Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-47



"Zi-"


"Diam!" Potong Ziko dengan cepat pada Devan, Ziko tidak ingin Devan ikut campur dengan urusannya sama Cindy, "cepat kamu keluar!" Ulang Ziko lagi pada Devan, manun Devan menggeleng, mana mungkin dia meninggal Cindy dengan Ziko dalam keadaan seperti ini.


"Cepat keluar! Atau aku lempar kamu keluar!" berang Ziko, Kali ini Ziko benar-benar tidak bisa dibantah kali ini.


Devan menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya, dia menatap lebih dulu pada Ziko dan Cindy, dimana Cindy masih berada dalam cengkraman Ziko, "aku harap kamu jangan kasar Zik, cari tahu terlebih dahulu kebenarannya, jangan gegabah," sebelum Devan benar-benar berlalu dari sana, Devan menasehati Ziko terlebih dahulu, tidak lama Devanpun Berlalu dari sana dengan was was.


Kini tinggallah Cindy sama Ziko diruangan itu, Ziko menghempaskan Cindy di sofa dengan sangat kasar, Cindy meringis dengan perlakuan Ziko, bahkan Cindy reflek memegangi perutnya.


Zikopun kembali kekursi kebesarannya, dia mengambil Foto-foto itu dan berjalan kembali kearah Cindy, setelah sampai didepan Cindy, Zikopun melempar semua foto itu kewajah Cindy, Ziko melihat sekilas lengan Cindy yang memar, tapi Ziko sengaja mengacuhkannya.


Cindy yang masih tidak mengertipun akhirnya mengambil foto itu, karena dia penasaran, apa yang membuat sang suami murka sampai seperti itu, ketika Cindy melihat foto itu, dia langsung menutup mulutnya, "kak ini tidak benar, aku sungguh tidak tahu kak," jelas Cindy dengan wajah takutnya, bagaimana tidak takut, jika dia melihat fotonya yang tidak senonoh bersama pria lain, berada dihadapan sang suami.


"Lalu siapa ini!" Berang Ziko lagi, sedangkam Cindy tidak bisa menjelaskan apapun, dia juga bingung foto itu dari siapa, dia bukan wanita yang seperti itu, pikir Cindy.


"Aku tidak tahu kak, sumpah aku tidak tahu kak, karena aku tidak seperti itu," Cindy berdiri dan langsung memegang lengan sang suami, dia sungguh tidak tahu harus menjelaskan apa, dia sendiri tidak tahu kapan foto itu diambil.


Ziko yang melihat tangan Cindy memegang lengannya, kembali menghempaskannya dengan kasar, hingga Cindy kembali terduduk disofa itu.


"coba anda lihat baik-baik foto itu, itu asli bukan editan, apa segitu rendahkan dirimu, hingga mencari kepuasan diluar sana!"


Deg,,, Cindy yang mendengar tuduhan suaminya langsung berkaca-kaca, sungguh dia tidak menyangka suaminya tidak mengenal dirinya dengan baik, "apa menurut kakak aku seperti itu?" Tanya Cindy dengan mata berkaca-kaca, "kakak bahkan sangat tahu, ketika berhungan denganku, kakaklah yang pertama," luruh sudah air mata Cindy yang sudah ditahan sejak tadi, dia tidak bisa membendung airmatanya, Cindy mengusap dengan kasar air mata yang mengalir dipipi Cindy, dia menetralkan emosi dalam tubuhnya, karena dia tidak ingin marah-marah, sesuai pesan dokter tadi, agar kandungannya tetap sehat.


Ziko hanya diam, dia tidak ada niatan untuk menjawabnya, bahkan Ziko terasa enggan menatap Cindy, sungguh Ziko benar-benar keterlaluan.


"Jika kakak tidak percaya padaku, tidak masalah, berikan aku waktu 1minggu, jika dalam 1minggu aku tidak bisa membuktikan jika aku tidak bersalah maka aku akan pergi dari hidup kakak untuk selamanya," Cindy menghapus kembali air mata yang terus mengalir dipipinya itu, setelah itu Cindypun berlalu dari sana dengan membawa 1foto dirinya yang tanpa busana dengan pria lain, Cindy sendiri merasa jijik dengan foto itu, tapi dia ingin membuktikan pada Ziko, jika dirinya tidak bersalah.


Ziko sama sekali tidak peduli dengan kepergian Cindy dari ruangannya, dia hanya menatap punggung Cindy dengan penuh amarah, disana lah bodohnya Ziko, dia tidak bisa mengendalikan emosinya jika sudah berhubungan dengan penghianatan, sebelum dia mencari tahu terlebih dahulu.


Cindy terus berjalan keluar dari gedung itu, tanpa mempedulikan tatapan para karyawan yang penuh tandan tanya, Dila melihat Cindy yang pergi dengan berlinang air mata, diapun mengenjar Cindy.


"Cin ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Dila sahabat Cindy, dengan raut wajah paniknya, yang Dila tahu Cindy wanita yang ceria, ada apa dengan temannya ini, Dila membawa Cindy keruangan OB.


"Hey ada apa?" Tanya Elvin pula, Dila memberi isyarat pada Elvin untuk diam dan menyuruh Elvin mengambilkan minum, dengan kode gerakan tangannya.


Elvin yang mengertipun segera mengambilkan minum untuk Cindy, mereka berdua diam sampai Cindy tenang.


"Jika tidak ingin cerita tidak masalah, tapi tenangkan dulu dirimu, sungguh kamu sangat kacau Cin, tidak baik pergi dalam keadaan seperti ini" nasehat Dila, Dila terus mengelus punggung Cindy yang masih seseguk,an.


Tidak lama Cindypun sedikit tenang, diapun tersenyum pada temannya, "aku akan pulang dulu ya, nanti setelah waktunya tepat aku akan cerita, tapi untuk kali ini tidak dulu."


"Baiklah, tidak masalah, ayo aku antar keluar dan mencarikan taksi untukmu." Timpal Elvin.


Mereka berduapun berjalan beriringan keluar gedung kantor Anderson grup, dengan Cindy yang sama sekali tidak berbicara.


"Cin!"