Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 29



Beberapa bulan setelah kejadian mengerikan itu. Kirana terlihat ceria menjalani aktifitasnya. Keinginan untuk melanjutkan S2 diundur hingga tahun depan. Mereka menikmati masa pacaran setelah menikah.


Kamu sangat manis saat tertidur seperti ini. Sekarang apakah kau sudah siap mempunyai anak?


Aditya menatap gemas sang istri yang tertidur pulas dihadapannya. Tidak dapat ia tahan hasrat ingin bercinta dengan istrinya. Sebuah usapan lembut di kepala juga pipi Kirana berlanju hingga ciuman dan belaian keseluru tubuh Kirana.


Aditya mencium lembut bibir Kirana, tak peduli walau istrinya sedang tidur.


Kirana terbangun mendapati serangan suaminya membuatnya sulit bernapas dan membuka matanya lebar


Engghhh


Kirana mendesah mendapat perlakuan liar suaminya. Dengan kesadaran yang mulai penuh, Kirana mengimbangi permainan suaminya.


Aku sayang kamu


Aku cinta kamu


Kedua kata itu selalu diucapkan oleh Aditya disetiap napasnya yang menyapu telinga Kirana dengan hangat.


Perlakuan seperti itu membuat keduanya semakin bergairah, membawa keduanya kepuncak kenikmatan beberapa kali hingga terkulai lemah.


®®®


"Pagi sayang,,,, " Mmmmuaahh Aditya mencium Kirana yang baru bangun pagi ini


"Ayo kita mandi,,,"Ajak Aditya lembut


Kirana menggeleng yakin, dia tau ajakan suaminya untuk mandi bersama pasti bukan hanya sekedar mandi biasa. Kirana masih ada rasa malu walau sudah lama menikah.


"Apakah kamu takut aku akan memakanmu sayang?" Bisik Aditya menggoda


"Sudah buruan mandi sana, " Kirana mendorong suaminya agar segera ke kamar mandi.


Setelah keduanya sudah siap, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Kirana mulai membantu bu Siti asisten rumah tangganya untuk memasak. Sekarang mereka telah tinggal terpisah dengan orangtua Aditya. Menempati rumah yang biasa Kirana tinggali, karena memang rumah itu sepi.


"Sayaang, coba kemari!" Aditya memanggil Kirana agar mendekat kearahnya


Tinggal satu langkah lalu Aditya menarik Kirana duduk kedalam pangkuannya.


"Jangan seperti ini, malu dilihat bu Siti." Kirana mencoba mendorong tubuh suaminya


"Biarin, biar bu Siti lihat" Aditya semakin memeluk erat istrinya tanpa peduli ada bu Siti di dapur.


Aditya mencium tengkuk Kirana dengan penuh gairah.


"Hentikan! Ini bukan di kamar!" Seru Kirana dengan nada yang sedikit tinggi namun tidak terlalu keras. Hanya mereka yang mendengar.


"Entahlah, aku selalu ingin memakanmu jika kita hanya berdua. Ingin menciummu..."


"Kenapa kamu seperti ini?"Kirana menatap suaminya yang masih asik menggodanya


Ting tong


Suara bel berbunyi, Kirana bangkit dari pangkuan Aditya tanpa ada yang menahannya. Kirana membuka pintu rumahnya. Hari ini adalah hari minggu jadi sahabatnya berkumpul di rumah mereka.


Terlihat Sam menggandeng Sivia. Begitu pintu dibuka Sivia langsung memeluk Kirana


"Aku kangen kamu, sebentar lagi kita akan berpisah cukup lama. Kamu yakin lanjut kuliah di Inggris? Tidak ke Amerika aja?"


"Dia maunya ame riki sayang." Sahut Sam sambil berjalan masuk menuju Aditya berada.


"Hai bro! Mana Agung?" Aditya berdiri lalu bersalaman ala mereka.


"Biasa lagi jemput tuan putri dan nyonya besar."Jawabnya ringan


"Udah kompak aja sama emak kamu Gung!"Seru Kirana sambil menaruh beberapa gelas minuman dingin dimeja.


"Iya kak, abang udah lupa siapa yang mau dia nikahi, adek apa emak! Dia lebih perhatian sama emak."Rengek Adel sambil memeluk Kirana dari samping


"Elu mah aneh dek! Cemburu sama emak. Ntar pas kalian kuliah di Amerika kebakaran jenggot kamu. Disana banyak cewek seksi." Goda Aditya dengan sorot mata penuh keyakinan.


"Yang bener bang??!! Apa kita nggak jadi nikah aja ya. Adek ogah saingan sama bulr montok!!" ucap Adelia sedikit murung.


Melihat reaksi Adel, Agung berdiri meninju bahu Aditya lalu duduk disamping Adel dan menggenggam tangannya.


"Aww sakit, lo mah main tonjok! Hahaha" Aditya kesakitan kemudian tertawa melihat sahabatnya yang panik melihat reaksi adiknya.


"Jangan perduliin omongan abang lo, percaya sama abang. Nggak ada yang bakal bisa misahin kita." Agung meyakinkan Adelia yang disambut senyum manja gadis kecilnya


"Kami juga bakal berangkat ke London setelah pernikahan adek. Kami akan mengurus Rumah Sakit yang ada disana, sambil kuliah." Jelas Aditya


®®®


Pernikahan Adelia dan Agung berlangsung sangat lancar. Setelah usai acara Kirana berkemas untuk Perjalanannya ke London.


Saat mengepak pakaian kedalam koper, Aditya menghentikan aktifitas Kirana dengan memeluknya dari belakang.


"Sayang, kapan kita punya baby?" Bisik Aditya membuat bulu kuduk Kirana merinding.


Belum sempat dijawab, Aditya sudah melumat telingan, leher dan juga tengkuk Kirana dengan ganas.


Kenapa semakin hari semakin gila nafsu suamiku ini. Ditolak takut dosa, nggak ditolak ni kerjaan nggak kelar-kelar.


"Sayang bentar dulu ya, aku beresin baju kita buat besok."Pinta Kirana sambil membalikkan badannya.


Aditya tidak perduli dengan permintaan istrinya, dia malah melumat bibir istrinya semakin intens. Hingga tidak dapat dihindari dan semua berlalu sangat lama hingga Aditya tertidur kelelahan. Kirana yang melihat suaminya tertidur disampingnya, ia segera bangkit dan melanjutkan mengepak pakaian secukupnya untuk bekal di Inggris. Tidak banyak, toh nanti mereka pasti beli pakaian disana, pikirnya.


Esok harinya setelah beberapa jam penerbangan menuju Inggris, akhirnya mereka sampai.


Kemudian mereka makan dan istirahat agar esok tidak telat ke Rumah Sakit.


Saat pagi tiba, keduanya bergegas ke Rumah Sakit untuk perkenalan diri. Kabar bahwa mereka akan mengurus Rumah Sakit di London sudah menyebar jauh hari.


"Hei, menurut kabar. Atasan kita masih muda dan sangat tampan...."Ucap salah seorang perawat yang bertugas pagi ini


"Ketampanan pria Asia sungguh tak dapat ditolak hati ini."Perawat lainnya ikut bergabung.


"Dengar-dengar tidak hanya satu, tapi dua orang sekaligus yang diutus kesini. Dan salah satunya adalah wanita cantik cucu pemilik Rumah Sakit kita."Jelas salah seorang dari mereka.


"Tidak perduli seberapa cantik perempuan itu. Hanya pemuda tampan yang kunanti...."Seru salah seorang dari mereka sambil berlalu.


Hingga saatnya tiba Aditya dan Kirana sampai di halaman parkir Rumah Sakit yang disambut satpam dan. dibawa masuk Ke bagian Kantor. Disana telah ditunggu beberapa Dokter muda dan beberapa perawat berjejer rapi menyambut kedatangan mereka.


"Good morning Sir!" Sapa salah seorang pria yang bisa langsung ditebak bahwa dia atasan disana. Dengan kata lain adalah bawahannya.


"Morning, "


"Hello Miss Kirana, How are you?" Kembali menyapa Kirana yang sudah ia kenal selama beberapa kali kunjungannya ke Indonesia.


"Fine, what about you?"


"I'm fine miss.Thankyou!" Keduanya terlibat percakapan ringan sambil mengenang masa lalu saat berjumpa di Indonesia.


Ehemm


Deheman Aditya membuat Kirana tersenyum, lalu mereka menuju ruangan Aditya baru ke ruangan Kirana.


Setelah meninggalkan Aditya di ruangannya, dokter Charless yang tadi menyambutnya mengantar Kirana ke ruangan Kirana.