Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-46



"Apa yang coba kamu sembunyikan dariku," Ziko segera merebut dan membuka amplop itu, Ziko langsung terpaku, Ziko terdiam untuk beberapa saat, namun tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak, bahkan dia seperti orng gila kesannya.


"Zik tenenglah, aku yakin ini semua pasti tipuan, kamu kan tahu kalau banyak yang ingin menjatuhkanmu," Devan takut sendiri melihat perubahan pada Ziko, dia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.


"Semoga ini hanya kebohongan, sudah cukup Ziko seperti ini" gumam Devan dalam batinnya.


Devan menatap Ziko dengan iba, sungguh Devan ingin rasanya membunuh orang yang sudah berbuat hal seperti ini pada Sahabatnya ini.


"Pada Akhirnya Dev, semua itu terulang kembali, kenapa? Kenapa!!!" Teriak Ziko dengan meremas foto-foto itu, bahkan semua uratnya menonjol tanda Ziko sedang sangat murka, nafas Ziko memburu melihat pemandangan dihadapnnya ini, sungguh Ziko berharap ini hanya mimpi, jika memang benar ini mimpi Ziko ingin sekali segera bangun dari mimpi buruk ini.


"Kamu bisa menyelidiki dulu Zik, atau gak kamu bisa tanya baik-baik pada Cindy, aku yakin ini tidak benar, jangan sampai kamu emosi dan menyesali segalanya" Devan segera menghubungi jay, agar segera kekantor Ziko, karena hanya dia pria yang mampu menyelidiki semua ini, diantara mereka bertiga hanya Jay yang selalu tenang dalam menghadapi masalah.


Sedangkan Ziko sama sekali tidak peduli perkataan Devan, dia berbalik menuju meja kerjanya, dan membanting semua yang ada dimeja itu, dia menendang meja itu, namun tetap saja emosinya tidak reda, nafasnya masih memburu dan tatapannya masih nyalang, tanda marah masih meluap dalam dirinya, bahkan Devan yang melihat itu sampai bergidik ngeri.


"Hubungi wanita itu sekarang, dan suruh dia kesini!" Teriak Ziko dengan suara lantangnya, belum puas Ziko membanting semua yang ada dimeja, kini dia menuju sofa dan mengamuk disana, sofa itu dia tendang hingga terjungkel.


Devan hanya diam saja, dia tidak bisa menghentikan Ziko yang emosinya meluap luap, yang bisa iya lakukan adalah diam dipojokan dan melihat kesetanan Ziko.


"Segeralah datang sahabat laknat" batin Devan yang mengumpat Jay, "semoga tidak ada pengendara yang ada dijalan, agar Jay sampai sini dalam waktu 5menit," gumam Devan pada dirinya sendiri.


"Kak ada apa ini, kenapa ruangan kak Ziko bisa berantakan begini," Cindy masuk sambil melihat semua barang yang berserakan dibawah, bahkan dia memunguti satu persatu disetiap Cindy melewatinya.


Ziko langsung menoleh mendengar suara orang yang iya tunggu, Ziko berjalan cepat dan langsung menarik tangan Cindy sengan sangat kasar, hingga Cindy mengadu kesakitan.


"ZIK!!! Apa kamu sudah gila!" Tanpa sadar Devan berteriak pada Ziko, yang notabenya adalah sang bos, dia sangat sok melihat perlakuan Ziko pada Cindy yang sangat kasar.


"Cin sebaiknya kamu pulang dulu, biarkan Ziko tenang dulu," Devan berusaha melepaskan cengkraman tangan Ziko dilengan Cindy yang meringis kesakitan.


"Keluar kamu Dev! Jangan ikut campur!" Berang Ziko pada sahabatnya.


"Kak ada apa ini ken- auww sakit kak" rintih Cindy lagi, ketika Ziko kembali mencengkram lengan Cindy


"Zi-"


"Diam!" Potong Ziko dengan suara kerasnya pada Devan.