Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-73



1bulan berlalu, sudah satu bulan Ziko berada di kota S, urusan dikota S pun sudah usai, kini Ziko, Cindy beserta kedua anak kembarnya dalam perjalanan menuju mansion utama milik keluarga Anderson.


"kak aku gugup, sudah lama aku tidak kesini," Cindy menautkan kedua tangannya, bukan takut bertemu kedua mertuanya, dia hanya takut karena sudah lama tidak kemansion utama, lebih tepatnya gugup.


"tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja," Ziko membawa Cindy kedalam dekapannya, dia mengelus-elus kepala Cindy, tiba-tiba Azzura melepas dekàpan keduanya, hingga mengundang tawa semua orang yang berada didalam mobil itu, tidak terkecuali pak sopir.


"apa Mommy tidak boleh peluk Dady sayang?" tanya Cindy pada Azzura, Cindy mengangkat Azzura agar bisa duduk dipangkuannya, sedangkan Azzam tidak mau kalah, dia juga duduk dipangkuan sang Dady, dan kedua anak kembar itupun saling memeluk, seperti sedang memperlihatkan kemenangan masing-masing.


Cindy dan Ziko saling pandang, dan menggeleng secara bersamaan sambil melempar senyum, mereka merasa lucu melihat tingkah kedua anak kembarnya ini yang saling memperebutkan satu sama lain.


Tidak lama mobil mereka mulai memasuki gerbang yang menjulang tinggi ketika sudah dibukakan gerbang oleh security.


"Oma, Opa," teriak bocah kembar itu secara bersamaan, dan keduanya berlari.kecil dengan tingkah lucunya, sehingga itu mengundang tawa seluruh seisi rumah Anderson.


"hoho cucu-cucu Oma" tuan dan Nyonya Anderson menggendong satu-satu cucu mereka.


"mamah apa kabar?" Cindy berjalan mendekat dan menyalimi bergantian kedua mertuanya itu.


"mamah baik sayang, kamu apa kabar, sudah lama mamah tidak berkunjung ke kota S untuk bertemu kalian, ayo masuk."


"tunggu mah, apa maksud perkataan mamah tadi, kenapa mamah bisa tahu kalau Cindy,,," Ziko sengaja menggantung perkataannya, dan menelisik sang mamah.


"iya, nanti mamah jelaskan, sekarang kalian masuk dan istirahat, nanti kalau makan malam sudah siap mamah bangunin," mamah Nisa meminta seluruh ART membereskan barang-barang bawaan Ziko dan yang lainnya, karena memang mamah Nisa sudah tahu kabar kedatangan cucu-cucunya.


dua hari sebelum keberangkat mereka, mamah Nisa sudah menyiapkan semuanya setelah diberi tahu Devan.


Kini Ziko sudah duduh diruang tengah bersama kedua orang tuanya dan Cindy.


"apa papah tahu keberadaan Istriku selama ini?" selidik Ziko, sebenarnya Ziko tidak ingin bertanya, karena Ziko sangat yakin, setelah melihat kejadian hari ini, cara mereka bertemu saja Ziko sudah yakin jika mereka sering bertemu, hanya saja Ziko ingin mendengar langsung dari papahnya.


"tentu saja, mana mungkin papah diam saja jika papah tidak tahu," tuan Anderson dengan entengnya menjawab, dimana itu justru membuat Ziko semakin mendelik menatap sang ayah.


"kenapa papah tidak memberi tahuku selama ini! Dan papah membiarkan aku kelimpungan selama ini mencari istriku!" ujar Ziko dengan nada tingginya, hingga Cindy menatap suaminya.


"kak, yang sopan kalau bicara sama papah," tegur Cindy, Cindy tidak ingin suaminya tidak sopan, apa lagi itu sama papahnya sendiri.


"apa kamu bertanya sama papah tentang Cindy selama ini?"


Dan pertanyaan tuan Anderson itu sukses membuat Ziko terdiam, karena memang selama ini Ziko sama sekali tidak bertanya, dia hanya berkunjung tanpa membahas Cindy jika ke mansion utama, bahkan Ziko hanya bertemu Mamah Nisa.


"sudah-sudah, kalian ini sungguh membuang waktu saja, untuk apa kalain berdebat dengan hal yang sudah berlalu, dan kamu Ziko, lihatlah, sekarang istri kamu sudah disini, jadi tidak perlu bertengkar, lagian semua ini juga salahmu," mamah Nisa menengai aksi tegang kedua pria yang sama-sama penting dalam hidupnya, dan mamah Nisa paling bisa membungkan perkataan keduanya, hingga mereka tidak akan punya jawaban.


"Nyonya, makan malam sudah siap."


"iya bik terima kasih, ayo semuanya makan malam, dan ingat, ini trakhir kalian berdebat, awas kalau kalian masih berdebat lagi" ancam mamah Nisa.


Dimana itu bisa membungkam kedua pria yang sama-sama berkuasa ini, dan hal itu menjadi hiburan tersendiri untuk Cindy, Cindy malah terkekeh pelan, dimana itu hanya bisa didengar oleh Ziko, hingga Ziko menatap istrinya dengan kesal.


"habis malam ini kamu sayang," gumam Ziko dalam batinnya, pandangannya tidak lepas dari sang istri, hingga Cindy menjadi salah tingkah, Cindy segera berdiri dan menyusul mamah Nisa yang sudah mulai berlalu dari sana.


"mau kemana sayang, bersiaplah untuk nanti malam" bisik Ziko ditelinga sang istri, Ya, ketika Cindy beranjak Zikopun melakukan hal yang sama, hingga Ziko bisa mensejejerkan langkahnya dengan Cindy.


Sedangkan Cindy, menelan selavinanya dengan kasar.