
Aditya dan kawan-kawan seangkatannya telah kembali ke kampus setelah menyelesaikan masa magang untuk bahan skripsi nanti. Aditya bersama dua sahabatnya yang sedang asik berbincang di taman dekat fakultas mereka. Dari kejauhan nampak gadis yang cantik dan seksi berjalan kearah mereka.
"Pagi semua,,,,Apa kabar? Pagi bebeb.."Dengan gaya centil Juwita menggoda Aditya. Tak ada respon sama sekali dari Aditya. Otomatis membuat gadis itu kesal.
"Kenapa sih? Gue dicuekin mulu?? Giliran Kayla aja, pada ngeladenin...."Dengusnya kesal
"Siapa yang cuekin lo? Kita cuma nggak tau kalo lo dateng, dikira petasan cina nyasar kemari"Sahut Sam yang disambung gelak tawa orang yang ada disekitar situ.
"Lagian lu pagi-pagi bukannya sarapan malah obral paha. Berapaan tu?"Pria yang lainnya pun tak mau kalah menggoda Juwita yang memang berpenampilan kelewat seksi. Mengenakan celana panjang namun bagian pahanya terekspos siap memberi santapan pria hidung belang yang kelaparan.
"Awas ya kalian!!!!"Dengan sangat kesal Juwita meninggalkan kerumunan orang di taman dan menuju toilet.
Di taman.
Semua pria menatap kagum dengan kehadiran wanita cantik yang entah semenjak kapan kuliah disini. Mereka tak pernah melihatnya di kampus selama ini. Setahu mereja hanya Kayla gadis cantik di fakultas mereka. Dengan mengenakan dres selutut dan rambut dicepol atas menambah keseksian gadis itu. Berjalan menghampiri Aditya tanpa sungkan mengecup pipi Aditya lalu duduk disampingnya mendorong Sam yang sedari tadi duduk disana.
"Awas lo minggir, nyonya besar mau bersanding sama pangeran....."cekikikan sendiri setelah mengucapkan kata-kata konyol di hadapan kekasihnya
"Pagi sayang kuh, " Aditya kembali mengecup pipi sang gadis lalu mengusap lembut kepalanya.
"Gila lu Na, pangling kita sama lu...."Sam masih tidak percaya siapa gadis dihadapnnya itu....
"Gung, lo nggak cium tangan calon kakak ipar lo?" Kirana meledek Agung sambil menjulurkan tangannya agar dicium olehnya.
"Belom jadi bu! Jangan jadi kakak ipar jahat napa!" Agung hanya menampel tangan Kirana dengan sedikit kesal namun dengan senyum malu.
"Bentar, kakak ipar? Adik ipar? Ni gimana sih ceritanya? " Sam masih bingung dengan keadaan ini. Disisi lain Kirana yang biasanya cuek soal penampilan, kini sangat menawan.
Dan apa maksud obrolan tadi. Kakak ipar? Adik ipar? berganti kearah Agung dan Kirana, Sam masih tidak paham apa yang terjadi.
Yang dilihat hanya tersenyum tanpa ada penjelasan. Sedangkan Aditya hanya diam saja melihat tingkah kekasih dan juga calon adik iparnya itu.
Setelah kedua keluarga besar Aditya dan Kirana bertemu, tanggal pernikahan pun sudah ditetapkan. Pernikahan akan dilaksanakan sebelum acara wisuda mereka, namun hanya ijab qobul biasa. Sedangkan pesta resepsi sepakat diadakan setelah mereka berdua wisuda. Waktu berjalan sangat cepat. Setelah beberapa hari fitting baju kebaya untuk Akad nanti. Tinggal menunggu hari H acara Akad nikah.
Seminggu sebelum acara akad, Kirana masih sibuk ke kampus. Kali ini Aditya ijin karena akan mencari sebuah kado untuk calon istrinya itu.
Kirana sudah menunggu sekitar limabelas menit dibawah pohon dekat gerbang kampus. Menunggu sang kekasih yang hendak menjemputnya.
Begitu Aditya tiba di tempat seharusnya Kirana menunggu namun orang nya tidak ada, segera Aditya menghubungi Kirana
Tuuuutttt tuuutttt tuuuutttt
Aditya sangat panik mendapati kekasihnya tidak ada di tempat. Lalu ia mendapat panggilan masuk, Agung.
Agung : Buruan lo ke alamat yang gue kirim, Kirana diculik. Gue sama Sam ngikutin mobil yang bawa dia.
Belum sempat Aditya menjawab telponnya, sambungan pun terputus. Tanpa pikir panjang Aditya segera menuju ke alamat yang Agung kirim. Dari nada bicaranya di telpon tidak mungkin Agung mengerjainya. Apalagi Agung yang bisa dibilang tidak pernah banyak tingkah.
Sampai di tempat yang dimaksud Agung segera Aditya turun dari mobil. Diparkir di sebelah mobil Sam, bergegas menuju ke arah bangunan gudang tua di depan. Di dekat gudang itu terlihat sebuah mobil terparkir disana.
Itu kan mobil Pak Dhani, ngapain dia disini.
Setelah berjalan agak jauh, Aditya melihat kedua sahabatnya sedang mengendap-endap dari luar jendela. Sambil mengawasi gerak-gerik orang yang berada di dalam.
Dengan perlahan Aditya menuju dimana Agung dan Sam sedang mengintai. Perlahan memanggil sahabatnya agar tidak ketahuan orang yang ada di dalam.
Keduanya menoleh sambil menempelkan telunjuk ke bibir pertanda agar Aditya tidak membuat suara.
"Lo perhatiin tu." Sam menunjuk ke dalam.
Aditya terkejut melihat kekasihnya diikat di kursi dan mulutnya dilakban. Dan yang membuatnya tak habis pikir. Di dalam sana ada dokter Dhani dan juga Kayla.
Kayla gadis lugu, yang tidak pernah terlibat masalah selama ia mengenal gadis itu. Bahkan beberapa hari lalu saat tak sengaja bertemu dengannya di kafe saat makan siang bersama Kirana, Kayla biasa saja. Apa sebenarnya yang terjadi?
Dari dalam terdengar perbincangan keduanya dengan jelas
Kayla : Cepet juga kak, kamu ambil tindakan. Kakak emang the best. (Sambil mengacungkan dua jempol je arah Dhani)
Dhani : Kamu jangan seneng dulu. aku lakuin ini karena aku butuh dia. Dan beruntung dia juga cantik. Aku hanya ingin menguasai kekuatan empath-nya.Namun si idiot Aditya itu menggagalkan rencanaku membangkitkan kekuatannya. Kalau saja waktu itu dia tidak sok pahlawan, Kirana sudah bangkit kekuatannya. Lihat saja, saat pernikahan mereka mempelai wanita tidak ada dan berada di gudang tua bersama mantan dokter pembimbingnya. Hahahahahahaha"( Terlihat sangat puas seolah telah mendapatkan apa yang dia inginkan. Terlihat Dhani menarik kulit tipis di wajahnya dan terkelupas lah seluruh kulit diwajah. Namun bukan luka yang nampak disana. Tetapi, wajah seseorang pria yang tidak ia kenali.)
Tiga orang yang mengintip dari luar sangat terkejut melihat apa terjadi di dalam. Dan kekuatan apa yang dia maksudkan?
Untung saja tadi mereka sudah menyembunyikan mobil sedikit masuk ke hutan. Jadi tak kan terlihat dari jalanan. Mereka bertiga menunggu kesempatan datang untuk membebaskan Kirana. Setelah lama menunggu, akhirnya Kayla dan pria tak dikenal itu meninggalkan Kirana yang masih teduduk lemah diatas kursi. Menunggu beberapa saat hingga dirasa mereka sudah pergi jauh, Aditya, Sam dan Agung segera membebaskan Kirana dan membawanya ke mobil untuk segera dibawa pulang. Mereka sengaja tak membawa Kirana ke Rumah Sakit, karena dari cerita Aditya. Pria yang bersama Kayla adalah dokter ahli bedah di Rumah Sakit. Kirana dirawat di rumah Aditya, menghindari adanya kemungkinan Dhani mendatangi rumah Kirana. Sedangkan gadis itu hanya tinggal sendirian bersama para asisten rumah tangga. Berbeda jika di rumah Aditya, ada ibunya yang akan menjaga Kirana. Hingga hari dimana Ijab qobul Kirana sengaja disembunyikan, sudah ada konfirmasi dari pihak keluarga Kirana. Dan mereka setuju demi keselamatan Kirana.