Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 26



Sudah lumayan lama Aditya menikah, dan upacara wisuda pun telah tiba. Kirana dengan balutan kebaya dan riasan natural serta tatanan rambut yang simpel membuat dirinya tampak anggun tidak berlebihan.


Beberapa rekan merasa Kehilangan Kayla. Kenapa dia mengajukan cuti saat tinggal menyelesaikan skripsi. Apakah itu tidak aneh?


Terakhir kali ada kabar bahwa Kayla mengajukan cuti kuliah, adalah sekitar dua hari setelah Kirana diculik. Aditya dan kawan-kawannya tidak peduli dengan keberadaan Kayla. Namun Sam masih sedikit khawatir.Bagaimanapun dia pernah menaruh hati pada gadis itu.


"Semuanya ayoo kumpul, kita bikin foto bersama!!!" Teriak salah seorang teman mereka. Diikuti yang lain berkumpul berjajar rapi. Salah seorang wali murid sudah siap mengambil foto mereka.


Satu


Dua


Tiga


Cekrekk


Kini tiba saatnya mereka ber selfi ria dengan sahabat.


Kirana tak ingin kehilangan momen seumur hidup ini. Dia sudah tidak sekaku dulu sebelum kenal Aditya. Bersama Sivia, berpose berbagai macam gaya, dari bibir monyong, bentuk hati dengan jari, muka jelek, muka imut.


"Na! Kita foto bareng yukk.."Ajak beberapa teman lainnya.


Bahkan beberapa teman pria di kelasnya ada yang mengajak Kirana foto berdua.


Melihat itu Aditya sangat cemburu, dan menghampirinya. Alhasil menjadi foto bertiga dengan wajah Aditya yang tampak marah.


Melihat itu Sam dan Agung tertawa.


Aditya mengajak Kirana menjauh dari kerumunan orang-orang yang bahagia dengan pencapaian mereka.


Berjalan ke taman yang sangat indah.


"Sayang, kamu sangat cantik hari ini. Memakai kebaya seperti ini mengingatkanku masa itu.."


Kirana tau yang dimaksud Aditya adalah saat setelah acara akad nikah. Mengingat itu membuat wajah Kirana bersemu merah.


"Foto yuk.." Berdua menghadap kamera handphone dengan gaya yang khas anak muda jaman sekarang.


Diikuti kedua sahabat nya dan Sivia ikut bergabung dengan mereka.


"Sam, Sivia cantik ya.."Goda Kirana


"Iya, dia cantik. Tapi sayangnya dia nggak mau sama gue."Jawabnya singkat


Yang dimaksud pun menoleh bingung.


"Yaudah tembak aja, biar lo nggak jones!" Agung memberi semangat kepada Sam


Sam mendekati Sivia,


"Vi, emang lo mau jadi pacar gue?" Tanya Sam tiba-tiba yang membuat Sivia bingung.


"Lo mah nggak romantis, masak nembak cewek nggak pake bunga. Perlu bunga Bank kek, bunga tini kek, bunga temi kek.."


Hahahah


"Iya nih, nggak romantis. " Kirana mendukung pendapat Agung.


"Ya kali Sivia mau gue kasih bunga bangke!" Sam menanggapi perkataan Agung


"Kalian kalo becanda soal pacar jangan bawa gue lah. Gue kan baperan.."Protes Sivia kesal


Sivia memang sangat manis saat sedang kesal seperti itu. wajahnya yang bulat, dengan mata bulat. Rambut bergelombang sebahu dengan poni menambah imut wajahnya. Kulitnya yang putih semakin membuat dirinya sempurna.


Hanya satu kekurangannya, belum pernah pacaran hingga lulus kuliah.


Sam semakin mantap, tidak ingin mengingat Kayla. Gadis yang sudah hampir mencelakai kekasih sahabatnya. Dan membuatnya kecewa dengan sikap kekanakannya.


Mengambil bunga yang ada ditangan Kirana, Sam mendekat ke arah Sivia lalu berjongkok ala pangeran jaman dulu


"Nona Sivia. Maukah engkau menerima cintaku? Sudikah engkau menjadi kekasihku?" Ucap Sam mantap.


Sivia terkejut Sam benar-benar melakukan apa yang dibilang Agung. Masih diam tanpa ada respon dari Sivia.


Sam memegang tangan Sivia, lalu mengecup punggung Tangan gadis itu dengan lembut .


Sadar dengan perlakuan Sam, Sivia menarik tangannya


"Gue nggak kena PRANK kan??" Tanya Sivia serius


"Haaahhh????!!! PRANK?!!" Sam masih tidak percaya dengan reaksi Sivia. Padahal dia sangat serius


Disambut tawa oleh teman-temannya. Entah semenjak kapan banyak yang berkumpul disana.


"Sial, momen romantisnya ilang. Gue serius Vi!" Sam kembali memegang tangan Sivia lembut


"Terus?" Masih dengan tampang polos Sivia bertanya


TRIMA


TRIMA


TRIMA


Sorakan riuh dari teman-temannya membuat Sivia malu,


"Harus bilang iya gitu biar seru ya?" Tanya Sivia dengan polosnya


"Ya gusti, ni bocah. Gimana? Mau nggak?' Sam tidak sabaran. Karena memang kelakuan Sivia berhasil membuat jantungnya berdegub sangat kencang. Baru kali ini dia dipermainkan cewek


"Iya mau lah. Orang cowok ganteng gini ngajak pacaran." Ucap Sivia enteng


Riuh tepuk tangan terdengar di taman. Membuat semua orang mengarahkan pandangan ke arah mereka.


Dengan sangat bahagia, Sam memeluk gemas Sivia.


"Akhirnya!!! Gue nggak jomblo lagi!!! Paaaa besok Sam bawa mantu pulang!!!!" Teriak Sam kegirangan


®®®


Sepulang acara dari kampus semua menuju ke sebuah kafe untuk merayakan kelulusan mereka. Agung ijin agak telat karena akan menjemput Adelia untuk bergabung dengan mereka.


Tak lama Agung sampai dengan menggandeng seorang gadis manis disampingnya.


Mereka tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang mengawasi mereka.


Beberapa makanan tersaji di meja mereka juga minuman soda disana.


"Makan yang banyak ya sayang, biar cepet isi.." Ucap Aditya sambil mengisi penuh piring Kirana


"Iya, biar nggak kerempeng kayak gini"Timpal Sivia.


Padahal maksud Aditya bukan itu.Keduanya tampak sangat serasi dimata Sivia.


"Pacar baru bang? Kenalin apa!" Adelia menyodorkan tangannya kearah Sivia


Sivia


Adel


"Udah berapa lama pacaran mbak?" Tanya Adel penuh selidik. Belum sempat dijawab, sudah keluar kata lain dari mulut Adel.


"Jangan nyesel ya mbak. Abang satu ini orangnya rada rada. Jadi kalo dibikin kesel putusin aja.."


"Eh, bocah. Ngarep apa gue jomblo abadi." Sam menyentil kening Adelia gemas


Hahahaha semua tertawa kecuali Sivia yang bingung harus bagaimana menanggapi saran Adel


"Tenang aja, jangan anggap omongan Adel. Dia masih bocah....Dan Adel itu adeknya Adit. Sama-sama jahil orangnya.."Jelas Kirana membuat Sivia hanya terdiam dengan senyum tipis


"Adek ya? Kok ikut disini? Takut abangnya gigit?"


Hahahaha


Kembali tawa menghiasi kafe itu. menjadi sangat ramai dengan adanya mereka


"Dia calon istri gue!"Agung merangkul Adel yakin.


"Tapi kata kak Kirana sakit bang!" Goda Adel membuat Agung sedikit masam


"Iya, sakit pas pake konde. berat kepalanya..." Jelas Adel dengan senyum puas


Membuat raut wajah Agung kembali cerah. Dan mendaratkan ciuman lembut di kening Adelia.


Aditya pamitan pergi dahulu karena akan ada acara dengan Kirana. Diikuti Kirana, mereka meninggalkan dua pasang kekasih yang sedang kasmaran disana.


Kirana dan Aditya menaiki mobil menuju ke taman bunga sesuai janjinya.


Aditya menggandeng tangan Kirana memasuki taman bunga, mereka berjalan menyusuri jalan setapak. Lalu, duduk di bangku taman yang tersedia.


"Sekarang kita sudah menikah. Tak disangka, peejuanganku mengejar gadis judes ini membuahkan hasil." Ucap Aditya lalu mencium lembut bibir Kirana.


Kini sudah tidak ada perlawanan dari Kirana. Tidak ada ketakutan akan kepergok orang sedang berduaan.


"Eh sejak kapan kamu semanis ini?" Goda Aditya


"Mau dicuekin lagi kayak dulu??" Tantang Kirana.


"Oke nanti di rumah kita lanjutkan. Sekarang kita nikmati suasana indah disini..."Masih dengan senyum jailnya menggoda Kirana..


Membuat wajahnya memerah seperti tomat.