
Setelah beberapa saat Kirana berada dalam pelukan Aditya, dia menjauhkan tubuhnya dari posisi nyaman itu. Kirana masih terdiam, meski kini sudah terlepas dari pelukan hangat Aditya yang belum pernah dia rasakan dari siapapun.
"Na, sekali lagi gue tanya. Lo kenapa waktu itu?" Ucap Adit dengan lembut sambil menggenggam tangan Kirana yang tanpa dia sadari tangan itu sedikit bergetar ketakutan.
"Kenapa gue harus cerita ke elu? Pacar bukan, kakak bukan. Dah gue cabut, makasih makan siangnya...." Dengan cepat Kirana berdiri hendak meninggalkan Aditya disana.
Namun Aditya lebih sigap, Aditya lebih dulu menarik tangan Kirana lalu merengkuh tubuh gadis dihadapannya kedalam pelukannya.
"Ya udah kita pacaran, "
JEDEERRRRR
Berasa disambar petir ditengah hari bolong gini, Kirana terdiam mencoba mencerna perkataan Aditya yang nggak masuk akal menurutmu.
"Lu diem tandanya lu mau. Mulai hari ini kita pacaran."
"Haaahhh!!!!!Siapa bilang gue setuju??" Bentak Kirana.
Aditya nggak peduli mereka jadi pusat perhatian di sana.
"Barusan lu bilang setuju." Tersungging senyum dibibir Aditya tanpa disadari Kirana.
" Udah ah, jangan becanda, gue mau kerja......"
Kirana berdiri meninggalkan Aditya, tak lama Aditya menyusulnya yang sudah berjalan dibtrotiar menuju tempat kerjanya.
TIIINNNN
Suara klakson motor membuyarkan lamunan Kirana, ternyata motor itu milik Aditya.
"Buruan naik, gue anter ke tempat kerja."
"Ogah, lu mah modus." Rutuk Kirana
"Udah tugas gue nganter pacar kemana-mana."Tegasnya
"Sekali lagi lo sebut pacar gue tabok lo!" Masih dengan sadisnya Kirana membalas kata-kata Aditya
Jiaaaa pacar, akhirnya gue g jomblo natural lagi. Gue udah punya pacar, cantik pula.
Aditya cengar-cengir sendiri kayak anak kecil dapat uang jajan lebih dari ibunya.
Loh gue ditinggal...
"Buruan, ayo naik. Lo tunjukin dimana tempat kerja lo." tarik Aditya kembali ia memakaikan helm kepada Kirana
Tanpa Adit sadari, pipi Kirana memerah malu-malu meong
"Pegangan, gue mau ngebut."Perintah Adit
Kirana hanya memegang ujung kemeja Adit dengan sedikit ragu.
"Gini pegangan yang bener, kalo nggak lo bisa jatoh" Adit membenahi tangan Kirana agar memeluk pinggangnya. Meski awalnya ada pemberontakan namun lama-lama Kirana pun pasrah.
Adit melaju kencang menembus panasnya kota, sambil tersenyum puas karena ia telah menakhlukkan hati gadis pujaannya. Meski belum sepenuhnya ia mendapatkan hati gadis ini.
Begitu mereka sampai di alamat yang Kirana maksud, gadis itu segera turun. Dan berlalu meninggalkan Adit
"Makasih ya Dit,"
"Ntar gue jemput, pulang jam berapa???!!!"
"Delapan."
Kirana nyebut nama gue.
Adit sangat senang padahal hanya dipanggil namanya.
®®®
Pagi begitu cerah, setidaknya menurut Aditya begitu. Padahal dilangit mendung karena memang sedang musim hujan.
"Mak, Pak Adit berangkat kuliah dulu ya...." Ucapnya sopan kepada kedua orangtuanya.
"Dek, abang berangkat dulu. Lu jangan ganjen di sekolah ya......" Adit menggoda adik manisnya dengan mengacak rambutnya yang telah rapi disisirnya
"Abang!!!!!! Rese banget sih jadi orang!"
Aditya berlari menuju motornya menghindari amukan adik manisnya itu.
Dengan hati riang Aditya mengarahkan motornya menuju rumah Kirana
"Iya!!!!!" Gadis dengan celana jeans dan kemeja motif bunga itu berlari sambil menggerutu sebal.
"Kepagian Woooyyyy!!!!" Meski begitu Kirana diam saja saat Adit memakaikan helm dikepalanya dan memberi isyarat agar cepat naik keatas motor.
Begitu sampai di kampus, Adit tanpa ragu menggandeng tangan Kirana menuju kelasnya.Sebenarnya Kirana sedikit risih dengan perlakuan manis Adit kepadanya. Karena banyak mata memandangnya sinis bahkan jijik. Tanpa terkecuali Kayla.
*Ciihhhh gue yang nembak Adit, tu cewek kasar yang pacaran sama dia. Buta kali Adit tuh, cantikan gue kemana-mana dari pada tu cewek bar-bar.
®®®*
"Dit, harusnya lu nggak perlu gandeng tangan gue. Gue berasa mau dimakan idup-idup sama fans fanatik lo..."
"Itu urusan mereka, "
Sadis bener nih cowok.
Kirana masih tak percaya dia berpacaran dengan pria yang sungguh tidak dia duga. Pasalnya dia benci setengah mati dengan tingkah pria bernama Adit ini.
Status pacaran yang hanya diakui sebelah ini, tanpa dia sangkali Kirana pun bahagia. Bahagia karena ada orang yang memperhatikannya, mengingatkan dia untuk makan dan lain sebagainya
Kirana yang terkenal sadis sama pria, kini berpacaran dengan idola kampus. Sungguh bahan ghibah yang sangat empuk bagi bigos kampusnya.
®®®
Adit masih mengkhawatirkan Kirana yang masih memancarkan warna kelam dari tubuhnya itu. Meski ia melihat warna kelam dari temannya yang lain, dan entah penyakit apa yang mereka rasakan. Adit hanya peduli kepada satu gadis yang sekarang menyandang status sebagai pacarnya itu.
Adit mempunyai penglihatan yang sangat aneh pasca kecelakaan dikampung yang membuatnya koma selama satu bulan itu. Hasil dari pemeriksaan medis Adit tidak ada kelainan dari penglihatannya itu. Adit disarankan konsultasi ke Psikologi untuk mengetahui apa yang dia alami itu wajar atau bagaimana. Dokter menjelaskan setelah melakukan tanya jawab yang cukup panjang kali lebar yang hasilnya pun sungguh bikin pusing kepala.
Berbagai macam warna terpancar dari orang-orang dia jumpai. Apalagi orang itu sedang sakit atau mempunyai masalah.
"Kirana masih saja kesakitan, ntah apa yang dia alami. Aku berjanji akan membuatnya tersenyum."
"Na, pulang yuk sayang." Bisik Adit ditelinga Kirana yang membuat dia kembali mematung dengan perlakuan aneh pria ini.
"Ciiieeeeee nambah lengket aja pasangan baru kita ini." Goda teman sekelas mereka secara bersamaan
Sivia sahabat Kirana pun ikut menggodanya pula.
Sivia adalah sahabat Kirana satu-satunya yang ia punya sekaligus teman sebangkunya. Kirana bukanlah tipe gadis yang gampang bergaul, berbanding jauh dengan Aditya yang sangat supel dalam berteman.
Sivia bahagia akhirnya sahabatnya itu mempunyai sandaran hati yang bahkan ia tak tau bagaimana mereka berpacaran. Jika Sivia tau mungkin dia akan tertawa geli mendengarnya.
"Ati-ati jangan lo makan sahabat gue Dit!"
"Bawel!!! Hahahaha"Adit tertawa kencang meninggalkan sahabat kekasihnya dengan santai
"Dit, boleh nanya nggak?"
"Mmmm tanya aja." Jawab Adit tanpa henti mengunyah bakso dirumahnya.
"Kok lo ngajakin gue pacaran? Lo nggak takut dibenci fans lo?"
Adit sedikit terkejut mendengar apa yang diucaokab Kirana barusan.
"Harus ya aku jawab sekarang? Aku bakal jawab kalo kamu panggil aku sayang..."Godanya
"Iiihhh ogah!!!" kilah Kirana
"Ya udah kalo nggak mau, kita udah sebulan pacaran masih lo gue aja. Panggil sayang kek apa kek"
"Kakek kek" sahut Kirana sedikit kesal dengan tingkah Adit
"Pacaran sepihak tanpa lo mau denger pendapat gue sama aja boong."
"Tapi kamu suka kan sayang...."
"Iiihhh udah ah geli gue dengernya. Nggak usah manja deh"
"Manja sama pacar sendiri nggak papa dong....."
"Bangga amat sih lu ngomongin pacar,"
"Ya bangga lah, pacar ku cantik gini. Apalagi mau jadi istri......"
"Nggak usah halu deh lo, kelarin dulu kuliah lo. jadi dokter yang sukses baru mikirin nikah"
"Brarti kamu mau nikah sama aku kan sayang"