
Keesokan harinya, Vina mencoba tegar. Tidak boleh menangis. Meski dia baru sadar bahwa dia membutuhkan Tama disampinya, yang dengan mudahnya harapan itu patah bahkan sebelum berkembang.
Ok Vina!!! Let's fight girl!!!!
Kembali Vina mencoba membuang kepedihan hatinya.
Ayolaah!!!!! Dia hanya pulang ke Indonesia. Masih dibawah langit yang sama. Setidaknya hanya berbeda jam aja.
Setelah dirasa hatinya cukup tenang, Vina berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarganya dan Tama tentunya.
Vian : "Dek!!! Akting kamu sangat bagus. semoga sukses!!!! "
Vina hanya tersenyum kearah kakaknya, lalu mengerlingkan matanya.
Aditya : "Oh ya nak Tama, salam buat papa mama mu nanti kalau sudah sampai sana ya..."
Tama : "Iya om. Nanti Tama sampaikan."
Mereka segera menghabiskan sarapan mereka.
Vina ijin tidak sekolah karena ingin mengabiskan waktu dengan Tama. Sedangkan Vian harus ke sebuah pertemuan untuk presentasi hasil rancangannya.
Aditya dan Kirana berangkat ke Rumah Sakit seperti biasa.
Perlu diketahui bahwa Vian adalah programer muda. Dia biasa menciptakan game baru, membuat virus juga anti virus komputer. Membuat penemuan-penemuan lainnya.
Usai sarapan semuanya sibuk dengan urusan masing masing. Kini tinggal Tama dan Vina.
Keduanya saling pandang lalu tersenyum dengan tangan bergandengan erat.
"Kita kemana??" Tanya Tama sambil mencubit hidung Vina
"Kita ke konser musik yuk, aku dapat undangan dua. Harus nya yang satu buat Vian. Tapi....aku maunya pergi sama kamu..." Ucap Vina dengan wajah imut nya.
Emang Vina imut, dia kan masih bocah. Bocah kelas 1 SMP yang akan naik kelas 2.
"Makasih ya Vin, kamu mau memaafkan aku..." Tama menatap Vina yang sedang memeriksa ponselnya.
"Kamu lihat apa sih?" Tama melongok melihat ponsel Vina.
"Barusan dapat kabar, katanya nanti suruh jadi bintang tamu di konser musik ini." Vina menunjukkan undangan konser musik di tangannya. Yang menandakan bahwa dia adalah tamu VVIP.
Begitu memasuki gedung pertunjukan Vina langsung dikerubuti oleh para fans nya.
Tama tau bahwa Vina populer di luar sekolah. Sebuah senyum tipis tersirat di bibir Tama.
Kamu bahagia, setidaknya aku tidak perlu khawatir kamu sendirian.
"Ayo kita masuk..." Vina menggandeng Tama sambil melambaikan tangan kepada para fans dan juga reporter disana.
"Kamu tidak takut ada gosip soal kita??" Tama terlihat sedikit canggung dan belum terbiasa dengan sikap manja Vina.
Sesungguhnya di dalam hati Tama bahagia karena Vina sudah tidak kasar lagi.
"Biarin aja, lagian mana berani mereka buat berita nggak mutu. Kalau sampai itu terjadi, yaaa siap siap aja buat tutup kantornya." Dengan sangat santai Vina menimpali ucapan Tama
Karena Vina akan menjadi bintang tamu di awal acara, Vina diminta ke backstage terlebih dahulu. Dengan senang hati Tama mengikuti gadis pujaannya.
Hingga tiba saat Vina naik panggung.
Jemari Vina yang lentik menari indah diatas tuts piano, mendendangkan lagu yang sangat indah.
Permainan Vina berlangsung selama tiga puluh menit dan disambut tepuk tangan yang meriah.
Usai penampilan dadakanya itu, Vina menuju ke kursi dimana Tama berada.
"Kamu hebat Vin!!!" Tama memuji Vina yang duduk tersipu disampingnya.
"Udah lah, gatel mulut gue dari lagi diem aja."
"Lagian siapa suruh sok manis, kan kamu udah manis dari sononya!" Kembali aksi Tama menggoda Vina
"Hahahaha iya, kamu sampai diabet gara gara terlalu deket sama aku!!" Vian menimpali candaan Tama
"Oh ya, habis ini kita mau kemana??"
"Mmmmm gimana kalau kita ke taman bermain..." Vina menarik lengan Tama setelah konser usai.
"Jangan lari! Kamu bisa jatuh Vina!!" Tama sedikit khawatir dengan sikap masa bodo Vina.
Jika Vian sibuk dan dirinya ada di Indonesia, siapa yang akan menjaganya?
Vina kalau tidak ada mereka berdua akan bersikap gila.
Ditambah sekarang Vina sudah baik padanya, apa jadinya kalau dia pergi.
Apakah Vina akan kembali menjadi gadis jutek?
Apakah Vina akan kembali menjadi gadis yang angkuh?
Setidaknya selama ini Vina selalu melampiaskan emosinya pada Tama.
Karena kebencian di masa lalu.
Sedari tadi di dalam mobil Tama hanya diam melamun.
"Eehhh iya." Tama menoleh ke Vina dan menataonya sendu
Dia kenapa sih? kok diem nggak berisik kayak biasanya?
Vina masih menatap curiga kearah Tama
"Kamu mikirin apa sih Tam???"
"Aku mikirin kamu...."
"Hadeuh...." Vina mencibir Tama yang mulai tidak asik lagi menurutnya.
Setelah sampai di taman hiburan keduanya segera antri tiket ke sebuah wahana.
Keduanya diayun kesana sini hingga membuat perut mual.
Setelah itu, Vina mengajak Tama naik roalcoaster. Naik turun, belok diputar dan wusssss keduanya berteriak histeris.
Vina sengaja memilih wahana ekstreem untuk meluapkan kekesalannya.
Berharap Tama tidak sadar akan niatnya. Namun Vina salah, anak itu tau seperti apa Vina.
Tama hanya mengikuti alur yang Vina buat
Sampai di kedai es krim, Vina mengantri bersama Tama.
"Kak, satu coklat. vanilla trus strowberry. toppingnya yang banyak yaa... Kamu apa Tam?
"Samain aja...." Tama tersenyum melihat keceriaan Vina.
Setelah ini, dirinya tak kan melihat senyum ini.
Keduanya menuju meja di dekat kedai menikmati es krim pesanan mereka.
Terlihat Vina yang lahap menyantap eskrimnya, lebih tepatnya menggila.
Vina memaksakan dirinya memakan porsi besar eksrim di depannya.
Tama ingin mencegahnya, namun takut menyinggung Vina.
"Bentar..." Tama mendekatkan wajahnya lalu menjilat eskrim yang ada di sudut bibir Vina
Bluusshhhh
Wajah Vina langsung memerah, meski bukan sebuah ciuman. Tapi mampu membuat Vina salah tingkah.
"Apaan sih??? Pakai tangan kan bisa..." Vina menunduk malu mendapatkan perlakuan itu dari Tama.
"Ingat, jaga bibir ini. Jangan cium sembarang pria!!" Tama menggenggam tangan Vina
"Apaan sih, kita kan masih bocah!!!" Vina menarik tangannya yang berada dalam genggaman Tama
"Emangnya bocah nggak boleh merasakan cinta???" Deg omongan Tama barusan membuat Vina terpaku
"Kata mama nggak boleh main cinta cinta an." Dengan wajah polos Vina membalas kata-kata Tama
"Mau main apa lagi????"
Keduanya menghabiskan waktu seharian berkeliling menikmati taman hiburan. Hampir semua wahana mereka coba.
Hingga waktu sudah sore. Keduanya menuju rumah Vina karena sudah di telpon Kirana agar segera pulang untuk makan malam.
Banyak foto di handphone Vina, foto mereka berdua selama di taman hiburan. Dan itu akan menjadi kenangan indah bagi Vina.
Karena besok Tama akan meninggalkannya. Liburan seharian tak kan pernah cukup bagi mereka.
Tama bersama keluarga Vina tengah makan malam sebelum Tama kembali ke rumah untuk siap-siap.
Karena esok pagi dia harus pergi
Usai makan malam, Tama berpamitan kepada Kirana juga Aditya. Lalu memeluk Vian dan terakhir Vina.
Mereka mengantar Tama hingga di depan pintu
Tapi Vina memilih mengantar Tama sampai mobil.
"Kamu baik-baik disini ya...my sweety!!" Tama mengelus kepala Vina lalu memeluknya
Dengan sangat berat Tama Meninggalkan Vina.
Vina berjalan gonta, wajah dibuat ceria sebelum memasuki rumah.
Berharap dirinya bisa melewati hari tanpa ada keusilan Tama lagi.
Berharap dirinya bisa tahan dengan kesunyian tanpa celoteh Tama lagi.
☘☘☘