Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-76



"Saya terima nikah dan kawinnya Cindy putri mahendra binti Candra Mahendra  dengan maskawin dan seperangkar alat solat dibayar tunai."


"Bagaimana saksi?"


"Sah!" jawab Devan disusul yang lainnya.


Cindy meneteskan airmatanya dengan seulas senyum, ia mencium takzim punggung tangan Ziko yang sudah sah menjadi suaminya.


Sedangkan para tamu yang dadakan itu berlomba-lomba mengambil foto dan Vidio pengantin yang sudah lama itu, untuk diabadikan diponsel masing-masing.


Tuan Anderson tersenyum haru, dimana menantu dan putranya bersatu kembali dengan kedua cucunya itu, begitupun mamah Nisa, mamah Nisa bahkan meneteskan air mata bahagianya melihat kebahagian diwajah putra sambungnya ini, tidak seperti pertama menikah dulu.


Setelah memberi salam pada seluruh tamu, Ziko langsung pamit begitu saja dan menggandeng  tangan Cindy sangat erat.


"Hey anak muda! Mau kemana kamu" teriak tuan Anderson, sedangkan keluarga yang lainnya terkekeh melihat tingkah Ziko.


"Dasar kakak tidak punya ahlak" gumam Tere, adik sepupu Ziko.


"Kamu bahkan lebih tidak punya ahlak," celetuk Jay, Tere yang mendengar perkataan Jay langsung menoleh, tere sama sekali tidak menggubrisnya, dia berputar dan hendak berlalu, namun langkahnya keburu ditahan oleh Jay.


"Mau kemana?" Tanya Jay dengan suara tajamnya, namun sayang, suara itu kini bukan hal yang menakutkan untuk Tere.


"Bukan urusan mu! kita tidak sedekat itu, hingga aku harus menjelaskan akan kemana."


"Kau! Apa ka-" tanpa menunggu Jay selesai berbicara Tere langsung berlalu begitu saja.


"Kak kita akan kemana? Tanya Cindy, ketika tahu jika Ziko membawa dirinya masuk kedalam mobil dan malajukan mobilnya menjadi satu bersama pengemudi lain di jalan raya.


"Kita akan kerumah baru kita sayang, kita akan memulai semuanya disana, termasuk malam pertama kita," Ziko manaik turunkan alisnya menggoda sang istri, dimana itu justru membuat Cindy malu sendiri.


Tubuhnya merinding mendengar kata malam pertama yang menurutnya sangat malu untuk dibicarakan.


Tidak lama keduanya sampai disebuah rumah, rumah megah yang dalam keadaan sunyi.


Inilah malam yang ditunggu oleh Ziko, rumah ini dalam keadaan sunyi, sangat cocok untuk pengantin baru ini, Ketika sampai dipintu utama, Ziko langsung menggendong Cindy ala bridal style, dan langsung membawanya kekamar utama yang ada dirumah itu, dan tentunya kamar Ziko dan Cindy kedepannya.


Ziko menurunkan Cindy perlahan diatas kasur king size miliknya itu, dia terus menatap Cindy dengan tatapan yang sangat dalam, diluar terdengar grimis mulai turun perlahan, hingga suasana itu mendatangkan hal lain dan menggelitik dalam perasaan masing-masing, hawa dingin yang menyentuk kulit keduanya menjadi nilai tersendiri dalam diri mereka, Ziko menyatukan tangannya dengan tangan Cindy, Zikopun memeluk erat sang istri.


Ziko belum memulaiknya, karena dia ingin memeluk sang istri terlebih dahulu dengan sangat lama, sebelum memulai keinti ceritanya.


Sebenarnya Ziko sudah tidak tahan, karena ada sesuatu yang mendesak dibawah sana yang meminta ingin segera dipuaskan, sejak melihat punggung seksi sang istri, juniornya mulai meronta-ronta. Karena Cindy memakai gaun yang sangat terbuka dibagian punggungnya.


"Tutup saja jendelanya hubby."


Ziko langsung menatap Cindy ketika mendengar wanita itu memanggulnya hubby, hatinya begitu berbunga-bunga mendengar panggilan Cindy pada dirinya, ada yang bergetar disudut hatinya mendengar panggilan sang istri.


"Hubby..." ulang Cindy lagi, Ziko yang mendengarnya pun langsung tersenyum dan memberikan kecupan singkat dibibir sang istri, sebelum dia beranjak menutup seluruh jendela yang terbuka.


Setelah menutup jendela, Ziko kembali ketempat Cindy berada, Ziko mulai melucutu kebaya sang istri yang menurutnya sangat susah itu, tidak lama Ziko merebahkan Cindy ke tempat tidur dan mulai ******* bibir yang sudah lama membuatnya candu itu.