Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 54



Kali ini Vina tidak akan melunak lagi, dia tidak perduli dengan resiko yang akan ia hadapi jika dirinya tidak bisa mengontrol diri.


Setelah bunga itu dibuang oleh Joan, Vina mendekat ke arah Lucas lalu menarik kerah baju Lucas.


Dengan tatapan tajam, siap menghajar Vina menyeret Lucas ke belakang sekolah. Lalu melempar bocah gila itu.


Braakkk


Sebuah meja hancur saat Lucas menimpanya.


"Katakan siapa yang menyuruhmu!!!!" Vina sudah tidak bisa menahannya lagi.


Namun Lucas masih diam tidak bergeming. Dia justru malah tersenyum meremehkan lawan.


"Cepat katakan kalau kamu masih sayang nyawa!!" Kali ini Vina lebih meninggikan nada bicaranya.


Lucas masih diam ditempat tanpa sepatah kata untuk menyelamatkan dirinya.


Vina dengan sangat kesal, mendekati Lucas lalu mengangkat wajah tidak bersalah bocah itu.


"Katakan, apa maumu bocah!" Vina merendahkan suaranya di telinga Lucas


"Benarkah kamu tidak tau siapa aku? Apakah kamu tidak bisa menembus pertahananku? Apakah kamu benar sudah kehilangan kemampuanmu? Atau...."


Lucas menggantung kata-katanya dengan senyuman licik


Vina tidak mudah tersulut emosi. Dia pernah menghadapi Tama yang secara terang-terangan menghancurkannya.


"Sebenarnya aku ingin kita bermain sebentar, tapi sepertinya kamu tidak sabar ya sayang...."


Lucas bangkit dari duduknya dan mengambil alih lengan Vina.


Dengan tatapan penuh kepuasan, Lucas menarik tubuh Vina kedalam pelukannya.


"Terlepas dari pemilik tubuh ini. Alangkah indahnya jika kita hidup berdampingan sebagai sepasang kekasih. Dengan begitu kita dengan mudah menakhlukkan dunia ini."


Hahahahaha


Lucas tertawa jahat penuh kemenangan.


Dan entah sejak kapan, Joan yang tadi mengikuti mereka sudah tidak sadar disana.


Vina yang melihat sahabatnya tidak sadarkan diri, mulai geram.


"Kamu yang membuat Joan pingsan?"


Hahahaha


"Hanya sedikit nyanyian pengantar tidur. Dia sedang asyik dengan mimpi indahnya bersama kakakmu..."


"Apa ini!!! Kenapa kamu mengunciku! Jangan melakukan trik konyol dengan membatasi gerakku! Apa maumu!!!"


"Kamu sudah tau sayang. Jika aku tidak dapat memiliki kekuatanmu, maka aku harus memilikimu. Dengan begitu aku dimasa depan, akan terlahir dengan kekuatan kita dari sini."


Lucas mengelus perut Vina.


Dengan sangat terkejut Vina mendengar ucapan Lucas. Tidak habis pikir, bahwa orang itu justru ingin dirinya lahir kembali tanpa harus menghabisi Vina.


"Lepaskan tanganmu dari situ!!"


Hahahahaha


"Kau sangat menyukainya???"


Lucas memegang wajah Vina agar menghadap kewajahnya. Melihat Vina tengah berusaha melepaskan kunciannya, Lucas hanya tersenyum kecut.


"Jangan buang tenagamu. Aku tau, semenjak itu kekuatanmu disegel oleh kakek dan orangtuamu."


Lucas merendahkan suaranya ditelinga Vina.


Seperti sebuah sihir, Vina menjadi diam dan tidak melawan lagi. Namun dalam dirinya masih sadar. Hanya dia tidak melakukan apa pun sesuai kemauannya.


"Apakah kamu khawatir aku menghancurkan sekolah lusuh ini?? Tenang saja, mereka tidak akan perduli. Mereka tidak ingat kejadian tadi, dan mereka tidak akan tau kita tidak ada."


Wajah Vina berubah kecut mendengar ucapan Lucas.


Sungguh licik kau iblis!! Kenapa kau tidak menghabisiku saja? Jangan sakiti orang tidak berdosa!


"Tenang saja, aku tidak akan menyakiti mereka. Karena dimensi kita berbeda. Kelihatan sama fisiknya saja. Kamu lihat? Disini sangat sepi. Dan aku tidak akan melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya. Aku tidak akan menghabisimu, tapi aku akan memanfaatkan tubuh indahmu. Dari kesekian pendahulumu, kau lah yang paling menarik. Dan Terimakasih kepada ayahmu, telah menyumbang kekuatan alami dalam dirimu."


Vina terkejut dengan ucapan Lucas. Maksudnya apa?


Apa maksudmu? Apakah akan berbeda jika Papa bukan papaku?


"Tentu saja, sebuah ketidak sengajaan yang membuat semuanya begitu menguntungkan. Kalau saja waktu itu aku tidak gegabah, mungkin tidak akan sesulit ini mendapatkan mu."


Lucas mengingat kejadian saat Aditya rela mengorbankan diri untuk Kirana. Kejadian beberapa tahun lalu, yang membuat Aditya koma beberapa saat. Dan ketika bangun mendapatkan kekuatan tidak terduga. Kemampuan aneh, dan mengubah hidupnya.


Lucas berencana membawa Vina ke rumahnya agar lebih aman,


BRAAKKKK


Suara keras menghantam Lucas dari belakang, hingga Vina terpental jauh tak sadarkan diri kehabisan tenaga.


Lucas melihat ke belakang,


Vian sudah berdiri di dampingi Aditya, Kirana dan dua sahabat orang tuanya.


"Bagaimana kalian bisa sampai sini??"


Lucas terlihat sangat marah melihat kehadiran tamu tak diundang. Memikirkan bagaimana bisa mereka sampai di dimensi buatannya