
Baru setengah perjalanan menuju rumahnya, Aditya menghentikan mobil yang ia kendarai
di depan warung kecil. Turun dari mobil lalu membeli air mineral dingin untuk menyegarkan tubuhnya. Teringat kejadian tadi di rumah Kirana membuatnya kembali meneguk minuman dingin ditangannya.
Kenapa gue jadi kebablasan gitu sih! Bego. Lebih begonya lagi gue ngenikmatin. Rasanya ingin lebih dan lebih. Gimana caranya biar gue nggak kebablasan lagi? Apa harus secepat mungkin gue nikahin Kirana?? Ntar kalo nggak dapet restu gimana?
Setelah menghabiskan air dingin yang ia beli tadi, Aditya bergegas ke rumah Sam untuk sekedar berbagi. Tak butuh waktu lama bagi Aditya untuk sampai di rumah Sam.
Setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Sam. Aditya segera memasuki rumah mewah itu, sebelumnya Aditya sudah menghubungi Sam bahwa dirinya akan ke rumahnya.
Menuju ke kamar Sam di lantai dua. Setelah sampai di depan kamar Sam, tanpa mengetuk pintu Aditya langsung masuk kedalam. Disana sudah Agung dengan beberapa camilan dan tiga gelas minuman dingin ukuran jumbo. Agung telah menyiapkan semuanya begitu Sam memintanya segera datang setelah mendapat kabar Aditya akan kesana.
"Wooyyyy hello my bro!" ucap Sam menyambut sahabat nya itu.
Saling berjabat tangan satu sama lain, dengan kedua sahabatnya secara bergantian. Lalu dengan malas merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk milik Sam.
"Kita main game dulu yuk, lama nggak main bareng nih..." Ajak Agung sambil menyalahkan konsol game milik Sam
"Kenapa lu? Nggak biasanya.." Tanya Sam kepada sahabatnya yang sedang berbaring terlentang menatap langit langit kamarnya
"Hampir aja gue buat kesalahan, " Ucap Aditya dengan nada sedikit kesal
"Kesalahan apa bro??" Tanya Agung sangat penasaran berlari menghampiri sahabatnya yang terlihat galau itu
"Nih ya dengerin kalian berdua, gue kan tadinya cuma mau ngerjain Kirana doang nih. Gue cium tuh, memang naluri pria brengsek nggak bisa kupungkiri. Setelah kukecup bibirnya perasaan ini ingin lebih dari sekedar ciuman. Emang udah nggak waras ni otak. Untung aja bokapnya telpon. Kalo nggak bisa habis anak perawan orang....." Dengus Aditya sambil menggaruk kepalanya.
"Hahahahaha" sahut dengan tawa yang sangat kencang oleh kedua sahabatnya.
"Dia nolak nggak pas lu berbuat lebih?" Tanya Sam lebih intens
"Nggak."Jawabnya singkat
"Yaudah, sama-sama suka ini. Lanjut aja napa."ucap Sam penuh privokasi
"Itu mah elu set*n!!!!" Maki Aditya sambil melempar guling ke arah sahabatnya
"Kalo lu udah nggak tahan, gampang sih" ucap Agung sedikit bijak
"Gimana?" tanya Sam dan Aditya bersamaan
"Ya lu nikahin lah g*bl*k, biar nggak jadi zina. Gitu aja musti dikasih tau."Ucap Agung penuh emosi.
Perbincangan mereka berlangsung lama kemudian dilanjutkan dengan main game. Aditya dan Agung berencana menginap di rumah Sam. Karena memang sudah lama mereka tak pernah lagi bermain sepuasnya.
Sambil memikirkan perkataan Agung, Aditya memantapkan niatnya untuk segera menikahi Kirana. Benar kata Agung, daripada berzina lebih baik beribadah. Sudah enak, nggak dapet dosa, dapet bonus pahala pula. Memang ibadah paling nikmat di dunia adalah nikah.
®®®
Pagi-pagi sekali Aditya mendapat panggilan dari Kirana. Padahal baru semalam mereka bertemu.
Kirana : " Wa'alaikumsalam."
Aditya : " Ada apa sayang? Udah kangen ya..."
Kirana : " Iya, kangen banget."
Aditya : " Mau ketemu?"
Kirana : " Kamu diminta papa ke rumah siang nanti, sekalian kita makan siang."
Kaget Aditya mendengar ucapan Kirana di seberang sana.
Aditya : " Ada acara apa?"
Kirana : " Mumpung papa lagi di rumah, papa pengen ketemu kamu. Pengen kenal lebih deket katanya." Jelas Kirana
Aditya : " Oke. Ntar aku pulang dulu ya. Masih di rumah Sam sekarang."
Kirana : " Yaudah, ati-ati bawa mobilnya."
Aditya : " Iya sayang. Mmmmmuuaahhh."
Kirana : " Assalamualaikum.."
Aditya : " Tunggu..."
Kirana : "Apa lagi????"
Aditya : " Cium jauhnya mana dong..."
Kirana : " Muahh, dah. Assalamualaikum."
Aditya : " Wa'alaikumsalam."
Sambungan telpon pun berakhir. Aditya segera bergegas pulang setelah berpamitan kepada kedua sahabatnya yang masih asyik di alam mimpi masing-masing.
Segera membawa mobilnya membelah keramaian Kota, berharap dapat bersiap semaksimal mungkin. Baru melangkahkan kaki memasuki rumahnya, Aditya dikejutkan dengan suara adiknya yang sangat cempreng
"Abang habis nginep di rumah cewek yaaaaa!' Todong Adel dengan penuh amarah kepada Aditya. Meski ia sudah tau bahwa kakaknya telah mengabari bahwa dia dan Agung akan mrnginap di rumah Sam.
"Bawel amat sih jadi bocah, nggak usah kepo!" Aditya menarik adiknya kedalam pelukannya lalu memencet hidungnya sangat gemas
"Emak mana dek?" Tanya Aditya sambil celingak-celinguk mencari sosok sang ibu yang tak terlihat semenjak dirinya tiba
"Emak sama bapak katanya dapat cuti. Jadi sekarang sedang menikmati liburan. Honeymoon untuk kesekian kalinya.". Ucap Adel dngan penuh semangat.