
Pertarungan yang sangat melelahkan ini berjalan cukup lama. Aditya yang memang telah lama memendam rasa sakit hatinya, menghancurkan semua yang mengusik keluarganya.
Para antek-antek Lucas pun kewalahan menghadapi Aditya dan juga kedua sahabatnya. Kemampuan mereka meningkat sangat pesat didukung beberapa alat canggih ciptaan Vian.
Di titik lain, Lucas yang tidak ada habisnya diserang oleh Tama, Vina dan juga Vian. Semakin membabi buta. Cukup lama dia mengumpulkan kekuatan hingga mencapai tahap ini.
Ledakan demi ledakan tak dapat dihindari saat adanya benturan kekuatan dari keempatnya.
Sedangkan pasukan milik Lucas, semakin lama semakin bertambah banyak seiring banyaknya pasukan yang tewas. Jika mati satu maka akan muncul dua. Begitu seterusnya hingga Aditya kehabisan tenaga.
Sedangkan Lucas yang tiada habis tenaganya melawan tiga orang sekaligus, berhasil melayangkan serangan berkekuatan besar ke arah Tama.
Menyadari situasi bahaya yang akan dialami Tama, Vina dengan cepat menghadangnya dan melawan balik.
Namun kekuatan itu sungguh dahsyat, hingga Vina batuk darah.
Melihat itu, Tama dengan segera menyalurkan tenaga dalamnya kepada Vina.
Namun ternyata kekuatan Lucas sangat besar. Vian pun bergabung melawan Lucas dari samping.
Dengan kekuatan penuh, Vian menghantam Lucas dengan hantaman yang sangat dahsyat.
Namun karena kekuatan Lucas yang sangat besar, membuat keempat anak itu terpental.
Namun yang terlihat sangat parah adalah Vina, gadis itu tak ada hentinya mengeluarkan darah pekat dari mulutnya.
Sedangkan Lucas, tengah terbaring lemah menghantam sebuah bangunan. Dan membuat bangunan itu roboh menimpanya.
Sedangkan Vian jatuh tengkurap menahan dadanya yang sesak.
Tama yang melihat kondisi Vina, dengan sangat susah payah bangkit. Tubuhnya yang terasa hancur setelah serangan tadi. Tak seberapa jika dibandingkan Vina.
Bersamaan dengan efek serangan dari Lucas. Para anak buah berjubah hitamnya ikut lenyap dengan sendirinya setelah Lucas terpental lalu tertimbun bangunan.
Ternyata Lucas menyerap kekuatan pengikutnya. Sungguh iblis yang menakutkan.
Aditya dibuat sangat murka melihat putri kecilnya terbujur lemah bersimbah darah di tubuhnya.
Dia sangat kecewa, usahanya selama ini menjaga agar anaknya baik-baik saja ternyata terbuang percuma.
Kirana segera berlari menghampiri Vina, memangku kepala putrinya dan mengelus wajah kecil putrinya.
Butiran bening mengalir dari mata indah Kirana. Kejadian yang ia takutnya terjadi juga. Dirinya bukan beruntung tengah selamat dengan adanya pengganti saat penikahanya dulu.
Tapi Vina, putrinya sungguh malang. Setidaknya dirinya dulu tidak tau apa-apa soal kemampuannya. Namun Vina berbeda. Dari kecil dia sudah menyadari ada yang berbeda.
Penyesalannya bertambah kala ingat dirinya menyetujui usulan kakek dan juga suaminya untuk menyegel kekuatan anak mereka.
Hingga membuat musuh dengan leluasa menyerang kapan saja.
Sam dan juga Agung yang sama-sama murka seperti Aditya. Menghampiri reruntuhan yang menimpa Lucas.
Namun saat ketiganya mendekat, tiba-tiba kekuatan yang sangat besar muncul dari sana.
Seolah siap menghancurkan apa saja yang ada di depannya.
Matanya merah serta tubuhnya terlihat sangat mengerikan. Dibawah pria itu, terdapat tubuh anak laki-laki yang meringis kesakitan.
Orang itu tak lain adalah Lucas.
Hahahahahaha
Pria itu tampak tertawa jahat dan senang.
"**Kasian ternyata sangat mengejutkanku. Persiapan kalian menghadapiku sungguh luar biasa. Tapi sayang nya tidak cukup kuat menghancurkan ku."
Hahahahahaha**
Pria itu tertawa sangat puas, dia adalah wujud asli iblis itu. Wajahnya yang sangat mengerikan, membuat mereka sangat jijik.
Disaat pria itu mengalihkan pandangnnya ke arah Vina. Senyumnya sangat lebar dan terlihat sangat licik.
Karena Vina dan Kirana bersama. Itulah momen yang ditunggu.
Dari jarak yang cukup jauh, pria itu mulai menyerap energi Vina dan juga Kirana secara bersamaan.
Semakin lama semakin kuat, hingga membuat orang disekitar nya tidak dapat bergerak dengan adanya efek kekuatan Vina dan Kirana yang disedot oleh iblis itu.
Dan secara otomatis, seluruh energi yang ada di sekitarnya tersedot.
Senyum pria itu semakin lama semakin lebar. Dengan tidak adanya perlawanan dari pihak lawan membuatnya sangat leluasa menyerap energi yang ada.
Namun semakin lama, tubuhnya terasa semakin panas. Karena menerima kekuatan yang sangat besar sekaligus. Bahkan mulai terlihat tangannya membengkak.
Karena kekuatan yang diserapnya tak dapat dikendalikan dengan baik. Tubuhnya semakin membesar dan berwarna merah. Awan hitam menyelimuti tubuhnya.
Hingga Vian mendekat menancapkan sebuah benda ke dada iblis itu.
Hanya Vian yang dapat bergerak. Karena Vian telah menyiapkan semuanya, mengantisipasi jika hal buruk seperti ini terjadi.
Dalam hitungan detik tubuh iblis itu lenyap seperti asap. Tak bersisa.
Berharap ini semua telah berakhir.
Vina yang semakin lemah dalam dekapan Kirana.
Tama yang menyeringai karena luka di tubuhnya.
Lucas yang terbaring lemah di tengah reruntuhan.
Aditya, Sam dan Agung yang tergeletak kehabisan energi.
Melihat itu, Vian bergegas memasang sesuatu ke tubuh mereka. Dalam hitungan detik.
Wuusssshhhh
Semuanya menghilang tanpa jejak.