Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 36



Pagi ini Kirana terlihat sangat sedih dan murung, semenjak kepergian Sahabat dan juga adik iparnya kemarin Kirana lebih banyak diam.


Aditya menyadari perubahan sang istri, namun pagi ini tak bisa ditahannya lagi. Dengan langkah pelan Aditya mendekati Kirana yang menatap jauh lewat jendela kamarnya.


Dengan lembut Aditya memeluk dari belakang dan mengecup pipi Kirana.


"Ada apa sayang? Kelihatannya galau banget?" Aditya mengelus perut Kirana lalu berbisik


"Bagi duo baby Ayah, jangan berantem di dalam ya, Kasihan mama." Aditya merasakan tonjolan di perut Kirana lalu menghilang, kemudian muncul lagi dan kini bergerak pelan.


Dengan wajah sumringah Aditya lalu berjongkok mengamati perut besar Kirana.


"Sayang, anak kita ngajakin main." Aditya sangat senang dengan pengalaman pertamanya. Sebelumnya hanya melihat dari USG bahwa kedua anaknya sangat aktif.


"Iya, belakangan aktif banget mereka. Dan pinggang rasanya sakit." Kirana tersenyum melihat suaminya sangat menyayangi dirinya.


Dia berharap tidak mengalami hal yang sama seperti kedua orang tuanya.


"Hey, kenapa istriku menangis?" Aditya mengusap butiran bening di sudut mata istrinya.


"Aku takut, tapi juga bahagia." singkatnya


"Takut kenapa sayang?" Aditya membawa Kirana untuk duduk di sofa yang ada dikamar mereka, lalu menyenderkan kepala istrinya dan mengelusnya dengan penuh kasih.


"Aku takut mengingat keluargaku, aku takut kejadian dulu terulang lagi. Sayang, jawab aku. Apakah mereka masih mengincar aku dan keturunanku? Aku masih takut, apalagi semalam Sivia bilang kami diikuti..." ucapan Kirana terhenti karena ketakutan dan tangisnya pecah.


"Tenanglah sayang. Suamimu akan menjagamu dan anak-anak kita. Kamu jangan memikirkan hal buruk. Meski mereka masih mengawasi kita, tapi merek tidak cukup kuat untuk mengusik kita...." Aditya menghibur Kirana yang masih ketakutan.


Teringat saat resepsi pernikahan mereka yang diadakan bukan seperti pasangan pengantin pada umumnya, tapi semata untuk menyelamatkan dirinya dan dunia dari kehancuran.


"Sayang, Kakek akan kemari, emak bapak juga ikut. Bahkan mama papa juga kemari. mereka akan mengadakan tasyakuran 7 bulan kehamilanmu...."


"Benarkah?" Kirana mendongakkan kepalanya. Menyeka air matanya dan membenahi duduk nya.


"Benarkah itu? Semua akan kesini? Lalu adek sama yang lainnya?" Melihat antusias istrinya yang sekejap melupakan kesedihannya membuat Aditya tenang.


"Tenang sayang, mereka menginap di hotel. Mereka tidak pergi kemana-mana...."


"Jadi???" Kirana menatap curiga dengan senyum manis di bibirnya


"Iya, mereka ngerjain kamu."Jawab Aditya pelan


"Dan kamu diam aja mereka berbuat seperti itu?" Kirana meninju lengan suaminya lalu memeluk Aditya.


"Mereka mengancamku..."Keduanya berpelukan cukup lama dan sesekali saling menggoda.


®®®


Dilain sisi, Kayla yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Setelah sekian lama dia merasa linglung, Kayla samar-samar mengingat kejadian saat terakhir berada di gudang tua dan bertengkar hebat dengan kakaknya.


Diatas tempat tidur di rumah sakit Kayla masih berusaha mengingat kejadian itu.


Setelah pertengkaran dengan sang kakak yang dirasa kakaknya itu telah berubah sikapnya. Lalu dia merasakan tubuhnya seperti terlempar ke jurang. Hanya rasa sakit yang ia rasakan.


Entah berapa lama dia terbaring di rumah sakit.


"Nona baik-baik saja?" Seorang suster mendekat dan membantu Kayla menyeka tubuhnya.


Kayla masih duduk terdiam. Begitu perawat akan meninggalkannya, Kayla memegang lengan perawat itu. Sehingga membuatnya ketakutan.


"Berapa lama saya disini?" Dengan nada dingin Kirana bertanya


"Sssuuuudah hampir satu tahun nona." Perawat itu mejawabnya dengan sangat gugup.


"Kenapa selama aku bangun keluargaku tidak ada yang menemaniku?" Kembali Kayla mengeluarkan nada tinggi.


"Saya tidak tau nona. Hanya ada tuan muda yang selalu menjenguk anda." Jawabnya sedikit takut


"Siapa tuan muda yang kamu maksud?" Kayla masih emosi


"Siapa kamu?" Kayla merasa tidak mengenal sosok pria di hadapannya.


"Kamu tidak mengingatku?" Dengan suara sedikit mengintimidasi pria tak dikenal itu berbisik di telinga Kayla


Bisikan itu membuat Kayla merinding, dan sangat ketakutan. Hingga Kayla tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.


"Kamu tak perlu takut sayang. Karena kita akan segera menikah.."


"Mana keluargaku? Dimana mereka?" Kayla berterima histeris. Masih sangat takut dan tubuhnya pun gemetar.


"Mereka aman dan sehat-sehat saja." Jawab pria itu singkat.


"Sekarang kamu fokus pemulihan saja, tidak perlu banyak pikiran. Oke!" Setelah membenahi selimut Kayla, pria tak dikenal itu meninggalkan Kayla dalam ketakutan.


BAAMMM


Suara pintu di tutup dengan sangat kencang.


Jaga ruangan ini! Jangan biarkan nona Kayla meninggalkan ruangan ini!


Terdengar suara keras dari luar, seolah tak ingin Kayla kabur.


®®®


Bennedict Arta Jaya, Seorang pria berdarah dingin. Sangat kejam dan terkenal tanpa ampun jika berhadapan dengan lawan.


Dari tatapan matanya, Arta terlihat sangat dominan saat sedang berbicara dengan orang lain.


Awal mula Arta menemukan Kayla yang tergeletak tak berdaya di bawah jurang adalah saat dia menyusuri alam pegunungan bersama timnya untuk survey tempat.


Lokasi dibawah jurang menyimpan pemandangan yang eksotis, sangat cocok untuk membuka wisata alam disana. Dari atas jurang, Arta melihat sosok wanita tergeletak tak berdaya disana.


Lalu tim penyelamat berusaha mengangkatnya. Dan ternyata masih bernyawa meski tanpa ada respon darinya. Arta memutuskan merawat Kayla yang kala itu tak sadarkan diri.


Arta menyelidiki siapa gadis yang ia bawa, setelah mendapat informasi yang dia inginkan Arta memutuskan akan menikahi gadis ini setelah dia pulih.


Dengan kekuasaan yang dimiliki Arta dengan mudah ia meyakinkan keluarga Kayla bahwa dia akan merawat Kayla. Keputusan yang diambil oleh Arta tak lain karena dia melihat ada yang berbeda dari Kayla.


Seperti ada kekuatan tersembunyi dalam tubuhnya. Arta yakin, Kayla dapat dia andalkan kelak. Dan Arta yakin Kayla pasti sadar meski butuh waktu yang lama.


Bisa dikatakan keluarga Arta adalah saingan kakek Kirana dalam bisnis. Cukup lama Kayla dalam keadaan tak sadarkan diri, namun tubuhnya masih dapat menerima respon secara audio.


Saat ada kabar bahwa Kayla telah sadar, Arta bergegas kembali ke Indonesia untuk melihatnya secara langsung. Dan memastikan bahwa apa yang dia pikirkan selama ini benar.


Saat Arta bertemu secara langsung dengan Kayla yang sudah mulai bisa duduk dapat ia rasakan aura kegelapan dalam tubuh Kayla. Untuk memastikannya, Arta menyentuh tangan Kayla. Meski ada perlawanan dari Kayla.


"Kamu tidak mengingatkan?"


Ada jawaban dari tubuh Kayla yang tak disadari sang pemilik.


*Akhirnya kau datang, segera kamu cari keberadaan perempuan itu. Mungkin dia sedang mengandung sekarang.*


Suara itu hanya Arta yang mendengar. Setelah itu Arta pergi meninggalkan Kayla yang masih berdiam diri.


"Jaga ruangan ini, jangan biarkan dia meninggalkan ruangan ini!" Arta memerintah pengawalnya


"Baik tuan!" Dengan hormat ketiga pengawal itu membungkuk kepada Arta.


®®®


***Salam kenal semuanya, terima kasih sudah membaca karyaku ini. Masih banyak kurangnya sih...maklum yaa


Apa pendapat kalian soal cerita ini? Membosankan atau bagaimana? Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar. Dan jika ada saran dan kritik dari kalian, dengan senang hati author terima.


Tunggu update berikutnya ya,


Terimakasih 😘😘😘***