Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-53



Seluruh tamu undangan sudah mulai berdatangan satu per satu, sedangkan orang utama yang bersangkutan masih bersantai dikamar apartementnya, orang itu tidak lain adalah Ziko.


Lain halnya dengan Ziko, Cindy sudah bersiap untuk mendatangi pesta prusahaan suaminya, setidaknya dia punya kenangan yang bisa iya kenang kelak, karena Cindy sudah bulat dengan tekatnya yang akan pergi dari kehidupan sang suami, biarlah suaminya memilih wanita lain.


Cindy kini tengah berdiri dipinggir jalan untuk menunggu taksi, Cindy menggunakan gaun sederhana namun tetap terlihat elegan ditubuhnya yang seksi meskipun mungil.


Tidak lama taksi pesanan Cindy datang, "ke hotel DM ya pak," ujar Cindy yang kini sudah duduk dibelakang kemudi supir taksi itu.


"baik Nona," supirpun melajukan mobilnya berbaur dengan pengendara lain.


Tidak lama Cindy sudah sampai didepan hotel DM, dia turun dari mobil taksi, namun dia masih berdiri disana untuk beberapa saat, hingga akhirnya Cindypun masuk dengan prasaan berkecamuk, antara ingin masuk dan tidak.


Dari kejauhan ada seseorang yang melapor jika istrinya sudah sampai dipesta, Ziko yang mendapat laporanpun berangkat kesana tidak lupa dia membawa Rena bersamanya, karena hotel dan apartementnya tidak jauh, jadi tidak butuh waktu lama untuk sampai.


"apa kamu yakin akan melakukan ini?" tanya Rena lagi, dia tidak yakin Ziko akan tega melukai istrinya sejauh ini, Pikir Rena.


"sesuatu yang sudah aku katakan, tidak akan pernah aku ulangi lagi" ujar Ziko tanpa memandang Rena yang berjalan beriringan dengan dirinya untuk memasuki pesta.


"aku tidak akan ikut campur kalau sampai kamu menyesalinya," Rena masih berusaha mengingatkan Ziko agar menggagalkan rencananya.


"tidak akan!"


Akhirnya Rena memilih diam, dia hanya akan melakukan apa yang temannya inginkan setelah itu dia bisa tenang bekerja tanpa harus diganggu terus menerus oleh Ziko.


Kini Semua mata tertuju pada pemilik pesta itu yang tengah memasuki DM hotel, tidak terkecuali Cindy, Cindy menatap suaminya dengan senyum terluka, lagi dan lagi, hingga Cindy merasa tidak sanggup untuk terus berdiri.


Ziko melirik sekilas pada istrinya setelah anak buahnya memberi tahu dimana posisi istrinya saat ini, Ziko bisa melihat kesedihan diwajah istrinya, bukannya Ziko merasa bahagia dan puas telah melukai istrinya, justru dia semakin merasakan sakit pada hatinya setelah melihat wajah sang istri, bahkan dengan jelas Ziko melihat Cindy mengusap air mata yang mengalir dipipinya.


"apa ini, kenapa aku justru sakit melihatnya menangis seperti itu, aku hanya ingin balas dendam tapi kenapa aku sendiri yang merasakan sakitnya" gumam Ziko dalam hatinya.


"untuk tuan Anderson dan tuan muda Anderson kami persilahkan untuk menaiki podium," ujar MC yang mengatur semua pesta itu.


Hanya Ziko yang naik, karena papah dan mamahnya tidak hadir, karena sang papah yang kurang sehat, akhirnya hanya Ziko yang datang.


"selamat malam semuanya," ujar Ziko pada seluruh tamu undangan, badannya yang kekar, wajahnya yang tampan dan penampilannya yang memukau, mampu menyihir para wanita muda yang juga hadir dipesta itu, grusak grusukpun terdengar jelas ditelinga wanita cantik itu, yang tidak lain istri Ziko.


"disini saya hanya akan mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh para investor dan para karyawan karena sudah menyempatkan hadir dipesta sederhana ini, pesta ini saya buat demi merayakan ulang tahun ke 30 tahun berdirinya prusahaan Anderson grup, dan selain itu saya juga akan mengenalkan seseorang yang akan menemani saya di masa sekarang maupun masa depan, namun sebelum itu mari nikmati hidangannya."


Semua orangpun bertepuk tangan setelah melihat Ziko turun dari podium, dia berjalan kearah Rena yang duduk tidak jauh dari Cindy.


"apa kamu sudah siap aku kenalkan pada semua orang," tanya Ziko pada Rena yang tengah duduk dengan minuman ditangannya, Ziko sengaja mengeraskan sedikit suaranya agar Cindy bisah mendengarnya, dan benar saja Cindy bisa mendengar jelas semua itu.


Renapun mengangguk, Rena sama sekali tida melihat Ziko berbicara, dia terus melihat Cindy yang terus menunduk, Rena mengumpat kebodohan Ziko yang dengan sengaja menyakiti istrinya.


dari kejauhan Cindy melihat Dila dan Elvin, Cindy beranjak dari sana, dia berjalan menghampiri temannya, dari pada dekat dengan Ziko akan membuatnya terluka, wanita itu terus berjalan tanpa menghiraukan sebagian orang yang melihat dirinya.


"aww apa yang kau lakukan!" marah Ziko pada Rena yang dengan sengaja mencubitnya dengan keras dilengannya, karena Rena telah menggangu Ziko yang tengah menatap sang istri.


"segeralah minta maaf, atau kamu akan menyesal" ingat Rena pada Ziko.


namun Ziko sama sekali tidak peduli dengan perkataan Rena.


"Cin kamu disini juga," girang Elvin dan Dila bersamaan, sedangkan Cindy mengangguk sambil tersenyum, sungguh dia sebenarnya ingin segera pulang, hanya saja dia ada perlu dengan kedua temannya ini.


"sekarang siapa yang menggatikan tugas Tesha diatas?" tanya Cindy pada kedua temannya itu, kini mereka bertiga tengah duduk disebuah kursi yang memang disediakan dipesta itu.


"dia," tunjuk Dila pada Elvin, Elvinpun mengangguk membenarkan perkataan Dila.


"kenapa?" tanya Elvin pada Cindy.


"aku ingin menitipkan ini" terlihat disana Cindy memberikan sebuah amplop coklat yang tidak terlalu besar pada Elvin, "tolong berikan ini pada pak Ziko ya," mohon Cindy pada kedua temannya.


"apa ini?" Elvin membolak balikkan amplop itu, karena tidak ada tulisan dibagian depannya.


"besok kamu juga akan tahu, dan aku juga akan pulang kekampung halamanku, ada urusan disana yang tidak bisa aku tinggal"


"lho lho lho,,, kenapa begitu, kamu kan baru bekerja masak mau keluar begitu saja, apa gak sayang tuh sama pangkat?" goda Dila, sedangkan keduanya hanya terkekeh.


"aku akan bekerja di daerahku saja tidak masalah," ujar Cindy, Akhirnya Cindypun pamit pada kedua sahabatnya itu dan memeluk mereka bergantian, kini Cindy tengah berjalan keluar dari hotel DM, tujuannya kali ini adalah pulang kerumah Ziko dan mengambil semua barangnya disana.