Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 57



Satu tahun setelah kejadian mengenaskan yang menimpa Vina.


Lucas yang masih terbaring koma di rumah sakit milik keluarga Kirana.


Tama yang sangat cepat sembuh dari luka-lukanya.


Vina yang mulai pulih dengan berbagai teraphy yang dijalaninya.


Vian tampak sangat segar, karena dia telah siap menghadapi hari itu.


Sedangkan Kirana, Aditya, Sam dan juga Agung sudah beraktifitas seperti biasanya.


Tama yang setiap hari menemani Vina menjalani perawatan, dengan sabar menghadapi sikap Vina yang berubah-ubah.


Ini adalah efek dari serangan iblis itu. Sehingga Vina menjadi labil. Sedangkan Lucas yang tidak mempunyai kemampuan dasar pertahanan diri. Membuat dirinya sangat lambat dalam pemulihan.


Beban mental yang diterima Vina sangat berat. Itu bisa memicu kematian karena imunitas dalam tubuhnya tidak dapat bekerja secara maksimal.


Dampak dari pertarungan setahun lalu, sungguh membuat Vina menjadi pribadi yang berbeda.


Dia lebih banyak diam dan tidak merespon jika ada yang mengajaknya bicara. Termasuk Tama. Dengan susah payah Tama berusaha agar Vina menerimanya.


Setiap kali Tama datang, selalu mendapat penolakan dari Vina seperti hari ini.


"Ngapain kamu kesini lagi b*ngs*t!!!! Aku bisa melnyapkanmu sekarang juga!!!" Vina terlihat sangat membenci Tama.


Namun penolakan Vina tidak membuat Tama mundur sedikit pun. Bagaimana pun Tama juga merasa bersalah. Vian sudah menceritakan segalanya setelah Kepergian Tama dulu. Bagaimana Vina menjalani harinya setelah Tama meninggalkan adik kembarnya.


"Aku bilang pergi!!!!" Vina masih mengamuk saat ada yang menjenguknya. Hanya kepada Vianlah Vina melunak.


Bahkan kepada kedua orang tuanya Vina juga sangat membencinya.


Vina benci kenapa harus terlahir berbeda. Kenapa harus dirinya menjadi target iblis jahat seperti itu.


Lebih tepatnya Vina mengalami depresi akut. Meski dirinya berusaha menerima kenyataan, namun rasa sakit dikhianati, ditinggalkan dan dipermainkan membuat dirinya semakin terpuruk.


Sering Vina menangis di pojok ruang perawatan sambil memeluk lututnya, saat ini dia hanya ingin menerima kehangatan dari kakaknya. Hanya Vian yang tau seperti apa dirinya saat ini.


Kirana merasa sangat terluka mendapati putrinya seperti ini. Dia merasa gagal, seharusnya dia memberitahu bahwa Lucas tengah dikuasai iblis itu. Seharusnya dia menolak keinginan kakek dan juga suaminya untuk menyegel kemampuan mereka.


Kirana berusaha kuat demi putrinya. Setiap hati Kirana menemani Vina meski tidak mendapatkan respon juga penolakan.


"Sayang, makan yaa.... Mama suapin. Abang mu tidak akan merebutnya lagi..."


Kirana menyendok makanan kesukaan Vina lalu mengarahkannya ke mulut Vina.


Vina hanya diam saja tanpa membuka mulutnya. Pandangannya lurus ke depan.


"Dia akan segera kesini bersama Tama." Ucap Kirana dengan lembut sambil mengelus kepala putrinya


"Adek makan ya..... Nanti kita kembali ke Indonesia seperti keinginanmu dulu. Kita akan berkumpul dengan Aunty Adel juga Uncle Agung. Kita akan berkumpul dengan oma juga opa......" Mendengar itu Vina menatap mamanya masih dengan linangan air mata di pipinya.


Dengan sangat sedih, Kirana memeluk putrinya. Kirana pun tak dapan membendung air matanya karena sang anak sudah mau menatapnya dan menerima pelukannya.


Sudah satu tahun Vina mengacuhkan orang yang menjenguknya termasuk ketiga sahabatnya kecuali Vian kakaknya.


"Ma.... " Mendengar Vina memanggilnya, Kirana sangat senang. Dengan sangat erat Kirana memeluk putrinya. Dan dia sudah berjanji jika Vina membaik, Vina akan dibawa ke Indonesia.


Mendengar kabar itu, Aditya, Tama dan juga Vian segera menuju rumah sakit.


Sang iblis telah musnah, entah jika ada iblis lain menginginkan hal yang sama. Setidaknya kali ini semua aman.


Vina sudah mulai pulih sedikit demi sedikit. Dan perubahan sikapnya telah membaik. Dia tak lagi diam saja. Sudah bisa berbicara dan berekspresi.


Bahkan Vina sudah tidak memaki Tama, bahkan Tama lebih sering berada disamping Vina.


Semuanya kini perlahan kembali normal, tanpa adanya perebutan kekuatan dengan iblis.


Kali ini, paling tidak saat ini mereka bisa hidup normal seperti kebanyakan orang.


Tidak perlu takut melukai orang lain demi menutupi identitas mereka.


Akhirnya Vina dan keluarga beserta Tama bertolak ke Indonesia sesuai keinginan Kirana.


Dengan berat Vina harus meninggalkan ketiga sahabatnya.


Sedangkan Joan, harus rela ditinggal Vian. Meski cintanya tak berbalas, setidaknya dia bahagia karena sudah menyukai orang yang tepat.


Lucas yang masih mendapat perawatan di rumah sakit milik keluarga Kirana keadaannya semakin membaik. Dan mulai sadar.


Kini semua kembali pada tempatnya. Keluarga Kirana akan normal lagi tanpa ada sesuatu yang disembunyikan.


Berharap tidak ada lagi keserakahan hanya untuk keuntungan pribadi. Karena sesungguhnya semua hanya milik Tuhan.


Tidak ada untungnya berebut sesuatu yang bukan milik kita.


**END


*☘☘☘


Terimakasih kepada para readers atas dukungannya selama ini. Jangan lupa baca novel ku yang satunya ya,,,, My Princess OG


💖💖💖💖***