Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 12



Akhirnya hari yang direncanakan Hendra dan juga Kirana telah tiba. Pada pertemuan kedua keluarga besar kali ini mereka berdua sepakat membawa pasangan masing-masing.


Kirana telah tampil beda dengan make up tak seperti dirinya setiap hari. Aditya menjemput Kirana dengan meminjam mobil ayah nya. Aditya pun tak kalah dengan setelan jas nya yang menambah dirinya semakin keren. Aditya pun terkesima dengan penampilan kekasihnya yang luar biasa itu. Berbeda dengan Kirana tanpa make up, malam ini sungguh sempurna dengan tatanan rambut masa kini. Meski dengan make up tipis namun sungguh mempesona. Dengan gaun sedikit terbuka dan menampakkan sedikit belahan dadanya membuat Aditya menelan ludahnya sendiri.


Malam ini sungguh sangat menegangkan, bagaimana tidak? Kirana menantangnya untuk melamar dirinya di hadapan keluarga besar Kirana. Aditya melajukan mobilnya menuju restoran yang dimaksud Kirana.


Restoran mewah dengan gaya internasional, mereka berdua dibimbing oleh pelayan restoran menuju ruangan VVIP. Disana sudah menunggu kedua keluarga besar Hendra dan Kirana.


Nampaknya Hendra dan kekasihnya sudah sampai lebih dahulu dan menunggu Kirana tiba di depan pintu. Begitu Kirana mendekat, pelayan membukakan pintu ruang VVIP yang dimaksud.


Masuklah Hendra bersama kekasihnya, bergandengan dengan sangat mesra. Diikuti Kirana yang bergelayut manja di lengan Aditya. Semua orang yang berada di ruangan itu tak percaya dengan apa yang mereka lihat, kecuali kedua orang tua Kirana. Karena memang kedua orang tua Kirana tak ingin anak mereka mengalami hal yang sama seperti apa yang mereka rasakan.


Kakek Kirana dan juga Kakek Hendra begitu murka melihat drama dihadapan mereka


"Apa maksud semua ini!" Bentak pria tua itu yang tak lain adalah kakek Kirana


"Kalian berdua jangan main-main!" Disahut dengan suara tak kalah geram dari kakek Hendra


Hendra sebagai seorang pria maju dengan yakin dan mulai menjelaskan apa yang terjadi.


"Maafkan kami berdua yang tidak bisa menuruti keinginan kalian. Tapi kami berdua berhak bahagia kek. Hendra sudah punya wanita yang Hendra sayangi. Begitu pula dengan Kirana. Kami tidak mungkin bersama Kek ka...." belum usai ucapan Hendra, kakek Hendra sudah memotong kalimat itu


"Omong kosong macam apa ini Hen! Kau bikin malu kakek. Dan siapa peduli dengan cinta!"


"Tapi kek! Kami punya hak menentukan kebahagiaan kami. Kami bukan boneka "Jelas Hendra


"Sudah sudah, jangan bicara dengan emosi. Kita duduk dulu, kita bicarakan lagi nanti. Kita kesini untuk makan malam bersama.." Ucap kakek Kirana penuh kesabaran


Neneknya mempersilakan mereka duduk. Aditya duduk bersebelahan dengan Kirana tak lupa membungkuk hormat kepada semua yang hadir disana. Disambut anggukan ramah oleh yang lain kecuali kakeknya Hendra.


Acara makan malam berjalan lancar namun Kirana dan Aditya harus ikut kembali ke rumah kakek nenek Kirana untuk menjelaskan semuanya. Begitu juga dengan Hendra dengan kekasihnya.


Penuh ketegangan dalam perjalanan menuju kediaman kakek Kirana. Meski hanya berdua didalam mobil namun mereka terasa sangat canggung.


"Udah nggak usah tegang Dit, kalo kamu memang serius sama aku jangan ragu." Kirana mencoba menghibur Aditya yang masih bingung, takut menjadi tenang kembali.


Sesampainya di rumah besar nan megah itu mereka turun, Aditya masih tak percaya bahwa Kirana memang berasal dari keluarga sekaya ini. Karena memang tampilan Kirana yang tak se heboh cewek-cewek kampus yang membanggakan harta keluarganya itu.


Kirana berbeda, Kirana tak pernah memperlihatkan satu barang pun dengan merk luar negri yang super duper mahal. Penampilannya hanya biasa dan tak nampak bahwa dirinya berasal dari keluarga terpandang.


®®®


Aditya si ganteng Pangeran Kampus



Kirana gadis sederhana yangvmampu mencuri hati Aditya