Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-67



"Kak lepaskan!" Cindy meronta agar bisa lepas dari pangkuan Ziko, karena dia malu dilihat sebagian pengunjung lainnya.


"Tidak akan, sebelum kamu mau memaafkan kakak," Ziko masih melingkarkan tangannya di perut Cindy dengan sangat erat, sifat Ziko yang cuek berlaku saat ini, dengan begini dia tidak malu, karena Ziko tidak pernah peduli penilaian orang.


"Aku sudah memaafkan, jadi lepaskan aku."


"Bahkan bahasamu masih formal begitu, apa aku harus percaya, dan kamu tidak memandang kakak sama sekali" Ziko membawa dagu Cindy untuk menatapnya, agar Ziko bisa leluasa melihat wajah pemilik mata indah itu.


"Siapa pria itu?" Tanya Ziko, Ziko terus memegang dagu Cindy, supaya Ziko bisa tau wanitanya itu jujur atau tidak saat memberi tahunya.


Cindy menautkan kedua alisnya, tanda dia sendiri bingung dengan pertanyaan ziko, "Yang mana?"akhirnya Cindy bertanya langsung dari pada menerka-nerka.


Ziko tidak menjawab, dia hanya menunjuk dengan dagunya pada Genta yang tengah bermain bersama kedua sang keponakan.


"Oh, Di-"


"Hey ayo kita naik jetski" tiba-tiba perkataan Cindy terpotong dengan kedatangan Rena, Cindy segera berdiri dan berjalan cepat menuju kedua anak kembarnya, Cindy selalu kesal jika melihat Rena.


"Astaga!" Umpat Ziko pada Rena, "pergi sana, aku ada perlu dengan Cindy, dan jangan menggangguku," kesal Ziko, Ziko segera menyusul Cindy, sebelum wanita itu benar-benar menjauh.


"ada apa dengannya, aku kan hanya mengajaknya untuk naik jetsky" bingung Rena, akhirnya Renapun kembali untuk menemui Devan.


"Tunggu aku! kita perlu bicara!" Teriak Ziko pada Cindy yang masih berjalan cepat, namun tetap saja, Cindy kalah dari Ziko, hingga tangannya kini sudah berada didalam genggaman tangan Ziko.


"Lepas, aku harus menemani anak-anakku kak," Cindy menghempaskan tangan Ziko, hingga genggaman tangannya terlepas dari tangan Cindy.


"Lepaskan, jangan seperti ini,,," Cindy terus memukul-mukul punggung kekar Ziko yang terlihat sangat kokoh itu.


"diamlah, atau kamu aku cium didepan umum," ancam Ziko, Ziko yakin Cindy akan menurut, karena Cindy paling takut dengan ancaman seperti itu, dan benar saja, Cindy langsung terdiam dan menurut saja apa yang ingin Ziko lakukan.


tidak lama keduanya sampai disebuah penginapan, Ziko menurunkan Cindy perlahan diatas tempat tidur.


"kenapa kamu langsung pergi begitu saja, apa kamu masih cemburu dengan Rena?"


"tidak perlu menyebut namanya."


"kenapa? Apa kamu cemburu sayang." tanya Ziko sambil menahan senyum, karena melihat wajah Cindy yang menurutnya lucu.


"omong kosong," Cindy segera berdiri dan berjalan menuju pintu, untuk keluar dari sana.


"kak cepat buka, mana kuncinya?" kesal Cindy, namun Ziko sama sekali tidak menghiraukannya, Ziko justru berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana.


Cindy yang melihat itu semakin kesal, dia berjalan mendekati Ziko dan meminta kuncinya, namun Ziko justru memejamkan kedua kelopak matanya.


"andai aku tega, sudah aku siram dia dengan air," Cindy berbalik namun langkahnya dia urungkan, karena dia juga tidak bisa keluar.


"dimana dia menaruh kuncinya-ya" gumam Cindy, Cindy menyusuri seluruh ruangan itu, namun dia tidak menemukan apapaun.


"apa di kantongnya," Cindy beralih melihat kekantong Ziko, dan benar saja, kunci itu ada di kantong sebelah kanan Ziko.