
Kedua keluarga besar berkumpul di rumah Aditya. Membahas penculikan yang dialami Kirana.
Kakek Kirana : "Bagaimana nak Aditya bisa tau saat itu cucu saya diculik?"
Aditya : " Sahabat saya melihatnya dan mengabari saya kek."
Kakek Kirana menoleh kearah dua pemuda yang duduk di samping Aditya dengan mengerutkan kening. Kakek Kirana juga punya kemampuan sama seperti Kirana. Bisa merasakan emosi dan memasuki masa dimana emosi itu berpengaruh. Dilihat dari Agung, Kakek Kirana melihat kecemasan dan juga ketakutan. Semakin dalam kakek Kirana masuk, semakin jelas apa penyebab ketakutan itu. Saat dimana Kirana di culik. Yaitu di gudang tua di tanah kosong pinggir hutan. Disana Agung menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat. Seorang pria membawa Kirana yang tak sadarkan diri. Berbincang dengan wanita muda, lalu membuka topeng kulit diwajahnya. Wajah yang ia kenali. Wajah orang yang sama, yang hampir mencelakai putrinya (ibu Kirana) beberapa tahun lalu saat sebelum putrinya menikah.
Kejadian itu terulang lagi,
Apa tujuannya mengganggu keluarga ku? Apakah dia masih menyimpan niat jahat yang belum terlaksana dulu? Ingin menguasai dunia dengan 7 kemampuan khusus? Kirana sengaja ditutup agar tidak ketahuan. Apakah efek dari mantra leluhur sudah memudar?
Terlihat kakek Kirana sedang memikirkan sesuatu. Semua yang ada di ruang kerja ayahnya Aditya terdiam melihat ekspresinya.
"Semua ini akan berakhir jika Kirana segera menikah."Jelas kakek Kirana memecahkan keheningan.
"Nak Aditya, kamu sudah siap?"Tatapan raja tertuju kearah Aditya yang membuatnya gugup dan tanpa disadari menjawab "Iya kek!"
"Dengarkan kakek, sampai waktu Kirana menikah. Biarkan Kirana tinggal disini. Karena kakek lihat disini sangat aman. Si brengsek itu tak kan berani datang kemari. Dan kamu nak Aditya, kakek harap kamu ikut kakek beberapa hari ini untuk mengasah kemampuanmu. Agar bisa melindungi Kirana kelak." Perkataan kakek Kirana dipahaminya, hanya kalimat terakhir. Darimana kakeknya tau kalau Aditya ada kelainan setelah kecelakaan itu?
"Kamu tidak usah khawatir, keamanan disini sudah dilindungi oleh kekuatan kakek. Dan untuk kedua sahabatmu itu. Kakek harap juga mau ikut latihan bersamamu. Kakek akan membangkitkan kekuatan mereka. Sekarang kita berangkat!"
"Apaaaa! Kita juga ikut?" Sam dan Agung terkejut dengan pernyataan kakek Kirana yang mengharuskan mereka berdua ikut dengan Aditya.
Di gudang tua.
Keesokan paginya Dhani(Mr. X) dan juga Kayla kembali ke gudang tua tempat dimana Kirana mereka tinggalkan. Setelah masuk, keduanya terkejut mendapati Kirana tidak ada. Dan tidak ada jejak aura lain disana.
"Sial!!! Kemana gadis itu! Tidak mungkin ada orang lain yang tau tempat ini. Br*ngs*k!!!!! Rencanaku gagal. Pasti gadis itu sudah dilindungi orang-orang dari organisasi itu....." Dhani mengepalkan tinju dan menghancurkan semua yang ada diruangan itu hanya dengan kibasan tangannya. Kayla terkejut dengan apa yang dilakukan kakaknya. Dia kira kakaknya mau membantunya mendapatkan Aditya karena juga menyukai Kirana. Tapi apa ini? Ruangan ini semakin kacau hanya dengan kibasan tangan sang kakak.
Dhani melirik ke arah Kayla, dan tersenyum sadis.
"Kamu tak seharusnya melihat ini. Aku harus segera melenyapkanmu seperti aku melenyapkan kakakmu!" Ucap lirih Dhani namun mampu membuat Kayla ketakutan.
"Maksud kamu kakak ku? Bukankah kamu kakakku?" Gemeraran Kayla menanyakan maksud kakaknya
Dhani membuka kulit wajahnya, dan membuangnya ke lantai. Kayla sangat ketakutan, yang ia lihat bukan wajah sang kakak lagi. Namun wajah yang tidak dia kenali. Kayla bergegas lari meninggalkan orang itu. Namun saat hendak berlari, badannya menjadi kaku tak dapat digerakkan. Bahkan untuk teriak pun tak sanggup.
Kak Dhani! Dimana kamu kak? Kayla takut.
Sambil menitikkan air mata, dia merenungi perbuatannya. Tak seharusnya dia marah, dan berniat mencelakai Kirana. Harusnya dia menerima bahwa yang dicintai Aditya adalah Kirana. Sejak awal Kayla mendekati Aditya tak pernah ada respon dari pria itu. Tidak terima mendapat penolakan dari Aditya, tidak terima yang dicintai adalah Kirana.
Sambil merenungkan perbuatannya, Kayla semakin hilang kesadaran.
Inikah akhir hidupku? Tanpa ada keluarga yang tau, tanpa ada orang yang mengkhawatirkannya?
®®®
Di Tempat kakek Kirana
Sebuah bangunan super megah di area hutan kalimantan. Hanya ada satu bangunan itu, kesana pun harus memakai helikopter, karena memang tidak bisa di tempuh dengan jalur darat.
Setelah berganti seragam yang ketat lamun elastis seperti super hero di film Marpel, semua mengikuti arahan instruksi masing-masing. Aditya fokus dengan pertahankan diri dan juga pngembangan kemampuannya melihat aura titik sakit seseorang.
Sedangkan Agung dan Sam, fokus dengan kekuatan fisik serta strategi penyerangan. Tak jarang mereka terluka karena kecelakaan kecil saat latihan. Yang membuat mereka kagum adalah pengobatan yang super canggih. Hanya dengan satu alat penyembuh yang mengeluarkan pancaran sinar biru, dapat menyembuhkan luka gores, luka dalam bahkan luka robek yang dalam.
Mereka bertiga sulit percaya dengan adanya teknologi kelas wahid seperti ini.
Akhirnya mereka bertiga bertemu saat istirahat untuk makan. Bahkan kantin pun terlihat sangat modern. Sistem pemesanan memakai touch screen, bebas memilih menu apasaja. Dan apa yang kita mau akan keluar dari lubang dibawah layar. Seperti mesin ATM tapi tanpa kartu dan yang keluar makanan.
Mereka bertiga memilih bangku yang berada di pinggir jendela, disana dapat melihat hutan belantara sejauh mata memandang.
"Gila, kita hidup disini dengan fasilitas super canggih, tapi diluar sana hutan purba yang belum disentuh manusia. Kakek Kirana memang super kaya."Sam masih takjub dengan apa yang dilihatnya
"Sam, setelah lu lihat kayak apa Kayla. Lu masih mau ngejar dia?" Agung asyik memakan makanan di nampannya.
Reaksi Sam mendengar pertanyaan itu langsung berubah raut wajahnya menjadi masam. Namun tak ada komentar apa-apa.
"Udah-udah nggak usah ungkit masalah itu. Siapa tau Kayla terkena pengaruh si dokter KW super itu."Aditya menengahi dengan entengnya. Meski dalam hati masih marah, juga bingung dengan apa yang dilihatnya di gudang lusuh itu.
Kemarahannya memuncak, kala mengingat kondisi Kirana yang masih lemah kala ia tinggal kesini. Sebesar apa pun kemarahannya, saat waktunya tiba akan ia lampiaskan kepada pria jahat yang berani mengusik kekasihnya.
Ditengah makan siang kakek Kirana menghampiri mereka, dan ikut duduk disana. Sesaat memandang kearah luar dan tersenyum kecut.
"Hampir tiga kali saya kehilangan wanita yang saya sayangi,,,"Ucapan kakek menggantung tanpa arah. Tatapan mata masih kosong, dan dari sudut mata keriputnya keluar butiran bening.
"Saat nenek Kirana masih gadis, orang itu hampir membunuhnya karena ingin menguasai kekuatanku, kemudian ibu Kirana. Dia ingin mengambil kekuatan dalam diri putri saya dengan jalan pemindahan jiwa kedalam pusaka. Sekarang cucu saya, semua itu bisa gagal karena adanya kemauan kuat. Ibunya ditolong oleh seorang pria yang sangat mencintainya. Tapi saya egois, malah menikahkannya dengan pria lain hanya demi bisnis. Pada akhirnya, semua hancur. Kirana menjadi korban kegagalan saya.." berhenti sesaat lalu tersenyum
Ketiga pemuda dihadapannya masih menyimak dengan tatapan sangat penasaran.
Sedangkan Agung, masih makan sambil memperhatikan apa yang diucapkan sang kakek.
"Untuk mencegah pengaktifan kemampuan Kirana agar tidak bisa dimanfaatkan pihak lain, jalan satu-satunya hanya menikahkannya. Dengan pernikahan, secara tidak langsung ada sebuah pelindung dari janji pernikahan. Sehingga yang berniat jahat pun tak bisa mendekati Kirana, apalagi memanfaatkannya...." Jelas sang kakek
"Jadi maksud kakek meminta saya dengan Kirana segera menikah, merupakan upaya untuk melindungi Kirana juga?" Aditya merasa senang walau masih penasaran
"Benar, dan kakek lihat saat pertama kita bertemu. Kamu bisa diandalkan, bahkan dengan kemampuanmu itu. Kakek percaya padamu..."Terlihat sedikit lega dari wajah sang kakek. Lalu beranjak meninggalkan mereka." Jadi kalian harus giat berlatih untuk menghadapi kelompok jahat itu.." Kakek segera pergi meninggalkan mereka.