Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-79



Rumah tanggan Ziko dan Cindy kini berjalan bahagia, meskipun sesekali akan ada selisih paham, hal wajar dalam rumah tangga seperti itu, itulah yang dinamakan bumbu Cinta dalam rumah tangga, karena setiap pertengkaran pasti akan ada cinta yang meleburnya, dan berakhir diatas ranjang.


3bulan sudah berlalu, sudah 3bulan mereka bersama setelah 3tahun berpisah, kini Ziko dan Cindy berada didalam mobil setelah berkunjung kerumah orang tua Ziko, dan hendak kembali kemansion mereka.


"Kak kita mampir kesana dulu ya kak," tunjuk Cindy pada penjual manisan yang berada dipinggir jalan tempat mereka melintas, dan Ziko pun menuruti keinginan sang istri.


"Kamu kan tidak suka mangga muda sayang," Ziko merasa istrinya agak aneh, karena Ziko sangat tahu jika istrinya paling tidak suka mangga muda, apa lagi yang dibuat seperti manisan.


"Entah kenapa aku ingin sekali memakannya kak, sepertinya enak, bahkan aku seperti ingin mengeluarkan air liurku melihat itu.


"Biarkan kakak saja sayang, kamu tetap disini," cegah Ziko ketika melihat sang istri hendak turun dari mobil.


Tidak lama Ziko kembali dengan 4bungkus manisan, "kenapa banyak sekali hubby, satu saja cukup sebenarnya," namun Cindy tetap saja memakannya dengan lahap, dan Ziko ngilu melihat cara istrinya makan manisan dengan begitu rakus, seperti tidak merasakan asemnya.


"Apa kamu akan menghabiskan semuanya sayang?"


"Tentu saja kak, apa kakak mau?"


"Tidak-tidak, buat kamu saja sayang," Ziko langsung menjalankan mobilnya kembali agar segera sampai kemansion, karena sikembar ditinggal tadi bersama babysitternya.


"Tidur Nyonya, tadi Nona Azzura sempat menangis mencari Nyonya, tapi hanya sebentar, setelah itu dia kembali bermain dengan tuan muda Azzam."


"Iya sus terima kasih," sedangkan Ziko sudah hilang entah kemana, Cindypun menyusul Ziko kekamarnya.


"Kak, apa kakak tidak lapar, kakak tadi siang hanya makan sedikit dimansion utama." Cindy berjalan menghampiri Ziko yang tengah santai disofa kamar itu sambil memainkan ponselnya, Cindy meletakkan tasnya dan duduk disamping Ziko, namun tiba-tiba Ziko membaringkan tubuhnya dan tidur disana dengan kepala yang berada dipangkuan sang istri.


"Tidak sayang, kakak ingin memakanmu saja, ayo kita bermain dikamar mandi, karena kakak suka gayamu bermain disana" tanpa rasa malu Ziko mengutarakan keinginanya.


Cindy tidak mampu menolak keinginan Ziko, karena Cindy tidak ingin suaminya bermain diluar dengan wanita lain, Cindy akan berusa memberikan yang terbaik untuk sang suami, entah dalam masakan pelayanan dan terutama masalah ranjang.


Keduanya kini tengah bermandikan peluh dengan kaca yang terlihat buram didepannya akibat terkena deru nafas Cindy, bahakan Ziko melakukannya begitu kuat, hingga sang istri meracau begitu nikmat dengan permainan suaminya yang selalu luar biasa, tidak lama keduanya mengerang secara bersamaan, tanda keduanya mencapai puncak bersama-sama.


"Terima kasih sayang, kamu yang terbaik," puji Ziko setelah usai dengan permainannya bersama sang istri, dan seperti biasa, Ziko akan meninggakan kecupan singkat dibibir istrinya, Cindy hanya mampu mengangguk, karena dia masih mengatur nafasnya yang masih ter-engah-engah.


Keduanya pun mandi bersama dan saling memandikan satu sama lain, disertai dengan canda tawa dari keduanya, tiba-tiba Cindy memegang pertunya dan merintih kesakitan, "ada apa sayang?" Panik Ziko.


"Tidak tahu kak, rasanya perut Cindy sangat sakit, dan rasanya melilit sekali kak," lirih Cindy dengan tangan yang masih memegangi perutnya.