Good Morning Miss Bengis

Good Morning Miss Bengis
Bagian 14



Acara kencan yang seharusnya romantis ternyata gagal, saat mereka berdua mengantri hendak membeli tiket, mereka dikagetkan oleh suara berisik seorang gadis kecil.


"Nah loh, ketahuan. Bukannya pulang malah pacaran. Abang Iihhh pacaran mulu....kapan mbak nya dibawa ke rumah kenalin sama emak sama bapak...." Goda Adelia, yang membuat Kirana dan Aditya jadi salah tingkah.


"Lu ngapain bocah? Masih keluyuran sore gini,,,"Gertak Aditya ke Adelia sebenarnya karena menutupi rasa malunya


"Ya elah abang, nggak liat nih kita lagi nonton segerombolan...." Jelas Adelia menunjuk kearah belakangnya yang disambut lambaian tangan teman-temannya.


Tidak hanya cewek, tapi cowok juga. Membuat Aditya sedikit cerewet ke adiknya.


"Yang mana cowok lu dek?" tanya Aditya sedikit berbisik ke telingan adik kecilnya itu


"Nggak ada bang, nggak ada yang adek taksir. Yang adek taksir belum ketemu ujung rambutnya...hahahaha" jawab Adelia dengan sedikit guyonan yang menurut Aditya tidak lucu


"Serius dek!"


"Iya, abang! Abang kan tau, adek naksir temen abang. Kapan ajak bang Sam ama bang Agung ke rumah? Kan adek bisa PDKT...." sambil cekikian Adelia menarik telinga abangnya karena saking tingginya itu telinga


"Eh iya belum kenalan sama kakak ipar, Adelia kak..." ucap Adelia sambil menyodorkan tangannya ke arah Kirana


Disambut dengan senang hati oleh wanita dihadapannya itu


"Kirana, kamu cantik ya dek. Imut lagi.." sanjung Kirana mengagumi kecantikan adik pacarnya itu


"Jangan dipuji dia yang, ujung-ujungnya minta duit ntar...."sahut Aditya


"Abang Iihhh, ngrusak suasana aja. Kasih taunya ntar aja, kan habis terbang tinggi trus dijatohin tu sakit hati adek abang...."masih dengan kepolosannya menimpali perkataan abangnya


"Bang, traktir kita ya...." permintaan Adelia tak digubris okeh kakaknya itu


"Pajak jadian abang, Iiihhh abang mah pelit" Rajuk adelia menggelayoti lengan kekar Aditya


"Iya iya bawel amat sih punya adek cewek!!!" Jawabnya ketus


Waktu pemutaran film segera dimulai, semua diharapkan memasuki teather. Adelia sengaja memilih kursi yang bersebelahan dengan kakaknya.


Mereka duduk menikmati adegan demi adegan di film itu. Namun yang dirasakan Aditya jengkel bukan kepuasan. Rencana ingin beromantis dengan pacarnya malah dikacaukan adiknya yang super berisik itu. Tak ada kesempatan baginya untuk memeluk, memegang tangan, apalagi mencium Kirana.


Hingga usai film di putar Adelia dan teman-temannya pamit pulang terlebih dahulu. Karena memang mereka hanya berencana nonton film saja.


Seusai adiknya pergi Aditya hanya mengelus dadanya tanda sedikit lega karena terbebas dari gangguan.


"Kenapa Dit? Gitu amat...."Ucap Kirana mengagetkannya yang memang sedang fokus melihat kepergian adiknya


"Maaf ya jadi nggak romantis, diganggu tu bocah berisik....."


"Malah seru, aku senang bisa kenal sama adikmu. Ternyata menyenangkan bisa ngobrol sama adekmu yang heboh itu."


"Tau, bocah jaman sekarang kebanyakan micin kali, jadi nggak tau malu gitu,,"Ucap Aditya sedikit kesal


"Lain kali ajak adekmu main yuk, seru juga kalo jalan sama dia." Pinta Kirana


"Yaaahhh ngajak tu bocah yang ada bukan kencan sayang, tapi ngemong bayi..."


ยฎยฎยฎ


Beberapa hari setelah acara kencan yang menurut Aditya gagal total itu. Aditya sedikit kapok bila mengajak Kirana nonton film.


Tak lama ponselnya berbunyi, ada pesan WhatsApp grup masuk


Agung : Genk, akhir pekan kumpul yuk


Sam : Kemana?


Agung : Kafe biasa.


Aditya : Gue ajak Kirana ya


Sam & Agung : Cieeeeee


Aditya : Paan sih, emang nggak boleh ajak pacar?


Sam : Ajak adek lu juga dong, kangen nih


Agung : Iya, ajak Adel juga. Kangen sama muka unyu nya itu๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Aditya : Nggak janji ya, itu kalo dia mau


Sam : Pasti mau lah


Sam : Ya harus dong,๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ˜‚


Agung : Oke, akhir pekan jam 7 malem di kafe biasa ya


Aditya : Sip


Sam : Wokey bos


Oh ya Dit, Adel biar pergi bareng gue aja ya๐Ÿ™๐Ÿฟ๐Ÿ™๐Ÿฟ๐Ÿ™๐Ÿฟ


Aditya : Nggak yakin gue ama lu


Sam : Ayolahhhh


Aditya : Atur aja deh


Obrolan grup berakhir. Grup yang hanya berisi mereka bertiga, namun terasa ramai bisa mengobati kegalauan di kala tugas dari pembimbing menumpuk banyak.


ยฎยฎยฎ


Hari yang dijanjikan tiba juga.


Sesuai permintaannya Sam ke rumah Aditya untuk menjemput Adel dengan alasan Aditya tidak bisa pulang dulu karena langsung ke kafe. Niat Sam tak mendapat banyak pertanyaan dari orangtua Aditya karena mereka sudah kenal dan percaya pada teman putranya itu


Adel : "Yuk bang, adel udah siap. Ntar kalo telat bisa dicincang sama abang lagi..." ajak Adelia


Sam : " Oke,"


Sam masih terpana dengan penampilan Adelia, gadis muda dihadapannya itu kian lama kian menawan.


Rambut sebahunya yang digerai, dijepit boneka diatas kuping sebelah kanan. Menampakkan kulit putih pipinya.


Di kafe Agung sudah menunggu teman-temannya sendirian. Sambil mengaduk-aduk jus jeruk didepannya. Ia dikagetkan dengan tepukan di pundaknya oleh seorang gadis


" Bang Agung!!!!" Suara nyaring Adel mengagetkan Agung hingga menyemburkan jus yang akan ia telan


" Bang Agung jorok!" Seru Adel sambil memanyunkan bibirnya


" Uluh Adel sayang udah dateng..."Seru Agung sambil berdiri dan meraih kepala Adel lalu memeluknya gemas


"Wooyyyy jangan siksa anak orang, " Sahut Sam


Tak lama Aditya datang bersama dengan Kirana sambil bergandengan tangan.


Melihat Kirana dari kejauhan Adel meranjak dari duduknya yang diapit dua pria tampan sahabat kakaknya lalu memeluk Kirana dengan senangnya. Lebih senang bertemu Kirana daripada kakaknya.


"Kangen sama kakak...." kembali adel memeluk Kirana. Namun gagak karena ada yang menarik kerah bajunya dari belakang seperti mengangkat anak kucing


Dengan muka cemberut Adel duduk ditempat semula.


"Lebih sayang pacar daripada sama adeknya" Gerutu Adel kesal


" Kan ada abang yang sayang Adel" Ucap Sam sambil mengelus kepala Adelia


"Weyyyy nggak boleh " Aditya menampel tangan Sam yang sedang mengelus kepala Adelia


"Masih dibawah umur" ucap Adit dengan tegas


Aditya tau kedua sahabatnya sedang memperebutkan adiknya. Tapi tidak menganggap serius karena masih wajar dan tidak berlebihan.


Malam minggu menjadi sangat menyenangkan setelah berkumpul dengan sahabatnya, selain obrolan mereka juga memainkan game yang menambah riuh suasana malam itu. Sudah jam sebelas malam Aditya mengingatkan agar segera bubar karena ada Adelia yang masih kecil disana.


" Mau pulang sama siapa dek?" Tanya Aditya. Sengaja memancing adiknya agar memilih salah satu dari sahabatnya


"Pengen sama abang, tapi kak Kirana gimana? " ucap Adelia sedikit manja


" Sama abang aja ya dek" sahut Agung sambil menggenggam lengan kecil Adelia


"Oke deh, tadi berangkat sama bang Sam. Pulang sama bang Agung. Lengkap sudah hidup adek, " ucapnya penuh senyum mendapat tawaran dari Agung


"Nggak bisa dong, gue harus jadi cowok tanggung jawab. Gue yang bawa, gue pula yang anterin...." Goda Sam


" Nggak, Adel mau sama bang Agung aja. Soalnya kalo sama bang Agung bawaannya adem....."Ucap adel sambil nyengir


Setelah usai perbincangan itu mereka segera menuju kerumah masing-masing. Aditya mengantar Kirana. Agung mengantar Adel. Dan Sam sendirian menerima nasib harus melepas kepergian Adelia dengan Agung