
Saat Kirana, Aditya dan juga Vian menyerang Lucas. Sam dan Agung bertugas membawa Vina ke tempat aman. Tempat yang tidak mungkin bisa dijangkau Lucas saat ini.
Dengan alat ciptaan Vian, dengan mudah Sam dan Agung membawa Vina berpindah tempat dalam hitungan detik.
Sedangkan Lucas melawan Vian dan kedua orang tuanya.
Sebuah tembakan diarahkan ke Kirana juga Vian. Dengan sigap, Aditya menangkis serangan Lucas pelindung aura.
Mendapat kesempatan bagus, Vian segera menyerang Lucas dengan trik yang lebih licik.
Tanpa disadari oleh Lucas, Vian telah menancapkan bom mini ke leher Lucas.
Namun tubuh Lucas seperti terbuat dari besi, bom itu malah terpental mengenai bangunan kelas dan
BUUUMMMMM
Kelas itu meledak, luluh lantah rata dengan tanah.
Hahahaha
"Hanya segitu kampuanmu bocah?" Lucas menyeringai siap menyerang lagi.
"Harusnya kamu tidak berbicara saat bertarung..." Aditya sudah menghantam tubuh Lucas melalui pukulan jarak jauh.
Darah pun muncrat dari mulut Lucas.
"Cih!! Beraninya kalian mengeroyok anak dibawah umur." Lucas mengusap darah yang mengalir dari bibirnya.
"Tubuhmu memang bocah, tapi sifatmu Iblis!!!" Kirana menyerang dengan menghentikan waktu, kemudian berlari memukul tengkuk Lucas.
"Kami tidak akan malu mengeroyok iblis sepertimu! Justru kami akan sangat malu jika membiarkan mu bebas berkeliaran!"
Vian pun tak mau kalah dengan orangtuanya.
Dengan serangan tenaga dalam yang kuat, Vian menghantam Lucas tanpa ampun.
Lucas pun tak kalah gesit. Dengan susah payah dia menahan serangan Vian.
Keduanya terpental jauh efek hantaman kekuatan mereka.
Sedangkan di tempat lain, Vina telah sadar setelah kehabisan tenaga.
Vina melihat kesekelilingnya. Tempat yang asing, namun dia mengenal dua sosok pria disampingnya.
"Om.... Saya dimana? Lucas! Bagaimana si brengsek itu!!!"
Vina langsung bangun setelah membuka matanya. Sedangkan Agung dan Sam hanya menatap penuh rasa bersalah karena telah meninggalkan kakak juga kedua orangtua Vina.
Dari arah luar ruangan, pintu dibuka. Masuklah sesosok pria tampan tinggi besar.
Vina sangat terkejut melihat pria itu
Tama pun menyambut Vina,
"Kamu harus memulihkan tenagamu. Minumlah ini, lalu kita berangkat menyusul Vian dan kedua orangtuamu."
Tama memberikan sebuah kapsul berwarna ungu.
Tanpa ragu Vina menelan kapsul pemberian Tama. Lalu Vina mengikuti Tama, begitu juga dengan Sam dan Agung.
Memasuki sebuah tabung kaca besar, lalu
Wussshhh
Keempat orang itu menghilang seperti asap.
Kapsul yang diberikan Tama kepada Vina, selain memulihkan energi dengan cepat. Juga memusnahkan kuncian yang mengekang kekuatan Vina.
Setelah meminum kapsul itu, tubuh Vina terasa sangat ringan dan segar.
Dalam sekejap, Vina telah sampai di tempat pertempuran Lucas dengan kakaknya. Tidak hanya Lucas, beberapa orang berjubah hitam juga menyerang Kirana juga Aditya.
Vina nampak sangat marah, dia juga tidak tau siapa kelompok orang berjubah hitam itu.
Apakah itu komplotan Lucas?
Dan Tama! Sejak kapan dia disini? Untuk apa?
Banyak sekali pertanyaan di kepala Vina.
Melihat keluarganya dalam bahaya, dengan sangat marah, Vina menyerang dengan tembakan es.
Entah kapan Vina mendapat kemampuan ini
Namun serangannya itu mampu melukai kelompok orang yang menyerang Kirana juga Aditya.
Sedangkan Lucas, sebuah pisau dari es menancap di lengannya
Mendapat serangan dari Vina, Lucas tersenyum.
Lalu segera menuju ke tempat Vina berada. Kali ini dia benar-benar ingin menghabisi Vina dan menyerap energinya.
Namun saat sudah dekat, tubuhnya berasa dihantap dari samping.
Tama, dia merasa sangat marah Lucas mendekati Vina. Akhirnya pertarungan satu lawan satu pun tidak dapat dihindari.
Dentuman keras terdengar diwilayah itu. Untung mereka berada di dimensi lain. Sehingga kerusakan parah pun tidak ada korban.
Sam dan Agung sudah bergabung bersama Kirana dan Aditya melawan antek-antek Lucas.