
Hidup memang tak seindah yang diharapkan. Baru beberapa hari menjadi Asisten dokter Dhani, kini waktu Kirana lebih sedikit agar bisa bertemu Aditya. Pria yang sedang kasmaran ini tak menyangka, bahwa sedetik saja tak bertemu dengan pujaan hati bisa sehampa ini.
Di Ruangan Dokter yang biasanya sepi saat istirahat makan siang entah kenapa hari ini ramai sekali. Setelah bertanya kesana kemari baru Aditya paham. Ternyata setelah makan siang akan ada dokter bedah pindahan dari cabang Rumah Sakit ini yang akan bergabung disini. Menurut ucapan mereka dokter itu masih single dan sangat cantik juga seksi. Bahkan ada juga gosip yang mengatakan bahwa dokter itu adalah mantan kekasih dokter Dhani kepala IGD saat ini yang tak lain adalah dokter pembimbingnya.
Sedikit lega mendengar gosip itu, karena dalam hati berharap Kirana segera bebas dari tugas seabrek yang membuatnya jarang ada waktu untuk jalan bersama Aditya.
Banyak yang penasaran dengan sosok dokter cantik yang akan datang hari ini, Usai makan siang Aditya hendak menelfon Kirana yang sedang istirahat karena tugas malam sebelumnya. Namun diurungkannya karena dia dipanggil salah satu rekan magangnya yang mengisyaratkan dirinya agar mengikuti mereka.
Aditya bergegas mengikuti langkah teman-temannya menuju ruangan kepala IGD.
Dokter Dhani memperkenalkan mereka dengan dokter Anjani yang akan membimbing mereka jika dokter Dhani tak ada.
"Perkenalkan beliau adalah dokter Anjani. Beliau juga sama dengan saya, spesialis bedah. Jadi jika ada yang tidak mengerti jika tidak ada saya, kalian bisa bertanya kepada beliau..."ucap dokter Dhani masih dengan nada bijaksana. Tak terlihat kecanggungan diantara mereka, padahal rumor mengatakan mereka adalah mantan kekasih.
Setelah perkenalan dokter Dhani berpamitan untuk istirahat di ruang istirahat dokter. Memang setau mereka dokter Dhani jarang pulang ke rumah.
®®®
Hari sama seperti biasanya, IGD sangat ramai
"Dokter tolong anak saya....!!!!"Seru salah seorang ibu memasuki IGD dengan panik sambil menggendong anaknya yang berlumuran darah
Segera Aditya mengambil mendekat diikuti para perawat mengambil alih anak itu. sebagian perawat membersihkan noda darah pada anak itu yang mengalir dari hidungnya. Sementara yang lain memeriksa suhu badan sang anak karena memang sangat panas.
Aditya memeriksa keadaan anak itu dan bertanya kepada sang ibu
"Sudah berapa lama bu anaknya demam?" tanya Adit pelan
"Sudah 2 hari dok." Jawabnya masih panik bahkan tubuh ibu itu bergetar
"Tidak dikasih penurun panas bu anaknya?"
"Tidak dok, biasanya hanya dikompres langsung sembuh. Ini tadi tiba-tiba mimisan dan keluar gumpalan darah dari hidungnya dok, " jelas ibu itu dengan sangat ketakutan
Selesai memeriksa Aditya memberitau kepada perawat agar memberinya cairan infus, mengambil darah untuk di cek dan memberikan oksigen. Karena tubuh anak itu sungguh sangat lemah. Salah satu perawat memberitau sang ibu agar mengurus administrasi agar pasien segera mendapat status penanganan.
Usai pengambilan darah, pemasangan infus dan juga oksigen, anak itu tertidur lemah. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk mendapatkan hasil lab darah. Keadaan sang anak berangsur membaik namun masih lemah.
Beberapa perawat berlarian keluar hendak menyambut pasien korban kecelakaan. Aditya mengikuti dari belakang dengan setelah berlari. Beberapa perawat pria hendak mengangkat pasien itu
"Tunggu, jangan seperti itu!" Cegah Aditya
"Pasien mengalami fraktur tulang rusuk patah. Hati-hati jangan sembarangan, bisa berakibat fatal."
Para perawat mendengar perkataan Aditya dan .melakukan antisipasi agar tidak memperburuk keadaan pasien. Setelah dilakukan foto rongent, benar saja. Pasien mengalami patah tulang rusuk yang cukup serius.
Dokter Anjani takjub dengan kemampuan Aditya. Dia bisa tau titik luka pasien padahal kondisi badan tertutup baju dan jaket tebal.
Dan masih banyak pasien silih berganti bahkan setiap menit ada saja pasien yang masuk, hingga kondisi disana sangat kacau. Ruangan itu penuh dengan pasien yang terbaring kesakitan. Tak ada waktu istirahat. Begitu jam sudah menunjukkan jam pulang semua bergegas menyelesaikan laporan untuk diserahkan kepada petugas shift berikutnya.
Di ruang ganti pria
"Waahhhh dokter Aditya hebat, baru magang udah sekeren itu...."ucap salah satu rekannya
"Biasa saja, kalian juga hebat. Kita semua hebat!!!" Seru Aditya. wajahnya kembali murung
"Kenapa Dit? " Tanya seorang temannya menyadari perubahan wajah Aditya
"Gue kangen." Jawabnya lemah
"Samperin lah...."
"Tapi gue capek."
"Sekecil itukah kangen lo? Kalah sama capek!"
"Tau lah, pokoknya gue kangen."
"Sama siapa sih??" tanya salah satu rekannya sedikit penasaran
"Pacar gue,"Masih dengan nada lemas aditya menjawabnya
"Samperin bro!" saran salah seorang temannya yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Kalo gue samperin sekarang, bisa-bisa gue digaplok!"
"Sadis amat cewek lo!"
"Kenalin ke kita dong.."
"Kalian udah kenal kok, "ucap Aditya dengan penuh semangat
"Siapa?" tanya mereka berbarengan..
"Kirana," jawab Aditya singkat
"Si cewek judes itu?"
"Pacar lo?"
"Cantik sih, tapi galak banget. Gue liat lu juga sering ribut ama dia, kapan jadinya?"
"Udah lama, dari sebelum magang disini" jelas Aditya
"Oh iya, kalian sekampus" salah seorang dari temannya membenarkannya
Saat Aditya keluar ruang ganti, dia berpapasan dengan Kirana dan berbalik mengikuti
"Sayang, kangen....." bisik Aditya dengan manja.
Kirana menoleh dengan senyum manisnya, meski di mata orang lain senyum itu sangatlah pahit.
"Kirain lupa, nggak kasih kabar." Masih dengan muka lempeng menjawab perkataan Aditya
"Kan takut gangguin kamu lagi istirahat. Kamu kan capek habis tugas malam, " jelas Aditya
"Yaudah, besok kita libur. aku habis liat jadwal tadi. Kita kencan?" ucap Kirana dengan nada datar
"Yessss!!!!!" Aditya bersorak kegirangan sambil lompat-lompat. Kelakuannya seperti anak kecil
Hilang sudah wibawanya saat dia menangani pasien tadi. Tingkahnya terhenti saat melihat dokter Dhani menatap nya tajam. Sedangkan Aditya hanya nyengir dan berlalu sambil melompat kegirangan menuju parkiran.
Aditya bertemu dengan dokter Anjani di lorong dan menyapanya ramah. Sedikit berbasa-basi menuju parkiran.
Kirana melihat Aditya mengobrol akrab dengan dokter Anjani
Baru juga bilang kangen, udah genit aja sama dokter baru. Mana seksi, cantik pula dia.
Kirana mendengus kesal melihat Aditya yang terlihat akrab sedang berbincang menuju parkiran. Kirana meremas kertas yang ada ditangannya lalu membuangnya. Dia tak sadar bahwa kertas yang ia pegang adalah laporan rekam medis pasien IGD siang tadi yang harus ia serahkan kepada dokter Dhani.
Saat ia sadar, segera pungutnya kertas itu lalu dirapikannya kembali sambil merutuk dirinya sendiri
"Bego dipiara, tolol. Kenapa malah jadi gini sih. Bisa di maki habis-habisan sama dokter rese itu gue?" masih megutuk diri sendiri sambil memukul kepalanya
Eheeemmm
Sebuah deheman mengagetkannya dan membuat Kirana menghamburkan kertas tadi saking kagetnya.
Begitu melihat sosok dibelakangnya, baru ia tahu itu si dokter rese alias dokter Dhani.
Tu orang denger kagak ya gue ngomong tadi, kalo denger mampus gue
"Buruan bawa laporannya ke meja saya!" Dengan nada tegas meminta Kirana segera membawa Laporan yang memang hendak ia serahkan tadi.
Dokter Dhani berjalan menuju ruangannya sambil membuka map entah apa isinya.
Tok tok tok
Suara pintu diketuk dari arah luar,
"Masuk." Perintahnya dengan tegas
"Ini pak laporan yang anda minta."Ucap Kirana dengan lirih dan sopan
"Letakkan di meja, dan kembali ke sana." Perintah dokter Dhani pada Kirana
"Iya pak." Jawabnya pelan.
Iya lah gue balik kesana, masak balik ke hati bapak. Heran tu orang kagak ada manisnya bicara ama cewek!
Sambil menggerutu Kirana meninggalkan ruangan kepala IGD.