak terlalu tinggi.


"Aku takut istriku tercinta jatuh karena ini. Kamu kan nggak bisa pakai hak tinggi."Menaruh sepatu pilihan Kirana ke rak sepatu di kamarnya.


Sialan, tadi nyanjung ujungnya ngejatohin!!!


Kirana mendengus kesal dengan perintah sang suami. Padahal dia sangat ingin memakai sepatu itu.


"Dasar cowok nggak peka!"Ucapnya lirih. Namun masih terdengar oleh Aditya.


"Kamu ingin menggoda ku sayang? Dengan menampilkan kaki rampingmu itu?" Aditya berbalik lalu menyudutkan Kirana hingga tak ada ruang gerak baginya.


Meski sudah menikah lumayan lama, ternyata cewek yang dulunya judes ini pemalu juga soal ranjang.


Aditya mulai mendekatkan wajahnya hingga jarak antara keduanya hanya beberapa mili.


"Sebenarnya aku ingin memakanmu, tapi kakek sudah menunggu kita."Berbisik pelan ke telinga Kirana, lalu mengecup pipinya dan berlalu keluar kamar.


"Ayo cepatlah sayang, kamu tak ingin kakek khawatir karena kita telat kan??" Aditya kembali mengingatkan Kirana yang masih mematung di kamar.


Kenapa setelah menikah dia semakin agresif sih?


Kirana berlari kecil menyusul sang suami. Disana sudah ada Sam dan juga Agung.


"Mbak Via mana bang? kagak diajak?" Adelia ngeluyur menghampiri Agung dan Sam yang sudah siap untuk pergi ke rumah Kakek Kirana.


"Dia gue kurung, biar nggak liar kayak kamu!" Seru Sam sambil mencubit pipi Adelia


"Dasar pelit, bilang aja takut kecantol cowok lain!!!Huuuu pelit!" Adelia berlari kedalam menghindar agar tidak mendapat jitakan dari ketiga pria disana


"Adek lu tuh!"Gerutu Sam


"Yee enak aja, Calon bini lu tuh!" Aditya tak mau kalah melempar ke arah Agung


"Emang kenapa kalo calon bini gue? Kan cantik." Agung dengan bangganya memuji sang kekasih


"Puji aja terusss, mumpung anaknya nggak ada. Kalo ada bisa kena palak kita!" Seru Aditya sambil mengendarai mobil meninggalkan rumahnya.


Perjalan tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar satu jam dari rumah Aditya menuju rumah kakek Kirana.


"Habis ini apa rencana kalian?" Aditya membuka topik pembicaraan biar tidak kaku di mobil.


"Gue sih lanjut ambil spesialis."Sahut Sam tenang sambil memainkan handphone ditangannya


"Kalo gue jelas nikah sama adek lo. Abis itu kita sama-sama kuliah ke Amerika. Gue ambil Spesialis, Adel terserah mau ambil jurusan apa."Jawab Agung enteng


"Eh iya, kalo lu ambil spesialis dimana Sam? Trus Via gimana?" tanya Agung penasaran


"Gue sama kayak lu mau ke amrik, Via katanya juga mau lanjutin ambil Spesialis. Dia udah daftar beasiswa dari awal."Jelas Sam


"Kalo lo Dit?" Keduanya melontarkan pertanyaan yang sama.


"Meski kita pisah, komunikasi jangan sampai putus. Dan ingat pesan kakek dulu, segera lapor ke kakek jika ada yang janggal."


Mobil Aditya memasuki halaman rumah Kakek Kirana yang masih berada di pedesaan. Udaranya masih segar, suasananya masih tenang.Mereka segera turun dari mobil, Aditya membangunkan pelan Kirana. Terlihat sang istri begitu lelah akhir-akhir ini


Mereka berempat bejalan memasuki rumah dengan desain rumah adat jawa. Namun didalam terlihat sangat wah.


"Gila, rumah kakek udah kayak istana aja..."Sam mengagumi keindahan rumah sang kakek yang memang terlihat seperti istana.


"Eh kakek, " Ketiganya membungkuk hormat melihat kakek Kirana mendekat. Sedangkan Kirana berlari memeluk sang kakek dengan manjanya.


"Kek, Kiki kangen..."Ucapnya manja sambil bergelayut manja di lengan sang kakek.


"Bagaimana kabar kalian?"Tanya sang kakek sembari menuju kursi diruangan itu. Kirana ikut duduk disebelah sang kakek.


"Kami baik kek."jawab ketiganya kompak


"Ingat misi kita. Jangan sampai lengah, jika kita berhasil kita bisa mencegah adanya kehancuran."Jelas sang kakek dengan bijaksana


"Kirana, kamu sudah paham peran kamu nanti kan?" Dijawab dengan anggukan oleh Kirana


Setelah membicarakan strategi untuk memancing orang yang sama dengan pelaku penculikan Kirana beberapa waktu lalu. Mereka harus hati-hati, tidak boleh gegabah.


®®®


Hari yang dinantikan telah tiba, acara resepsi pernikahan Kirana dan Aditya.


Dekorasi dengan tema alam, namun hidangan yang super lengkap. Banyak sekali bunga mawar, anggrek, krisan, dan berbagai bunga cantik lainnya menghiasi tempat pelaksanaan resepsi Aditya dan Kirana. Semua rekan kuliah mereka, rekan bisnis kedua keluarga, serta kerabat dekat berkumpul disana. Tak lain Kayla juga ada disana.


Namun ada yang sedikit aneh dengan gadis itu, Sam dan Agung sudah merasakan ada yang berbeda dalam diri Kayla. Itu tidak seperti Kayla yang biasanya.


Sejauh ini, acara bejalan sangat lancar, hingga sebuah ledakan terdengar dari luar gedung.


DUUUAAAARRR


Para tamu berhamburan karena panik. Aditya, Sam, Agung dan beberapa bawahan kakek Kirana saling mengirim kode.


Dan benar saja, sesuai perkiraan sang kakek. Kirana menghilang ditengah hiruk pikuk kegaduhan yang terjadi akibat ledakan.


Aditya menyadari bahwa perempuan disampingnya telah hilang, dengan sangat cepat Aditya berlari ke ruangan tersembunyi dan memeriksa keadaan di dalam. Disana masih ada Kirana, Adelia dan juga Sivia.


Aditya memberikan kode agar ketiganya waspada, karena situasi sangat kacau. Namun sesuai perhitungan sang kakek.


Melalui telepati, Aditya dan yang lainnya mencari keberadaan Kirana palsu. Berjarak kurang lebih satu kilo meter dari lokasi resepsi. Kirana palsu sudah disekap disana. Badan diikat di kursi, mulut dibungkam dengan lakban, dan kondisi tak sadarkan diri.


Disebelah Kirana yang tak sadarkan diri, ada sosok Kayla dengan wajah datar dan tatapan penuh amarah serta beberapa orang dengan jubah hitam mengelilingi Kirana.


"Akhirnya, setelah dua generasi kita gagal memilikinya, Kini kita berhasil mendapatkannya HAHAHAHAHAHA" Seru salah seorang yang berjubah hitam itu sambil mengangkat tingkat dengan ukiran tengkorak lalu tertawa dengan sangat puas


"Kalian semua sudah siap? Ini kesempatan terakhir kita untuk membangkitkan dewi kegelapan. Jangan sampai ada yang terlupakan. Jika kita gagal lagi kali ini, kita bisa lenyap terbawa angin." Salah seorang memperingatkan yang lainnya.


Sembilan pria dan wanita dengan mengenakan jubah hitam berhiaskan bordiran api pada jubahnya dengan benang emas, mereka merapalkan mantra bersamaan. Bersiap membangkitkan Dewi Kegelapan yang mereka maksud.


Cuaca disekitar bangunan berubah menjadi gelap dan petir menyambar saling bersautan. Tidak ada hujan, hanya angin kencang dan petir yang dapat menghancurkan apa saja yang ada disekitar tempat itu.


Pusaran awan gelap mulai muncul diatas bangunan dimana mereka merapalkan mantra


Lalu.


BRRRAAAKKKKK