
Rencana yang sudah dibuat dengan matang gagal terlaksana karena ada insiden di Kiya yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Ya, teror bom yang diledakkan di pusat perbelanjaan. Semua dokter yang harusnya off hari ini harus segera menuju ke Rumah Sakit dan sebagian langsung ke tempat kejadian. Karena bagaimana pun rumah sakit mereka adalah Rumah Sakit terdekat yang berada di lokasi kejadian.
Aditya merutuk kesal karena kencannya gagal berkat insiden itu.
Nggak jadi kencan di taman jadinya kencan di Rumah Sakit... nasib-nasib
Begitu sampai di IGD kondisi sangat kacau. Pasien dengan luka ringan maupun berat tergeletak disana. Para petugas kewalahan menangani pasien yang membeludak.
Aditya bergegas mengambil tindakan membantu rekannya yang lain. Sekilas Kirana melewatinya lalu tersenyum.
Siang pacar jutek ku, miss you
Kembali Aditya melaksanakan tugasnya. Lebih dari 5 jam ruangan sangat ramai, seperti tak ada kesempatan untuk bernapas. Sungguh melelahkan namun menyenangkan. Dapat menolong mereka yang kesakitan, bahkan hampir meregang nyawa.
Saat jam istirahat dan keadaan sudah dapat dikendalikan, karyawan yang tidak ada jadwal jaga hari ini diperbolehkan pulang. Kepala Aditya sangat pusing setelah melihat berbagai warna gelap mendominasi pasien.
Kesempatan yang langka ini ia gunakan untuk mengajak Kirana makan sebelum akhirnya mengantar gadisnya pulang. Ingin mengajaknya kencan, namun ia urungkan karena melihat wajah sang gadis sangat kelelahan.
Tiba di restoran Italy terdekat Aditya segera memesan beberapa menu, yang sebelumnya telah menanyakan kepada Kirana hendak makan apa.
"Capek ya sayang," Aditya membuka obrolan disela menunggu hidangan siap.
"Gila tu orang, mainannya ekstrim banget pake bom. Nggak takut dosa apa ya....." Seru Kirana masih sedikit kesal dengan kejadian siang ini.
"Sabar, itung-itung nabung buat bekel ntar. ...." bujuk Aditya
"Bekel kemana bambang???" ucapnya sedikit jutek
"Kan jadi gagal kencan nya, kesel banget dah...."
Lucu juga kalo lagi kesel. Emang iya sih, kan udah lama kita nggak kencan berdua.
Aditya menggenggam tangan Kirana menenangkan gadis yang sedang uring-uringan itu.
"Ada hubungan apa sama dokter Anjani? Akrab amat kemaren ngobrolnya...."tanya Kirana tiba-tiba setelah memaki pelaku teror
Aditya sedikit terkejut dengan pertanyaan Kirana, karena memang menurutnya tak ada yang istimewa antara dirinya dengan dokter Anjani. Ya kali Aditya demen cewek yang lebih tua, yang imut, manis dan bikin kangen aja udah ada dipelukannya.
"Nggak kok sayang. Kemaren cuma ngobrol biasa, jadi cemburu nihhh"
"Jelas lah, kita aja jarang bisa pulang bareng. Itu baru kenal malah udah rendengan kayak arak-arakan penganten."Masih sedikit jengkel mengingat kejadian kemarin. Muka masih ditekuk, bibir manyun dan tiba tiba
Cup
Ciuman lembut mendarat di pipinya. membuat Kirana salah tingkah, malu dan cengar-cengir mendapat perlakuan manis dari Aditya secara tiba-tiba.
Sambil mengelus pipinya Kirana menatap Aditya sambil tersenyum dan menunjuk pipi sebelah nya
"Sebelah doang? Bisa miring aku jalannya...." pinta Kirana sedikit manja
Cup Cup Cup
Beberapa ciuman mendarat di pipi sebelahnya, kening, hidung, mata dan terakhir bibir mungil Kirana.
Membuat Kirana semakin bersemu merah.
"Kok bibir!" Protesnya
"Kenapa? Kurang?" Goda Aditya senang melihat ekspresi wajah kekasihnya yang salah tingkah
"Kan jadi panas ni ruangan, " Ucap Kirana sambil mengibas-ngibas udara ke arah wajahnya
Hahahaha
Makanan yang mereka pesan sudah datang dan siap santap. Tanpa babibu keduanya segera menghabiskan makanan di meja mereka. Tak butuh waktu lama bagi mereka menghabiskan semua hidangan di meja. Karena memang tenaga mereka terkuras habis hari ini.
Setelah selesai pembayaran Aditya mengantar Kirana untuk pulang, namun baru setengah jalan hujan turun tanpa permisi. Tanpa ada titik kecil langsung deras mengguyur tubuh mereka. Karena jarak rumah Aditya lebih dekat dari posisi mereka saat ini, Aditya membawa Kirana ke rumahnya. Toh ada baju adeknya yang postur tubuhnya tak beda jauh dengan Kirana. Dia bisa pinjamkan baju sang adik agar Kirana tak sakit.
®®®
Badan basah semua sudah kayak tikus kecemplung got, badan menggigil kedinginan terkena air hujan. Aditya memberikan handuk kepada Kirana dan menyuruh adiknya menyiapkan bajunya untuk ganti Kirana. Cuaca sedang seperti ini harus sebisa mungkin menjaga tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Usai mandi mereka dibuatkan teh jahe hangat oleh ibu Aditya. Baru kali ini Mira bertemu dengan Kirana, kekasih putranya itu
"Kamu cantik sekali nak, kok bisa kamu mau pacaran sama Adit...."Ucap Mira dengan nada meledek
"Iihhh emak, dia tu tau. Mana cowok yang bertanggung jawab, baik hati, tidak sombong, suka menolong......."
"Banggain diri sendiri terroooossss" Sahut Adel sambil melempar bantal ke arah kakaknya. Namun dengan mudah ditangkis kakanya dengan satu tangan
"Biarinnn weekkkk"
"Kak Kirana mau aja pacaran sama cowok rese macam bang Adit....."Adel meninggalkan mereka menuju dapur mengambil camilan untuk dibawa ke ruang keluarga
"Mak, Adel udah mulai suka-sukaan tuh sama cowok.." Balas Aditya tak mau kalah dengan adiknya
"Oh yaaaa, bagus dong. Berarti anak gadis emak normal. Padahal emak udah khawatir tidak yang ngapelin adek malem minggu...."Ibunya pun tak mau kalah menggoda Adelia yang semakin malu
Hahahaha
Kirana merasa beruntung mengenal Aditya, bisa berkumpul bersama keluarga yang hangat ini. Yang tak ia dapatkan di rumahnya.
Sudah semakin larut hujan pun tak kunjung reda, Mira menyarankan agar Kirana menginap dan tidur bareng Adelia. Yang disambut dengan suka cita oleh gadis riang disampingnya.
Momen yang sangat menyenangkan saat ada yang menginap bagi seorang gadis adalah bergosip sampai tertidur.
Aditya berasa jadi saudara tiri saat sang adik asyik bergosip dengan kekasihnya di kamar.
Dalam hati ingin masuk, tapi ada adiknya. Kapan lagi bisa berduaan. Hah, tapi semua hanya mimpi. Aditya duduk di depan tivi sambil menonton acara yang tidak penting, dan lebih tepatnya tivi yang menontonnya sedang memainkan hape.
Sedang asyik dengan lamunannya terdengar suara pintu di buka, itu adalah pintu kamar Adelia.
Ceklek!!!!
Sosok yang dia kenal keluar, raut wajahnya langsung cerah begitu melihat Kirana keluar kamar yang hendak mengambil minum.
"Belum tidur Yang?" tegur Aditya mengagetkan Kirana
"Iya, mau minum haus."Berjalan ke lemari es mengambil segelas air dingin lalu duduk disebelah Aditya.
"Mau?" Tawar Kirana
"Sini..." Aditya menarik Kirana agar bersandar dibahunya namun mendapat penolakan.
"Ada ibu kamu, malu.."
"Nggak papa, ibu mah nggak kolot." Aditya mendekatkan wajahnya kearah Kirana secara perlahan hingga tak ada jarak sama sekali diantara mereka.
Braakkkkk
Suara pintu dibuka membuat keduanya terlonjak kaget secara otomatis menjauh salah tingkah.