
Seusai mata kuliah hari ini Kirana sudah memutuskan untuk memperjelas hubungannya dengan Aditya. Dia tidak ingin pria itu menganggap hubungan halu itu pacaran beneran. Karena memang dia tidak pernah mengatakan *ya* saat Aditya melontarkan pernyataan bodoh dan membuang tenaga menurutnya.
Begitu dosen keluar dari ruang kelas Kirana berdiri dengan yakin akan menjelaskan sejelas-jelasnya kepada Aditya. Namun belum sempat melangkahkan kakinya suara khas yang bahkan sebenarnya tidak ingin ia dengar mulai mengoloknya.
"Hei putri buruk rupa! Masih punya nyali lo kuliah disini? Setelah halu dan berharap pacaran sama pangeran kampus, lo mau bikin viral apalagi? Jual diri berapa lo ke Aditya????" Cegat Juwita yang memang bisa dikatakan rese kalau ada hal menyangkut Aditya.
Kirana juga heran, kenapa hanya dia yang dibully?Padahal Kayla yang jelas-jelas ketahuan tiap hari nyamperin Aditya belum pernah sekali dia denger kabar Juwita ngelabrak Kayla. Kenapa harus Kirana??? Sekhawatirnya itukah mereka jika dirinya benar-benar menjalin asmara dengan pangeran idiot itu?
Kirana hanya nyengir sinis mendengar kata itu terlontar dari mulut juwita. Dan dengan entengnya dia pergi tanpa peduli dengan apa yang diucapkan Juwita yang entah kalau dibikin naskah bisa satu episode tayang sinetron stripping.
Aditya hanya memperhatikan apa yang terjadi di kelas, yang pasti dia ingin tau bagaimana reaksi Kirana menghadapi Juwita yang sukses membuat hampir semua wanita dikampusnya mundur teratur untuk mendekati Aditya secara terang-terangan.
Sesuai dugaannya Kirana tak ambil pusing dengan gertakan Juwita. Sebenarnya apakah Kirana mengakui hubungan sepihak ini? Kalau dia mengakui berarti bukan hubungan sepihak dong ya.......
Aditya senyum-senyum sendiri membayangkannya. Sampai tak sadar bahwa dirinya sedari tadi dipanggil Kirana, gebrakan meja yang lumayan bikin dia jantungan sukses membuyarkan lamunannya.
BRAAAKKKK
"Wiiihhhh sadis manggil pacar pakai cara gitu, jangan-jangan kalo ciuman juga ganas nih.....uhuuuyyyy. Mau dong dicium ganasss" Ledek salah seorang rekannya yang disahut dengan sorakan ramai riuh yang spontan membuat suasana kelas menjadi seperti pasar kambing mendekati hari raya Qurban.
"Kenapa sayang...." Jawab Aditya membuat semakin riuh suasana kelasnya
"Nggak usah lebay deh lo, buruan ikut gue. Gue mau ngomong...."
"Agresif amat neng ngajakin pacar jalan hahahahahah" Ledek kawan-kawannya itu
Namun tetap Kirana tak ambil pusing dengan semua gurauan mereka, dengan santai Kirana melangkah keluar diikuti Aditya dengan siulan bahagia.
Begitu sampai ditempat yang agak sepi disekitar taman belakang kampus, Kirana menghentikan langkahnya. Dan langsung membalikkan tubuhnya sambil menyilangkan tangannya di dada. Namun nahas, Aditya tak menyadari dan langsung menabrak tubuh kurus itu. Hingga limbung hampir jatuh terjungkang kalau tangan Aditya tidak reflek memeluknya yang berakhir mendapatkan tendangan di tulang keringnya tanpa ada aba-aba terlebih dahulu.
Rasain lo
Kirana mengumpat tiada henti
"Mau ngomong apa say...Tumben ngajak ngomong duluan. Aku jadi auto bahagia jadinya kan..."
"Gini Dit, gue mau kasih kejelasan soal pengakuan lo secara sepihak yang meyakini kalo kita pacaran. Gue tekankan bahwa kita sedang tidak berada dihubungan seperti itu. Jadi tolong jangan rusak kehidupan kampus gue dengan hal yang nggak guna gini." Kirana menghentikan ucapannya setelah bicara tanpa bernapas
"Kamu ngomong apa? Maaf nggak denger, terlalu fokus sama kecantikan kamu sayang......" Ucap Adit dengan senyum polos tanpa dosa. Sebenarnya dia bukan tidak mendengar, namun sengaja tidak menganggap ucapan Kirana. Karena sesuai dugaannya, cepat atau lambat Kirana akan mengatakannya
" Sumpah ya ngomong sama lo itu bikin gue jadi gila! Sekali lagi gue tegesin Kita tidak sedang dalam hubungan yang lo sebut PACARAN!!!!!" Ucap Kirana sekali lagi
"Kamu mutusin aku??" Aditya tampak lesu menanggapinya
Dengan langkah pasti Kirana meninggalkan Aditya disana. Namun Aditya tak membiarkan Kirana pergi. Dia dengan cepat menarik tangan Kirana yang hendak meninggalkan dirinya disana.
Sakit yang dirasa di pergelangan tangan Kirana karena cengkraman tangan Aditya di lengannya.
"Tolong jangan seperti ini Na, aku hanya nggak mau liat kamu sedih. Aku ingin kamu tersenyum, dan aku ingin akulah salah satu alasan kamu tersenyum bahagia. Tolong beri aku kesempatan untuk mengobati luka mu yang tak nampak itu. "
"Gue jadi tersentuh...... Itu yang mau lo denger dari gue???? Maaf gue nggak mau main kayak mereka, pacaran yang hanya menguras emosi dan bikin repot hidup yang udah berat ini. Gue harap lo paham Dit."
" Na, plis kasih aku kesempatan."
"Gue nggak mau pacaran Dit!"
" Kalo kamu nggak mau pacaran nggak usah anggep kita pacaran. Tapi aku akan tetap memperlakukan kamu seperti pacarku, biarkan aku mengenalmu lebih dekat lagi Na. Aku mohon."
"Itu urusan lo! Pokoknya gue nggak mau pacaran, terserah lo mau apa."
"Berarti kamu setuju kan???!!!! Mulai hari ini aku akan antar jemput kamu kuliah, makan bareng, jalan bareng....Pokoknya aku bakal bikin kamu seneng dan tidak menampakkan wajah sendu itu lagi. Apapun bakal aku lakukan "
"Serah lo!!!!" Kirana menarik lengannya yabg dirasa gengganman di lengannya sudah semakin kendor. Berjalan menuju gerbang kampus dan berharap segera sampai di tempat kerjanya secepat mungkin.
Saat menunggu angkutan umum yang lewat, dia membaca buku sekedar mengulang pelajaran di kelas tadi. Dia dikagetkan dengan seseorang yang secara tiba-tiba memakaikan helm dikepalanya, yang entah kapan sebuah motor ninja berada didepannya. Kirana langsung tau siapa orang ini, melihat dari motor ninja hijau dihadapnnya itu. Dia adalah Hendra, sahabatnya dari masa sekolah dulu. Tanpa merasa ragu Kirana mengikuti sosok pria tampan itu menaiki motor gede dihadapannya.
Aditya sedikit kecewa karena dia didahului oleh ntah siapa sosok pria yang dapat merubah warna yang terpancar dari tubuh Kirana dari merah gelap menjadi merah muda bercampur hijau.
Siapa pria itu? Apa hubungannya dengan Kirana? Apa ini alasan Kirana tidak mau bersama dengan ku? Mereka pergi kemana dengan senyum ceria itu?
Beribu tanya bermunculan di kepala Aditya yang membuatnya frustasi.
AAAARRRGGGGHHH
Aditya segera mengikuti laju motor yang membawa Kirana pergi.
Sungguh sulit mendapatkan hatimu, perhatianmu, senyummu dan segala yang ada di dirimu Na.
Hingga sampai di kafe tempat Kirana kerja, motor itu berhenti diikuti motor Aditya terparkir di halaman kafe. Tanpa ragu Aditya berjalan mendekat kearah Kirana
"Kok kamu ninggalin aku sayang?? Kan kita udah janjian...."
Kirana terkejut dengan rangkulan tangan di pundaknya secara tiba-tiba.Kepalanya menoleh kearah suara itu berasal sembari menurunkan lengan kekar itu dari pundaknya. Namun bukan Aditya kalau diam saja tangannya ditolak, kembali ia mengarahkan lengannya bukan untuk merangkul tapi kali ini memeluk.
Kelakuan Aditya itu membuat suasana di parkiran menjadi canggung.