Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-80



Ziko segera menyelesaikan mandinya bersama sang istri, tidak lama Ziko menggendong Cindy dan segera membawa keluar dari kamar mandi yang baru saja memberikan kenikmatan itu, Zikopun membaringkan Cindy perlahan ditempat tidur dan segera memakaikan baju ditubuh istrinya.


Ziko mengambil ponselnya dan segera menghubungi dokter keluarganya, selang setengah jam dokter itu sudah datang, "ada apa Ko, siapa yang sakit?" Tanya dokter Dia, dokter keluarga Anderson.


"Istriku sakit kak Di, tiba-tiba perutnya melilit katanya, tolong segera periksa kak Di, takut kenapa-napa."


"Tenanglah Ko, jangan panik begitu, dimana istrimu sekarang," tanpa menjawab Ziko langsung membawa Dokter Dia kedalam kamar dimana istrinya berada.


Dokter Dia memeriksa Cindy, namun tidak lama Dia justru tersenyum, "kenapa kak Di, kok malah senyum," cercar Ziko, apa lagi dokter Dia justru menepuk pundak Ziko.


"Sepertinya istrimu tengah berbadan dua, jika prediksiku tidak salah, cobalah bawa dia ke dokter obgym," saran dokter Dia, dimana itu justru membuat Ziko tersenyum lebar.


"Apa kak Di tidak salah," tanya Ziko dengan antusias, Ziko berharap ini tidak salah, sungguh ini kabar bahagia yang Ziko dengar setelah sekian lama menikah, karena saat sikembar Ziko tidak tahu apapun.


"Sepertinya, dan saranku kalau bermain jangan terlalu kuat, apa lagi dalam keadaan hamil muda," goda dokter Dia, dimana itu langsung membuat sepasang suami istri itu menjadi canggung dan malu.


"Sudah, sebaiknya kak Di pulang, aku akan segera kerumah sakit membawa istriku," Ziko menggiring dokter Dia agar segera pergi, karena Ziko tahu istrinya sangat malu dengan perkataan dokternya itu, jika Ziko cuek-cuek saja, toh dia sudah biasa mendengar hal begituan dari Jay dan Devan.


Ziko kini sudah duduk disebuah ruanga dokter obgym, "selamat tuan, istri anda hamil, dan kehamilannya sudah memasuki usia 6minggu, tolong dijaga dengan baik, karena kehamilan awal sangat rentan dengan benturan dan hal semacamnya."


"Yes,,,, terima kasih sayang,,, terima kasih," Ziko langsung memeluk Cindy sangat erat, seakan-akan meluapkan kebahagian yang membumbung didadanya, Cindy tersenyum hangat pada Ziko, namun hatinya was-was, dia kepikiran dengan kedua anak kembarnya, karena mereka masih kecil, namun tetap saja Cindy bahagia dengan kehamilannya, karena ini anugrah terindah dari sang pencipta.


Kini Ziko menatap sang dokter, "Dok terimakasih, ada yang harus aku jaga dok?"


"Tentu tuan, apa lagi dalam berhungan biologis, usahakan perlahan, dan jaga vitaminnya agar selalu diminum oleh istrinya, jangan lupa juga susu ibu hamilnya tuan."


"Sayang kamu ingin apa?" Tanya Ziko ketika keduanya sudah sampai kamar, dan kini Ziko tengah duduk disamping Cindy yang tengah berbaring.


"Tidak kak, tolong ajak anak-anak kesini kak, aku rindu mereka."


"Tentu sayang," Ziko segera berlalu dari sana hendak membawa kedua anaknya kekamar, seperti keinginan sang istri.


"Dady," ujar Azzam dan Azzura ketika melihat Ziko masuk kedalam kamar sikembar.


"Hallo kesayangan Dady, ayo kita ke mommy, Mommy ingin bermain dengan kalian, apa kalian mau bermian dengan mommy dan Dady?"


"Yes Dady" kedua bocah itu langsung masuk kedalam gendongan sang Daddy dan mereka bertiga berlalu menemui Cindy.


Kini Azzam dan Azzura tengah berada dikamar Cindy dan Ziko, dan tengah bergurau bersama kedua orang tuanya, "sayang terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan untuk kami bertiga dan calon anak kita ini" Ziko mengelus perut rata Cindy, dengan sangat lembut, bahkan Zikopun menciumi perut itu bertubi-tubi dan mencium sikembar secara bergantian.


"Sama-sama kak, aku juga makasih, dan semoga kita akan selalu seperti hingga akhir hayat kita kak, aku tahu rumah tangga tidak akan mulus-mulus saja, semoga setelah ini kita saling memahami dan bisa menyelesaikan masalah dengan bijak, karena kita bukanlah ABG lagi kak, ada buah hati kita yang harus kita beri contoh dengan baik, maafkan juga jika aku masih banyak kekurangan, selalu didik aku dalam jalan yang baik ya kak" Cindy menyandarkan kepalanya dibahu Ziko dan menautkan tangannya sambil melihat buah hatinya tengah bermain diatas kasur king size itu.


"I Love you my wife" bisik Ziko sambil memberi kecupan manis dipipi sang istri


"Love you too hubby."


END