Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-77



Bayangan percintaan mereka dimasalalu membuat Ziko membayangkan segalanya, meskipun bukan yang pertama, tapi perpisahan menjadikan sesuatu ini menjadi luar biasa dan berbeda.


"Apa kah sudah siap sayang?" Ziko mulai menggrayangi tubuh sang istri dengan tangannya, dia mulai menyusuri perlahan candunya itu, semua tidak luput dari jamahan Ziko, hingga lenguhan halus terdengar dari bibir indah sang istri.


"Kak,,," Cindy mulai merintih penuh nikmat, ketika bibir suaminya bermain-main dikedua gunung kembar itu, tidak lupa tangan satunya memilin-milin.


"Ini sungguh besar sayang, sepertinya dulu tidak sebesar ini" namun Ziko sama sekali tidak menghentikan aksinya itu, justru dia semakin rakus, seperti bayi yang sangat kehausan.


"Kamu sudah sangat basah sayang, apa kamu sudah siap dengan ini" Ziko membawa tangan Cindy untuk bermain dengan juniornya terlebih dahulu, Sedangkan Cindy yang mengertipun mulai melakukan tugas keinginan sang suami.


"Biar aku manjakan dulu sidia hubby," suara serak cindy menambahkan pacu dalam diri Ziko, Zikopun dengan senang hati memperlebar jalannya.


Mereka berdua bergulam dengan sangat liar, seakan-akan membalas waktu yang hilang selama 3tahun lamanya, bahkan mereka melakukan berkali-kali, hingga jam menunjukkan pukul 2dini hari.


Tidak bisa dibayangkan seperti apa keadaan Cindy sekarang, sedangkan Ziko seakan-akan tidak punya lelah, dia terus mamacu Cindy dengan sangat beringas, "bersiap-siaplah untuk banyak anak sayang" racau Ziko dengan posisi yang berada diatas Cindy, sedangkan Cindy sudah tidak ada daya lagi untuk menjawab suaminya.


Tidak lama Ziko mengerang penuh nikmat, dengan peluh yang mengalir disekujur tubuhnya, "I Love You sayang," bisik Ziko pada Cindy yang perlahan mulai terlelap, karena hari sudah mulai beranjak pagi.


Ziko menutup permainan dengan ciuman halus dibibir ranum sang istri, walaupun sang istri tidak bereaksi karena kelelahan dan sudah terlelap, Ziko mengambil tisu dan membersihkan sisa-sisa percintaan mereka dengan sangat pelan, agar sang istri tidak terusik.


Akhirnya Zikopun ikut membaringkan tubuhnya dan terlelap dengan posisi mendekap sang istri.


Denting jam terus berbunyi, hingga jam menunjukkan pukul 9pagi, hingga suara ketukan pintu terdengar ditelinga Ziko, Zikopun mengerjabkan kedua kelopak matanya, dia menoleh kesamping untuk melihat sang istri, Zikopun tersenyum ketika melihat istrinya masih terlelap dalam balutan selimut putih itu, dan tanpa sehelai benangpun.


Ziko bangun dari berbaringnya dan memakai celana pendek itu dengan gerakan cepat, agar yang mengetuk pintu itu tidak terlalu lama berdiri didepan kamarnya.


"Tuan, sarapan sudah siap," terlihat bok Nak berdiri didepan pintu ketika pintu sudah dibuka dari dalam.


"Terima kasih bok, kalian semua hari ini aku liburkan, dan kembali lagi besok pagi, tolong sampaikan pada yang lain, karena hari ini aku hanya akan bersama istriku berdua saja, dan bawa semua makan yang sudah matang untuk kalian."


"Baik tuan, terima kasih," mbok Nah merasa senang dapat libur, karena dia juga sangat merindukan keluarganya yang tidak jauh dari rumah Ziko, hanya butuh waktu satu jam perjalanan untuk pulang, mbok Nah segera pergi dari sana untuk memberi tahu yang lain.


Ziko kembali masuk kedalam kamarnya, dia menelfon mamahnya terlebih dahulu untuk menjaga kedua anak kembarnya, selagi dia bersama Cindy, Zikopun berjalan menuju sang istri yang masih terlelap, Ziko memandang lama Cindy, diapun duduk dekat Cindy dan mengelus pipi sang istri.


"Sayang bangun,,, sayang" Ziko terus membangunkan sang istri hingga Cindy mulai terganggu.


"Kak," Cindy segera duduk, hingga selimut itu melosot dari tubuhnya, dan memperlihatkan kedua bongkahan daging yang sangat enak untuk dihisap itu.


Cindy yang pahampun suaminya melihat kearah mana langsung menutup kembali tubuhnya dengan selimut, Cindy tidak sadar jika dia tidak pakai apapun, "apa yang kakak lihat!" Sungut Cindy, bukannya marah, hanya saja Cindy malu pada suaminya, meskipun sudah sah dan sudah melakukah hubungan suami istri berkali-kali.


"Jam 9 sayang, ayo mandi, atau ingin mengulang yang semalam sebelum mandi" goda Ziko sambil menaik turunkan alisnya, Ziko sangat suka melihat pipi sang istri yang memerah jika tersipu malu.


Tanpa menjawab Cindy segera berjalan menuju kamar mandi, dia sungguh malu jika membahas hal vulgar bersama suaminya.


Ziko tertawa bahak-bahak, Tiba-tiba ponsel Ziko berdering, Ziko segera mengambil ponselnya dan mengangkat telfon setelah tahu siapa yang menelfonnya.


"Iya om ada apa?"


("_")


"Baik om, Ziko akan kesana, tapi tidak hari ini, karena Ziko sedang ada keperluan lain om"


Tidak lama Ziko menutup ponselnya setelah Omnya selesai berbicara.


"Aku tidak akan menukar kebersamaan istriku dengan adikku yang satu itu" gumam Ziko sambil berjalan menuju balkon kamarnya.


Selang 15 menit Cindy keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar dikepalanya, Cindy pikir Ziko tidak dikamar, dia dengan PDnya membuka jubah mandinya begitu saja, Ziko sengaja diam demi bisa melihat kemolekan tubuh sang istri.


Hingga suara deheman mengagetkan Cindy, Cindy menoleh dan terbelalak melihat suaminya berada dibelakang punggungnya, namun meski begitu Cindy sudah usai memakai semua bajunya.


"Sayang, kakak ingin sekali masakanmu yang dulu, apa kamu bisa memasakkan sesuatu untuk kakak?"


"Tentu saja kak."


"Oh astaga sayang, kamu langsung ninggalin kakak begitu saja" gumam Ziko yang melihat Cindy sudah hilang dari pandangannya.


Zikopun menyusul sang istri, dan terlihat disana Cindy tengah menggoreng nasi goreng teri, Ziko berjalan perlahan dan membelitkan tangannya diperut Cindy.


"Kak!" Kaget Cindy, "kak minggir dulu, dan Kemana semua orang kak? Kenapa sangat sepi."


"Siapa yang kamu cari sayang, apa kakak saja tidak cukup untukmu disini."


"Ais kakak ini, sudah lupakan, aku akan memasak dulu, duduklah biarku buatkan nasi goreng kesukaan kakak."


Tanpa diduga, Ziko langsung mematikan kompor itu dan dia tersenyum mesum menatap sang istri.


"nanti dulu sayang, seperti lapar kakak sudah berubah, kakak ingin memakan yang lainnya dulu," sedangkan Cindy mecubit gemas lengan Ziko, namun tetap saja Cindy menuruti keinginan suaminya itu, dan keduanya kembali merengkuh nikmat berasama dipagi hari.