
Kedua insan itupun kini mandi bersama, dan seperti biasa, keduanya akan melewatkan hal panas terlebih dahulu, dimana itu selalu membuat Ziko beruntung jika sudah mandi bersama sang istri, karena dia mendapatkan apa yang ingin iya dapatkan.
"Batalkan dinernya malam ini, istriku sedang tidak ingin diajak kemana mana." Terlihat Ziko menelfon Devan untuk meminta pria itu membatalkan Dinernya, tanpa menunggu jawaban Devan Ziko langsung menutup ponselnya.
Dimana itu membuat Devan mengumpat sang bos, "untung kaya, jadi tidak memikirkan pengeluaran dan pemasukkan, ah dari pada batal dan uang hilang, lebih baik aku gunakan saja dengan teman wanitaku," Devan segera bersiap dan mengajak salah satu teman wanitanya untuk diner.
Selang satu jam kini Devan sudah duduk disana dengan gaya keren dan tampannya, namun entah kenapa tatapannya menyiratkan hal yang tidak baik, dia bahkan seperti kehilangan gayrah hidupnya.
"Sayang, ada apa?"
"Tidak, silahkan makan," ujar Devan pada teman wanitanya.
"Bik tolong belikan vitamin buat Istriku, sepertinya istriku kelelahan bik."
"Baik tuan."
Ziko memberikan beberapa lembar uang pada ARTnya, setelah itu dia segera berlalu kembali kekamarnya.
ketika membuka pintu kamar, terlihat disana sang istri tengah berbaring.
"Sayang ayo makan malam, bibik sudah menyiapkan semuanya," Ziko mengelus pipi sang istri, Cindy yang merasa tidurnya terganggu segera membuka kedua matanya, setelah tahu Ziko yang membangunkannya Cindypun tesenyum, Cindypun mendudukan tubuhnya.
"ayo sayang makan," ulang Ziko lagi
"iya, tapi gendong kak," Cindy mengulurkan kedua tangannya dan disambut baik okeh Ziko, dia membawa Cindy keluar kamar untuk makan malam.
ZIko mendudukan Cindy dikursi dan menyiapkan makan untuk istrinya, tiba-tiba Cindy berlari kekamar mandi karena merasa mual mencium aroma masakan. Setelah Ziko menyajikan dihadapnnya.
"Sayang ada apa!" Panik Ziko, Ziko mengejar istrinya yang sudah berlalu dari sana, dia melihat istrinya mutah mutah dan segera memijit tengkuk sang istri.
"Entahlah kak, rasanya aku tidak suka dengan aroma makanan tadi," Cindy mengatur nafasnya yang memburu, dia rasanya ingin tidur saja.
Tidak lama bibik datang membawa vitamin pesanan Ziko, "ini tuan Vitaminnya," sang bibik mengulurkan vitamin itu pada Ziko.
"Terima kasih bi, ohya bik makan malamnya dibereskan saja ya, istriku sedang tidak ingin makan."
"Baik tuan," bibikpun berlalu dari sana sambil melihat majikan wanitanya yang sangat pucat, "ada apa dengan nyonya muda" batin bibik, dia mengambil ponselnya dan melapor pada tuan besar Anderson.
Sayang ayo minum vitaminnya."
Cindy menggeleng, dia tidak bisa minum kapsul, jadi dia menolaknya.
"Ayolah sayang,,," paksa Ziko
Dan tetap saja Cindy tidak mau, "aku tidak bisa kak minum obat," memang benar Cindy tidak bisa menelan sejenis obat, dia akan langsung memuntahkannya kembali.
Akhirnya Ziko mengambil air minum yang ada dimeja, dan dia meminum vitamin itu, tidak lama dia memberikan pada istrinya lewat mulutnya, dimana itu justru membuat Cindy tertegun atas perbuatan suaminya, Akhirnya vitaminpun berhasil masuk ketubuh sang istri.
"Jika begini pasti bisa sayang" goda Ziko dengan menaik turunkan alisnya.
Cindy langsung tetunduk dan tersipu malu, dia malu karena baru pertama kali melakukan hal ini, tapi Cindy tidak akan bohong, jika dia suka dengan cara suaminya.
"Ingin lebih ayok dengan senang hati" goda Ziko lagi dengan berbisik, karena ada ART tidak jauh dari mereka.
"Kakak,,," manja Cindy, Cindy menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami, karena sang suami selalu menggodanya.
Suami istri itu bercengkrama banyak hal, tentang cerita mereka di masalalu.
Tidak terasa waktu bergulir semakin malam, Zikopun mengajak sang istri untuk tidur.