Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-31



Waktu makan siangpun tiba, kini Ziko menunggu kedatangan Cindy, karena dijam makan siang istrinya akan datang, dengan makanan ditangannya, "satu,,, dua,,, tiga," hitung Ziko dengan suara berguman


Tok tok tok, dan benar saja, dihitungan ketiga ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya, Ziko segera mengambil berkas dan pura pura sibuk, tidak lama terlihat Cindy memasuki ruangan Ziko, dan membawa makanan seperti perkiraan Ziko, "siang kak, sudah waktunya makan siang, ini aku bawakan makan siangnya kak," Cindy berjalan menuju meja Sofa dan meletakkan makan siang suaminya di sana, "kak, aku tidak bisa menemani kakak siang ini" sedangkan Ziko langsung menatap Cindy dengan alis yang terangkat, "karena aku sudah ada janji dengan teman temanku kak di kantin kantor, apa boleh" lanjut Cindy lagi dengan sedikit takut, Cindy memasang senyum manisnya agar diberi ijin.


Ziko menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan sedikit kasar, Ziko berdiri dan berjalan menuju sofa, Ziko ingin melarang, tapi pakai alasan apa, pikir Ziko, dengan gengsi yang tinggi, mana mau Ziko mengaku jika dia ingin makan siang berdua dengan sang istri, "pergilah, lagian aku tidak menyuruhmu kesini!" akhirnya lain dimulut lain dihati, mulutnya memberi ijin, dan hatinya mengutuki ketidak pekaan sang istri, sunggu Ziko,,,


"Ah terima kasih kak,,, kakak yang terbaik!" Teriak Cindy tanpa sadar, dia berjalan cepat menuju Ziko dan memberi kecupan kecil dipipinya, Ziko langsung terdiam mematung, bahkan dia tidak bergerak sedikitpun dari duduknya, akibat masih sok dengan apa yang istrinya lakukan, "ah maaf kak, tidak sengaja, hanya karena spontan," ujar Cindy ketika menyadari kebodohannya, Cindy pun segera berlalu dari sana untuk menemui teman-temannya.


"Aku akan selalu memberimu ijin jika selalu mendapat ciuman seperti ini," monolog Ziko sambil memegang pipinya, bahkan dia tidak sadar jika Cindy sudah pergi dari sana, "ah sial! Kenapa dia sudah pergi, seharusnya kan dia mencium pipi yang kanan juga," gruru Ziko, hilang sudah selera makan Ziko karena tidak ada Cindy didekatnya, dia bahkan tidak menyentuh makanannya sedikitpun.


"Hey!" Teriak Cindy pada Tesha, Dila, Elvin yang kini sedang berkumpul dikantin kantornya.


"Hohoho kesayangan bos sudah datang rupanya," kelakar Dila, dan diangguki oleh teman lainnya.


"Mana ada, dia bahkan selalu menatapku begini jika bertemu," Cindy memperagakan cara Ziko menatap dirinya jika sedang marah.


"Seharusnya kamu kasih bubuk merica matanya, biar tidak setajam itu jika melihatmu," bisik Elvin yang hanya didengar mereka berempat, dan mereka semuapun tertawa bersama.


"Semoga aku tidak kualat" batin Cindy, karena sudah membicarakan suaminya, "sudah ayo makan, apa nanti kalian jadi main ketempat kerja Tesha diclub?"


"Tentu saja, apa kamu mau ikut?" Tanya Dila pada Cindy.


"Ikut saja, lagian kita tidak ada niatan mabuk," kompor Elvin.


"What!!" Pekik mereka bersamaan, "suami,,," ulang mereka lagi.


"Tunggu-tunggu, apa kamu beneran punya suami" tanya Tesha sambil membalikkan bahu Cindy agar menghadap dirinya, karena setahu Tesha Cindy belum punya suami.


Cindy hanya mengangguk dan memperlihatan deretan gigi putihnya, dia keceplosan, akhirnya mau tidak mau dia mengaku, lagian mereka tidak tahu jika suaminya adalah bos ditempat mereka bekerja.


"OMG,,, kamu seperti anak kecil dan ternyata sudah menikah," celetuk Dila, ya karena penampilan Cindy yang seperti ABG, mereka bertiga mengira Cindy baru lulus, tahunya istri orang.


"Ya sudah, kalau begitu ajak saja sekalian suamimu," timpal Elvin, dan itu sukses membuat Cindy terbatuk batuk, mana mungkin Cindy akan mengajak Ziko dengannya, akan jadi apa nanti diclub, pikir Cindy.


"Sepertinya aku akan ikut lain waktu saja, karena setahuku nanti kami akan berkunjung kerumah mertua," bohong Cindy, Cindy tidak ingin Urusannya makin panjang, ijin belum tentu diberikan, ini justru suruh mengajak suaminya, mana mungkin, pikir Cindy.


"Ah kamu ini tidak asyik," sungut Dila.


"Sudah biarkan saja, lagian Cindy sudah bersuami, dia tidak boleh keluar malam tanpa ijin suaminya," Tesha menengahi teman-temannya agar tidak terus memaksa Cindy, akhirnya mereka semua mengerti dan segera menyudahi makannya, karena waktu akan segera habis.


"apa kak Ziko sudah selesai ya makan siangnya, sedang apa ya dia," gumam Cindy yang kini sedang berdiri di depan ruangan Ziko, ya, setelah Cindy makan siang dia berniat kembali keruangannya, tapi dia malah berhenti sejenak didepan ruangan Ziko, ingin masuk, tapi ragu, kalau gak masuk kok penasaran, pikir Cindy, setelah lama berfikir, akhirnya Cindy memutuskan untuk masuk, dari pada dia penasaran.


Cindy masuk tanpa mengetuk pintu, dia membuka pintu dengan sangat pelan, agar tidak terdengar si pemilik ruangan, "kenapa makannya tidak dimakan, justru dia malah tidur," batin Cindy, Cindy terus berjalan mendekat dia duduk dibawah dan mensejajari wajah Ziko dan mengelus pipi suaminya, "aku tidak tahu seperti apa pikiranmu kak dan untuk siapa hatimu, tapi entah sejak kapan hati ini mencintaimu kak, mungkin ini konyol, dan kamu akan menertwakan diriku, tapi memang ini adanya, aku mencintaimu kak sangat, bahkan kejadian semalam aku tidak menyesal sama sekali, dan aku berharap hubungan ini akan semakin baik dan semakin baik," gumam Cindy, Cindy beranjak dan berlalu dari ruangan Ziko.


setelah Cindy keluar, Ziko membuka matanya, dia mendengar semua apa yang Cindy gumamkan, Ziko sengaja tidak menghentikan Cindy keluar dari ruangannya karena Ziko takut istrinya akan malu, tapi Ziko bahagia mendengar semua perkataan Cindy, jika istrinya mencintai dirinya, "bahkan hatiku juga sangat mencintaimu sayang," gumam Ziko dalam hati, dia sangat bahagia hari ini, hanya karena mendengar pernyataan hati istrinya. "yes!" teriak Ziko tanpa sadar.